Warfarin ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Warfarin

Warfarin merupakan anti koagulan (pengencer darah). Obat ini berperan dalam menurunkan pembentukan bekuan darah. Obat ini digunakan dalam pengobatan dan pencegahan bekuan darah pada pembuluh darah vena dan arteri.

 

Nama Generik

Warfarin

Merek Dagang

Simarc; Notisil

Pengertian

Warfarin merupakan anti koagulan (pengencer darah). Obat ini berperan dalam menurunkan pembentukan bekuan darah. Obat ini digunakan dalam pengobatan dan pencegahan bekuan darah pada pembuluh darah vena dan arteri, yang dapat menurunkan risiko stroke, serangan jantung, atau kondisi serius lainnya.

Golongan

Anti koagulan, Koumarin

Sediaan
  • Tablet 1 mg
  • Tablet 2,5 mg
  • Tablet 5 mg
  • Tablet 7,5 mg
  • Tablet 10 mg.
Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (tablet)

  • Infark miokard
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Awal, 2 hingga 5 mg secara oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan hasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari.
  • Sindrom antiphospholipid
    • Dosis dewasa: Titrasi untuk mencapai INR 2 hingga 3.
  • Fibrilasi atrium – Gangguan tromboembolik
    • Dosis dewasa: Awal, 2 hingga 5 mg per oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan vhasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari.
    • Dosis dewasa: Setelah stroke iskemik atau serangan iskemik transien, targetkan INR 2,5 (kisaran, 2 hingga 3). Inisiasi terapi dalam 14 hari adalah wajar, tetapi inisiasi mungkin tertunda di luar 14 hari dengan risiko tinggi untuk konversi hemoragik.
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Awal, 2 hingga 5 mg secara oral sekali sehari; sesuaikan dosis berdasarkan INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari.
  • Kanker – Tromboemboli vena (VTE)
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: VTE rekuren pada pasien kanker, titrasi dengan target INR 2 hingga 3.
  • Angioplasti koroner transluminal perkutan
    • Dosis dewasa: Awal, 2 sampai 5 mg secara oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan hasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari.
  • Embolisme Komponen Prostetik Katup Jantung
    • Dosis dewasa: Awal, 2 hingga 5 mg per oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan hasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Awal, 2 hingga 5 mg secara oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan hasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg per oral sekali sehari.
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Katup bioprostetik: Target INR 2,5 (kisaran, 2 hingga 3) untuk 3 bulan pertama.
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Katup aorta mekanik dan tidak ada faktor risiko untuk tromboemboli: Target INR 2,5 (kisaran, 2 hingga 3) dengan aspirin 75 hingga 100 mg/hari.
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Penggantian katup aorta mekanis (AVR) dan faktor risiko tambahan untuk tromboemboli (yaitu, fibrilasi atrium, tromboemboli sebelumnya, disfungsi ventrikel kiri, kondisi hiperkoagulasi) ATAU AVR mekanik generasi lama: Target INR 3, kisaran (2,5 hingga 3,5) dengan aspirin 75 hingga 100 mg/hari.
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Penggantian katup mitral mekanis: Target INR 3 (kisaran 2,5 sampai 3,5) dengan aspirin 75 hingga 100 mg/hari.
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Kehamilan, katup mekanik: Warfarin ke INR tujuan ditambah aspirin 75 mg sampai 100 mg/hari selama trimester kedua dan ketiga; selama trimester pertama, warfarin dapat dilanjutkan pada pasien yang dapat mencapai INR terapeutik dengan dosis 5 mg/hari atau kurang. Diperlukan pemantauan yang sering. Hentikan warfarin dan memulai infus kontraksi heparin tak terpecah sebelum persalinan pervaginam yang direncanakan.
  • Emboli paru
    • Dosis dewasa: Awal, 2 sampai 5 mg secara oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan hasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Awal, 2 hingga 5 mg secara oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan hasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari.
  • Trombosis, Pasca infark miokard
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Awal, 2 hingga 5 mg secara oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan hasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari.
  • Tromboemboli vena
    • Dosis dewasa: Awal, 2 hingga 5 mg per oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan hasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari
    • Dosis dewasa untuk profilaksis: Awal, 2 hingga 5 mg secara oral sekali sehari; menyesuaikan dosis berdasarkan hasil INR; perawatan biasa, 2 hingga 10 mg secara oral sekali sehari.
Catatan
  • Kriteria Beers untuk pemberian obat terhadap lanjut usia: gunakan obat secara hati-hati atau hindari penggunaan obat karena berpotensi tidak cocok untuk lanjut usia.
  • Terapi bersifat individual sesuai dengan respon INR setiap pasien untuk warfarin, dan menyesuaikan dosis berdasarkan INR dan kondisi perawatan. INR lebih besar dari 4 tidak memberikan manfaat terapeutik tambahan pada sebagian besar pasien, tetapi dikaitkan dengan peningkatan risiko pendarahan.
  • Keamanan dan efektivitas pada pasien anak belum dapat ditetapkan karena belum tersedia uji klinis terkontrol acak, meskipun penggunaan warfarin untuk pengobatan atau profilaksis trombosis didokumentasikan dengan baik.
Kontraindikasi

Warfarin sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Endokarditis bakterialis
  • Dyscrasias darah
  • Aneurima serebral
  • Perdarahan sistem saraf pusat
  • Diseksi aorta
  • Eklamsia, preeklamsia, abortus imminens
  • Perdarahan saluran cerna, saluran genitourinaria, ulkus saluran napas
  • Kemungkinan perdarahan
  • Hipersensitivitas terhadap warfarin dan komponen produk lainnya
  • Anestesia regional mayor atau blok lumbal
  • Hipertensi maligna
  • Perikarditis dan efusi perikard
  • Kehamilan, kecuali wanita hamil dengan katup jantung mekanis yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami tromboemboli
  • Pembedahan potensial pada sistem saraf atau mata
  • Pembedahan potensial terkait trauma dan pembukaan permukaan yang besar
  • Punksi spinal dan prosedur lainnya yang berpotensi untuk perdarahan tidak terkontrol
  • Pasien yang berpotensi tidak patuh dan tidak dapat di supervisi.
Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengkonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Warfarin yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Perubahan kekuatan pada salah satu sisi tubuh dimana satu sisi lebih kuat dibandingkan dengan sisi yang lain, kesulitan bicara atau berpikir, perubahan keseimbangan, atau pandangan kabur
  • Nyeri dada
  • Pusing hebat atau pingsan
  • Pembengkakan, hangat, kesemutan, perubahan warna, atau nyeri pada lengan dan tungkai
  • Nyeri kepala hebat
  • Perubahan warna kulit menjadi hitam atau ungu
  • Nyeri, perubahan warna, atau suhu pada bagian tubuh lainnya
  • Merasa letih atau lemah
  • Bengkak.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Nyeri kepala
  • Nyeri dada.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengkonsumsi Warfarin. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Warfarin.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan X. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba atau manusia telah menunjukkan kelainan janin atau ada bukti risiko janin berdasarkan pengalaman manusia atau keduanya, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang mungkin. Obat ini kontraindikasi pada wanita yang sedang atau merencakan kehamilan.

Peringatan
  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Warfarin.
    • Jika Anda mengalami masalah kesehatan: masalah pembuluh darah seperti aneurisma atau diseksi aorta, masalah perdarahan, perdarahan pada otak, ulkus aktif, perdarahan saluran cerna, perdarahan saluran kemih, genitalia, atau saluran napas; masalah darah, infeksi jantung, trombosit rendah, perikarditis, riwayat pembedahan pada mata, otak, tulang belakang, atau tekanan darah yang terlalu tinggi.
    • Jika anda menjalani pembedahan.
    • Menggunakan obat ini sebelum anestesia spinal atau pengobatan spinal.
    • Jika Anda hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Konsumsi obat dengan hati-hati, hindari cedera, jatuh, atau kecelakaan.
  • Jika Anda terjatuh dan melukai diri Anda, atau kepala Anda terbentur segera hubungi dokter.
  • Anda mungkin akan lebih mudah mengalami perdarahan. Hati-hati dan hindari cedera. Gunakan sikat gigi yang lembut dan pencukur elektrik.
  • Jika anda mengkonsumsi jus grapefruit atau mengkonsumsi grapefruit tanyakan kepada dokter.
  • Jangan mendonorkan darah ketika mengkonsumsi obat dan untuk 5 hari setelah berhenti mengkonsumsi obat.
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda mengkonsumsi vitamin K pada diet. Vitamin K dapat merubah cara kerja obat.
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih tua. Anda akan lebih mungkin mengalami efek samping obat
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang menyusui.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Warfarin telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Warfarin. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Tamoxifen
    • Amifampridine
    • Defibrotide.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Dicloxacillin
    • Fluconazole
    • Amiodarone
    • Erythromycin
    • Simvastatin
    • Clarithromycin
    • Cloxacillin
    • Ciprofloxacin
    • Ciprofloxacin
    • Levofloxacin
    • Azithromycin
    • Fluorouracil
    • Moxifloxacin
    • Mirtazapine
    • Nalidixic Acid
    • Nafcillin
    • Sertraline
    • Allopurinol
    • Sulfisoxazole
    • Fluvoxamine
    • Metronidazole
    • Paroxetine
    • Mercaptopurine
    • Norfloxacin
    • Roxithromycin
    • Itraconazole
    • Testosterone
    • Miconazole
    • Ketoconazole
    • Oxandrolone
    • Ofloxacin
    • Enoxacin
    • Gemcitabine
    • Amoxicillin
    • Cyclophosphamide
    • Methotrexate
    • Carboplatin
    • Vincristine
    • Venlafaxine
    • Citalopram
    • Valproic Acid
    • Cefixime
    • Cefadroxil
    • Oseltamivir
    • Fluoxetine.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Acetaminophen / Parasetamol
    • Phenobarbital
    • Methylprednisolone
    • Aprepitant
    • Eslicarbazepine
    • Cimetidine
    • Cefazolin
    • Vancomycin
    • Amitriptyline
    • Omeprazole
    • Vitamin  E
    • Cholestyramine
    • Rifampin
    • Carbamazepine
    • Tramadol
    • Terbinafine.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat rendah)
    • Hormon tiroid.
Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Hindari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

 

RE/PJ/MA

Referensi