Vaksin Campak ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Vaksin Campak

 

 

Vaksin Campak atau measles virus vaccine live merupakan vaksin kering yang berisi virus hidup untuk melawan penyakit campak yang disebabkan oleh virus campak (paramyxovirus). Penyakit ini dapat menjadi berbahaya karena terkait dengan komplikasi yang serius dan/atau kematian.

Nama Generik

Vaksin Campak

Merek Dagang

Attenuvax

Pengertian

Vaksin Campak atau measles virus vaccine live merupakan vaksin kering yang berisi virus hidup untuk melawan penyakit campak yang disebabkan oleh virus campak (paramyxovirus). Penyakit ini dapat menjadi berbahaya karena terkait dengan komplikasi yang serius dan/atau kematian. Komplikasi tersebut antara lain pneumonia atau radang otak (ensefalitis)

Golongan

Vaksin

Golongan Obat

K (Obat keras)

Sediaan

  • Vaksin campak kering, tiap dosis (0,5 mL) mengandung virus campak hidup yang dilemahkan, vial@20 dosis, vial@10 dosis.

Indikasi

Dosis untuk pemberian secara injeksi (vaksin campak kering)

  • Campak, profilaksis
    • Dosis dewasa: 0,5 mL injeksi subkutan
    • Dosis anak: 0,5 mL injeksi subkutan pada usia 12 sampai 15 bulan, diikuti dengan vaksinasi ulang dengan MMR II pada usia 4 sampai 6 tahun.

Catatan

  • Keamanan dan efektivitas belum ditetapkan pada bayi dibawah usia 6 bulan.

Kontraindikasi

Vaksin Campak sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Diskrasia darah, leukemia, limfoma, neoplasma ganas tulang atau limfatik
  • Imunodefisiensi kongenital atau herediter, riwayat keluarga (kompetensi imun penerima vaksin potensial harus ditentukan)
  • Penyakit demam parah
  • Riwayat anafilaksis terhadap neomisin
  • Hipersensitivitas terhadap komponen vaksin, termasuk gelatin
  • Kondisi imunodefisiensi baik primer dan diperoleh (defisiensi imunitas seluler, hipogammaglobulinemia, dysgammaglobulinemia)
  • Terapi imunosupresif (tidak berlaku untuk terapi penggantian kortikosteroid)
  • Neoplasma ganas dari sumsum tulang atau sistem limfatik
  • Kehamilan
  • Kehamilan harus dihindari selama 28 hari setelah vaksinasi berdasarkan rekomendasi dvisory Committee on Immunization Practices(ACIP); kehamilan harus dihindari selama 3 bulan setelah vaksinasi berdasarkan rekomendasi pabrikan vaksin.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu.

Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika Anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping vaksin campak yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Pusing yang sangat buruk atau pingsan
  • Kejang
  • Sakit kepala yang sangat buruk
  • Pembengkakan testis
  • Memar atau pendarahan apa pun.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas Anda:.

  • Kulit rasa terbakar
  • Kulit terasa perih
  • Demam
  • Nyeri atau pembengkakan sendi.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila Anda mengonsumsi Vaksin Campak. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Vaksin Campak.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan yang belum dapat ditentukan. Tapi sebaiknya dihindari selama kehamilan.

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Vaksin Campak
    • Jangan mengonsumsi obat ini jika Anda hamil atau jika Anda berencana untuk hamil dalam 3 bulan ke depan
    • Jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti ini: Penyakit darah, sistem kekebalan yang lemah seperti HIV atau AIDS, TB aktif (tuberkulosis) yang tidak diobati, penyakit demam, kanker di sumsum tulang atau sistem getah bening seperti leukemia atau limfoma, atau kadar gamma globulin darah rendah
    • Jika Anda mengonsumsi obat apa pun untuk menekan sistem kekebalan Anda. Kondisi ini mungkin dosis steroid tertentu seperti prednison. Kondisi ini tidak berlaku untuk orang yang memakai steroid untuk masalah kesehatan tertentu seperti penyakit Addison. Ada banyak obat yang dapat menekan sistem kekebalan Anda. Tanyakan kepada dokter jika Anda tidak yakin.
  • Jika Anda menjalani tes kulit tuberkulosis baru-baru ini, beri tahu dokter Anda bahwa Anda telah mendapatkan vaksin tersebut
  • Obat ini mungkin membahayakan bayi yang belum lahir jika mendapatkan vaksin ini saat hamil atau saat akan merencakan kehamilan
  • Katakan kepada dokter Anda jika Anda menyusui. Anda perlu membicarakan risiko apa obat ini pada bayi Anda.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan tingkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat.

Mengkonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan vaksin campak telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan vaksin campak. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Chemotherapeutic Agents
    • Thiotepa
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Azathioprine
    • Meningococcal Vaccine
    • Immune Globulin  
    • Sirolimus
    • Tofacitinib
    • Tacrolimus
    • Cyclosporine
    • Etanercept
    • Infliximab
    • Mycophenolic Acid
    • Adalimumab
    • Rilonacept
    • Certolizumab
    • Golimumab
    • Ustekinumab
    • Everolimus
    • Fingolimod
    • Teriflunomide
    • Trabectedin
    • Secukinumab
    • Brodalumab
    • Dupilumab
    • Sarilumab
    • Antithymocyte
    • Tocilizumab
    • Guselkumab
    • Axicabtagene
    • Tildrakizumab.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan  dalam tingkat sedang)
    • Cytomegalovirus Immune Globulin, Human
    • Hepatitis B Immune Globulin
    • Rabies Immune Globulin
    • Tetanus Immune Globulin
    • Varicella-Zoster Immune Globulin
    • Respiratory Syncytial Virus Immune Globulin, Human
    • Vaccinia Immune Globulin
    • Abatacept
    • Corticosteroids
    • Mycophenolate Mofetil
    • Anakinra
    • Belimumab
    • Ixekizumab
    • Tisagenlecleucel.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersama an  dalam tingkat ringan)
    • Tuberculin.

Penyimpanan

Untuk sediaan vaksin hidup kering hanya dapat diberikan di rumah sakit, puskesmas, atau klinik dokter. Tidak boleh disimpan di rumah.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jaga kesehatan dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

RE/JJ/MA

Referensi