Vaksin Difteri untuk Anak-Anak ; Seberapa Pentingkah?

vaksin difteri untuk anak-anak

Go DokVaksin difteri untuk anak-anakPernahkah Anda mendengar mengenai vaksin, atau penyakit difteri? Mungkin kebanyakan dari Anda belum terlalu mengenal istilah ini, meskipun sebenarnya difteri termasuk salah satu penyakit endemik di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Karena statusnya itulah,  sudah seharusnya anak-anak di Indonesia  WAJIB menerima vaksin difteri. Namun, karena tak terlalu banyak yang mengenalnya, maka sedikit pula jumlah masyarakat yang sadar akan pentingnya vaksin difteri untuk anak. Nah, untuk mengetahui apa pentingnya vaksin difteri untuk anak-anak, yuk simak penjelasan lengkap berikut ini!

Apa itu penyakit DIfteri?

Penyakit difteri, atau difteria, merupakan suatu infeksi bakteri yang bersifat serius dan biasanya mempengaruhi selaput lendir pada hidung serta tenggorokan anak. Gejala khusus dari difteri termasuk timbulnya sakit pada tenggorokan, batuk, demam, pembengkakan kelenjar, serta menimbulkan rasa lemas. Namun, ciri yang paling khas dari penyakit difteri adalah munculnya suatu material berwarna abu-abu dan bertekstur tebal, yang menutupi bagian belakang tenggorokan. Material ini dapat menghalangi jalan napas penderita difteri, dan membuat anak-anak menjadi sulit untuk bernapas.

Apa saja bahaya dari penyakit ini?

Sejatinya, penyakit difteri tergolong langka di Amerika Serikat, Eropa, dan negara lainnya yang telah maju di bidang kesehatan. Namun, tergolong cukup banyak terjadi di Indonesia, Filipina, dan negara Asia Tenggara lainnya. Sekali anak Anda terkena penyakit ini, apalagi jika berada pada tingkat lanjutan, bakteri yang menjadi penyebab difteri bisa merusak jantung, ginjal, dan sistem syarafnya. Bahkan jika sudah dilakukan perawatan, difteri tetap bisa mematikan. Data statistik menyatakan bahwa sebanyak 3 persen dari keseluruhan orang yang menderita penyakit difteri, meninggal karena komplikasi tadi. Gawatnya, angka kematian penyakit difteri justru lebih tinggi pada anak-anak di bawah umur 15 tahun.

Lalu, apa pentingnya vaksin difteri untuk anak-anak?

Secara umum, anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun lebih rentan menderita sakit difteri, baik ringan maupun parah, dan memiliki risiko kematian lebih besar akibat penyakit ini. Saat anak yang berusia di bawah 5 tahun terkena penyakit ini, risiko kematiannya adalah perbandingan 1   : 5. Untuk mencegah terjadinya hal ini, satu-satunya jalan yang paling efektif adalah memberikan vaksin difteri untuk anak-anak. Di negara-negara maju seperti Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat, penyakit ini sudah dapat ditangani karena pemberian vaksin bersifat wajib dan teratur. Namun, di belahan dunia lain, seperti Indonesia, Rusia, Brazil, Filipina, Nigeria, dan Timur Tengah, difteri masih menjadi penyakit yang mewabah.

Itulah alasan pentingnya vaksin difteri untuk anak-anak, bahkan sejak mereka masih berusia bayi. Biasanya, vaksin ini diberikan bersama dengan vaksin penyakit lain, yaitu tetanus, batuk rejan (pertusis), dan polio –vaksin DPT+Polio. Vaksin ini akan membuat tubuh anak Anda memproduksi antibodinya sendiri untuk melawan keempat penyakit tersebut, termasuk difteri. Vaksin ini umumnya diberikan pada anak-anak yang berusia 4 – 6 tahun, dan harus diberikan sebelum ulang tahun ketujuh anak Anda. Vaksin ini tidak hanya sekali diberikan, namun harus rutin. Secara total, seorang anak harus menerima 5 dosis vaksin difteri, dimulai dari saat masih bayi, untuk perlindungan mereka seumur hidup.

Nah, itu dia penjelasan tentang pentingnya vaksin difteri untuk anak-anak Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

SF/PJ/MA

Referensi