Varises ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Varises

Varises adalah pembuluh darah vena yang membesar, melebar dan dipenuhi darah. Kondisi ini sering tampak berwarna biru atau ungu gelap. Penyebab utama varises biasanya karena usia dan kehamilan. Beberapa faktor risiko potensial meliputi menopouse, kehamilan, berdiri untuk waktu lama dan riwayat keluarga varises.

Mengenal Varises

Varises adalah pembuluh darah vena yang membesar, melebar dan dipenuhi darah. Kondisi ini sering tampak berwarna biru atau ungu gelap. Setiap pembuluh darah vena di tubuh dapat menjadi varises, tetapi vena yang paling sering terkena adalah vena di kaki.

Hal ini disebabkan karena berdiri dan berjalan dapat meningkatkan tekanan di pembuluh darah bagian bawah tubuh.

Prevalensi penyakit ini lebih tinggi di negara-negara Barat dan negara industri, kemungkinan besar karena perubahan gaya hidup dan aktivitas.

Lebih dari 23% dari semua orang dewasa dianggap terkena penyakit ini. Karena faktor hormonal, penyakit lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria pada usia berapa pun.

Penyebab

Penyebab varises adalah:

  • Ketika seseorang semakin tua, pembuluh darah bisa kehilangan elastisitasnya, yang dapat menyebabkan pembuluh darah meregang. Katup di pembuluh darah menjadi lemah, memungkinkan darah yang seharusnya bergerak menuju jantung justru mengalir balik ke asalnya. Penumpukan darah akan menyebabkan pembuluh darah membesar dan menjadi varises. Pembuluh darah berwarna biru karena mengandung darah terdeoksigenasi, yang sedang dalam proses resirkulasi melalui paru-paru.
  • Beberapa wanita hamil mengalami varises. Kehamilan meningkatkan volume darah di tubuh, tetapi menurunkan aliran darah dari kaki ke panggul. Perubahan sirkulasi ini dirancang untuk mendukung janin yang sedang tumbuh, tetapi dapat menghasilkan efek samping yang tidak menguntungkan yaitu varises. Kondisi ini yang berkembang selama kehamilan umumnya membaik tanpa perawatan medis 3-12 bulan setelah melahirkan.

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko potensial meliputi:

  • Menopause
  • Kehamilan
  • Usia >50 tahun
  • Berdiri untuk waktu yang lama
  • Riwayat keluarga varises
  • Obesitas.

Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini:

  • Jenis kelamin. Varises lebih sering dialami oleh wanita daripada pria. Karena hormon pada wanita dapat membuat pembuluh darah vena kendur. Oleh karena itu, wanita yang mengonsumsi pil KB atau terapi hormon sangat berisiko.
  • Keturunan
  • Obesitas
  • Usia. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, karena kerusakan pada katup vena.
  • Beberapa pekerjaan. Seorang yang lama berdiri di tempat kerja mungkin berisiko lebih tinggi untuk mengalami varises.

Gejala

Varises mungkin tidak menimbulkan rasa nyeri. Tanda-tanda yang mungkin dialami pada pasien dengan penyakit ini adalah:

  • Pembuluh darah yang berwarna ungu atau biru gelap
  • Pembuluh darah yang tampak bengkok dan menonjol tampak seperti tali.

Tanda dan gejala yang lebih berat dapat terjadi terjadi yaitu:

  • Perasaan sakit atau berat di kaki
  • Terbakar, berdenyut, kram otot dan bengkak pada kaki
  • Rasa nyeri yang hilang setelah duduk atau berdiri dalam waktu yang lama
  • Gatal di sekitar area pembuluh darah vena
  • Pendarahan dari varises
  • Perubahan warna, pengerasan vena, radang kulit atau luka dekat pergelangan kaki, yang berarti memiliki ada penyakit vaskular serius yang memerlukan penanganan medis.

Diagnosis

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut untuk menegakkan diagnosis:

  1. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik saat pasien duduk atau berdiri untuk mendiagnosis varises. Dokter juga akan menganalisis keluhan dan gejala apa saja yang tampak dan dirasakan pasien.
  2. Ultrasound. Dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasound untuk memeriksa aliran darah. Ini adalah tes non-invasif yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Ini memungkinkan dokter untuk melihat bagaimana darah mengalir di pembuluh darah seseorang.
  3. Venogram. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan zat pewarna khusus ke kaki dan mengambil sinar-X dari area tersebut. Pewarna akan muncul pada sinar-X, memberikan dokter pandangan yang lebih baik tentang bagaimana aliran darah pasien.

Tes seperti ultrasound atau venograms membantu memastikan bahwa gangguan lain seperti gumpalan darah atau penyumbatan yang tidak menimbulkan rasa sakit dan bengkak di kaki.

Penanganan

Penanganan varises dapat ditentukan setelah melakukan konsultasi dengan dokter. Beberapa penanganan yang disarankan adalah:

1. Perubahan gaya hidup dan aktivitas

Gaya hidup yang wajib dilakukan seperti berolahraga, menurunkan berat badan, tidak mengenakan pakaian ketat, meninggikan kaki, dan menghindari berdiri atau duduk dalam waktu lama dapat mengurangi rasa sakit dan mencegah varises menjadi lebih buruk.

2. Stoking kompresi

Mengenakan stoking kompresi sepanjang hari sering kali merupakan langkah pertama yang dapat dicoba sebelum beralih ke perawatan lain. Stoking membantu menekan kaki sehingga pembuluh darah vena dan otot-otot kaki dapat mengalirkan darah dengan lebih baik.

Jika kondisi ini tidak berespon dengan perubahan gaya hidup atau stoking kompresi, atau jika kondisi varises ternyata lebih parah, dokter akan menyarankan salah satu dari penanganan di bawah ini:

  1. Skleroterapi
  2. Bedah laser
  3. Kateter intra vena
  4. PhlebectomyAmbulatory 
  5. Pembedahan vena endoskopik.

Komplikasi

Komplikasi varises, meskipun jarang terjadi, dapat meliputi:

1. Luka  (ulkus)

Ulkus disebabkan oleh penumpukan cairan jangka panjang di jaringan, yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah di dalam vena yang terkena.

2. Pembekuan darah

Terkadang, pembuluh darah vena yang jauh di dalam kaki menjadi membesar. Dalam kasus seperti ini, kaki yang terkena bisa membengkak. Setiap pembengkakan kaki mendadak memerlukan penanganan medis yang cepat.

3. Perdarahan

Kadang-kadang, vena yang sangat dekat dengan kulit bisa pecah. Umumnya hal ini akan menyebabkan perdarahan ringan. Tapi, perdarahan apapun membutuhkan penanganan medis karena ada risiko tinggi kekambuhan.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

PJ/JJ/MA

Referensi