Vaksin Polio ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Vaksin polio

Vaksin polio merupakan vaksin yang diberikan sebagai profilaksis poliomielitis. Vaksin oral mengandung campuran dari strain virus yang dilemahkan tipe 1, 2, dan 3. Vaksin ini bekerja dengan meningkatkan kekebalan alami tubuh (imunitas) terhadap virus polio.

 

Nama Generik

Vaksin Polio

Merek Dagang

Ipol

Pengertian

Vaksin polio merupakan vaksin yang diberikan sebagai profilaksis poliomielitis. Vaksin oral mengandung campuran dari strain virus yang dilemahkan tipe 1, 2, dan 3. Vaksin poliomielitis yang diinaktivasi direkomendasikan untuk imunisasi rutin, diberikan secara injeksi dan mengandung strain yang diinaktivasi dari jenis human poliovirus. Selain diberikan pada anak sesuai dengan jadwal imunisasi.

Vaksin ini juga dapat diberikan kepada orang dewasa yang memiliki risiko tinggi infeksi polio (misalnya sebelum bepergian ke suatu negara dengan infeksi polio yang sering terjadi). Vaksin ini bekerja dengan meningkatkan kekebalan alami tubuh (imunitas) terhadap virus polio. Seperti vaksin lainnya, vaksin ini tidak memberikan perlindungan menyeluruh terhadap infeksi dan tidak dapat digunakan jika telah terinfeksi virus.

Golongan

Vaksin

Golongan Obat

K (Obat Keras)

Sediaan
  • Cairan injeksi: 80 D Antigen U/0.5 mL
Indikasi

Dosis untuk pemberian injeksi

  • Poliomielitis, akut; Profilaksis: Tidak tervaksinasi dan peningkatan risiko paparan
    • Dosis dewasa: 0,5 mL IM atau subkutan diberikan 3 dosis pada 0, 1 hingga 2 bulan, dan 6 hingga 12 bulan.
  • Poliomielitis, akut; Profilaksis: Tidak divaksinasi dan 2 hingga kurang dari 3 bulan tersedia sebelum proteksi diperlukan
    • Dosis dewasa: 0,5 mL IM atau subkutan diberikan 3 dosis paling tidak 1 bulan terpisah.
  • Poliomielitis, akut; Profilaksis: Tidak divaksinasi dan 1 hingga 2 bulan tersedia sebelum perlindungan diperlukan
    • Dosis dewasa: 0,5 mL IM atau subkutan diberikan 2 dosis setidaknya 1 bulan secara terpisah.
  • Poliomielitis, akut; Profilaksis: Tidak divaksinasi dan kurang dari 1 bulan sebelum perlindungan diperlukan
    • Dosis dewasa: 0,5 mL IM atau subkutan dalam dosis tunggal.
  • Poliomielitis, akut; Profilaksis: Tidak divaksinasi sepenuhnya dengan vaksin oral atau suntik dan peningkatan risiko keterpaparan
    • Dosis dewasa: 0,5 mL IM atau subkutan dosis tunggal; menyelesaikan pemberian dosis seri utama jika waktu mengizinkan.
  • Poliomielitis, akut; Profilaksis: telah divaksinasi dan meningkatnya risiko paparan
    • Dosis dewasa: 0,5 mL IM atau subkutan dalam dosis tunggal.
  • Poliomielitis, akut; Profilaksis: Vaksinasi rutin
    • Dosis anak : 0,5 mL IM atau subkutan dalam 4 dosis pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 hingga 18 bulan, dan booster pada usia 4 hingga 6 tahun; usia minimum untuk memulai imunisi adalah 6 minggu; jangan memberikan 3 dosis pertama lebih sering dari 4 minggu secara terpisah; berikan dosis keempat pada hari ulang tahun ke-4 atau sesudahnya dan setidaknya 6 bulan setelah dosis ketiga.
  • Poliomielitis, akut; Profilaksis: Tidak divaksinasi sempurna
    • Dosis anak: 0,5 mL IM atau subkutan untuk 1 hingga 3 dosis untuk melengkapi rangkaian 4-dosis.
  • Poliomielitis, akut; Profilaksis: Vaksin catch-up
    • Dosis anak: Dosis ke-4 tidak diperlukan jika dosis 3 diberikan pada usia 4 tahun atau lebih dan setidaknya 6 bulan setelah dosis sebelumnya.
  • Poliomielitis, akut; Profilaksis
    • Dosis anak: Menerima 4 dosis sebelum usia 4 tahun atau dosis ketiga yang diberikan kurang dari 6 bulan setelah dosis kedua: 0,5 mL IM atau subkutan untuk 1 dosis tambahan pada usia 4 hingga 6 tahun dan setidaknya 6 bulan setelah dosis sebelumnya.
Kontraindikasi

Vaksin Polio sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Penyakit demam akut; tunda vaksinasi sampai setelah pemulihan.
  • Penyakit akut sedang atau berat dengan atau tanpa demam; menunda vaksinasi kecuali manfaat perlindungan melebihi risiko reaksi buruk.
  • Anafilaksis atau syok anafilaktik terjadi dalam 24 jam pemberian satu dosis vaksin; tidak ada dosis lebih lanjut yang harus diberikan.
  • Hipersensitivitas terhadap komponen vaksin, termasuk 2-phenoxyethanol, formaldehyde, streptomisin, neomisin, dan polymixin B.
Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Vaksin Polio yang buruk:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam; gatal-gatal; merah, bengkak, melepuh, atau kulit mengelupas dengan atau tanpa demam; mengi; sesak di dada atau tenggorokan; kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara; suara serak yang tidak biasa; atau pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Merasa kebingungan.
  • Pusing yang sangat buruk atau pingsan.
  • Perubahan penglihatan.
  • Kejang.
  • Rasa terbakar, kesemutan, atau kesemutan yang tidak normal.
  • Kesulitan mengontrol gerakan tubuh.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Kemerahan atau bengkak di lokasi suntikan diberikan.
  • Nyeri di tempat suntikan diberikan.
  • Iritasi di mana suntikan diberikan.

Pada anak-anak:

  • Merasa rewel.
  • Merasa lelah atau lemah.
  • Tidak lapar.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengonsumsi Vaksin Polio. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Vaksin Polio.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba dan penelitian pada ibu hamil menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain).

Pemberian Vaksin Polio pada ibu menyusui cocok (kompatibel) terhadap bayi. Risiko efek obat pada bayi yang menyusui minimal.

Peringatan
  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap Vaksin Polio atau bagian lain dari obat ini.
    • Jika Anda alergi terhadap obat-obatan seperti ini, obat-obatan lain, makanan, atau zat lain. Katakan kepada dokter Anda tentang alergi dan tanda-tanda apa yang Anda miliki, seperti ruam; gatal-gatal; gatal; sesak napas; mengi; batuk; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan; atau tanda-tanda lainnya.
    • Jika Anda sedang mengalami infeksi atau penyakit lainnya yang disertai demam
  • Obat ini mungkin tidak melindungi semua orang yang menggunakannya. Bicara dengan dokter.
  • Beritahu dokter Anda bila Anda sedang menyusui. Anda butuh mendiskusikan terkait risiko obat terhadap bayi Anda.
  • Katakan kepada dokter Anda jika Anda hamil atau berencana untuk hamil. Anda perlu membicarakan manfaat dan risiko menggunakan obat ini saat Anda hamil.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Tidak ada obat yang telah diketahui berinteraksi dengan pemberian suntikan vaksin polio.

Penyimpanan

Obat ini hanya dapat diberikan di unit pelayanan kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) atau Praktik dokter. Anda tidak boleh menyimpan obat ini di rumah. Bila Anda terpaksa menyimpan obat ini maka simpan vial utuh pada suhu 2°C hingga 8°C. Lindungi dari sinar matahari. Jangan dibekukan di Freezer.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

RE/PJ/MA

Referensi