Ulkus Dekubitus ; Penyebab, Gejala dan penanganan

Ulkus dekubitus

Ulkus dekubitus merupakan luka pada kulit dan jaringan di bawahnya akibat tekanan yang berkepanjangan pada kulit Penyakit ini memiliki 3 penyebab utama yaitu tekanan, gesekan dan geser. Penanganan bisa meliputi obat-obatan, terapi, atau pembedahan.

 

Mengenal Ulkus Dekubitus

Ulkus dekubitus merupakan luka pada kulit dan jaringan di bawahnya akibat tekanan yang berkepanjangan pada kulit. Luka ini umum terjadi pada orang yang terlalu lama berbaring. Biasanya daerah pada tubuh yang paling sering mengalami keluhan ini adalah punggung, bokong, pergelangan, pinggul, tumit, dan tulang ekor.

Peningkatan kasus penyakit ini terjadi pada usia ≥75 tahun. Dua pertiga kasusnya terjadi pada pasien berusia >70 tahun.

Banyak faktor yang terlibat dalam penanganan ulkus dekubitus. Penanganan yang tepat melibatkan banyak faktor mencakup perawatan kulit, mengurangi penekanan, dan dukungan nutrisi. Pencegahan adalah kunci untuk mengelola penyakit ini dan dimulai dengan riwayat medis serta keperawatan yang lengkap, penilaian risiko, dan pemeriksaan kulit saat pasien dirawat.

Faktor-faktor yang menyebabkan jaringan berisiko terhadap kerusakan kulit harus mendapat perhatian khusus. Pasien harus tetap bersih dan kering dan harus sering berubah posisinya. Untuk pasien yang berisiko, pengurang tekanan yang memadai harus diberikan, disertai dengan dukungan nutrisi yang memadai.

Penyebab

Ulkus dekubitus memiliki tiga penyebab utama, yaitu :

  • Tekanan terus menerus pada satu bagian tubuh dapat membuat aliran darah ke jaringan menjadi terhambat. Kulit yang kekurangan nutrisi dan oksigen untuk terus ber-regenerasi. Karena berkurangnya nutrisi ke jaringan, maka kulit sekitar akan mati. Bagi orang dengan mobilitas terbatas, tekanan semacam ini cenderung terjadi di daerah yang tidak ada otot atau lemak seperti tulang belakang, tulang ekor, tulang belikat, pinggul, tumit dan siku.
  • Gesekan dapat terjadi antara kulit dengan pakaian atau tempat tidur, sehingga kulit menjadi lebih rapuh. Kondisi kulit yang rapuh dan lembap membuat kulit rentan terhadap cedera.
  • Pergeseran dapat terjadi ketika 2 benda saling bersentuhan secara berlawanan satu sama lain. Misalnya, ketika tempat tidur ditinggikan di kepala, tubuh bisa bergeser ke bawah. Saat tulang ekor bergerak turun, kulit di atas tulang mungkin tetap pada tempatnya, namun sebenarnya kulit dan tempat tidur saling menarik ke arah yang berlawanan.
Faktor Risiko

Orang yang berisiko untuk menderita ulkus dekubitus adalah :

  • Orang tua
  • Orang dengan mobilitas rendah (terlalu lama di ranjang atau kursi roda, orang yang tidak bisa bergerak).
  • Penyakit yang mempengaruhi aliran darah, seperti penyakit diabetes dan pembuluh darah dapat meningkatkan risiko kerusakan jaringan.
  • Nutrisi dan kelembapan kulit yang buruk. Nutrisi sangat penting untuk menjaga kesehatan jaringan.
  • Orang yang menderita penyakit kehilangan sensasi rasa (cedera tulang belakang atau saraf).
Gejala

Ulkus dekubitus dikelompokkan menjadi beberapa derajat, tergantung pada tingkat keparahan kerusakan kulit :

  • Derajat I (tanda-tanda awal kerusakan kulit)

Individu yang memiliki kulit terang atau individu yang memiliki kulit gelap akan  mengalami perubahan warna kulit menjadi merah muda yang tidak berubah menjadi warna putih ketika ditekan. Pada orang dengan kulit lebih gelap lagi, perubahan warna kulit menjadi merah, ungu atau biru dan mungkin lebih sulit dideteksi.

  • Derajat II

Luka terbuka dan menunjukkan tanda-tanda kematian jaringan di sekitar luka. Luka terbuka dengan dasar yang dangkal berwarna merah muda. Mungkin juga ada benjolan yang terisi cairan.

  • Derajat III

Luka terbuka mulai mendalam tampak seperti kawah dan berada di bawah permukaan kulit. Bisa juga timbul nanah pada luka.

  • Derajat IV 

Luka terbuka semakin dalam dan mencapai otot, tulang, tendon, dan/atau sendi.

Diagnosis

Diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan langsung pada luka, adapaun hal-hal yang perlu dicermati adalah :

  • Ukuran dan kedalaman luka
  • Jenis jaringan yang langsung terkena pada luka (seperti kulit, otot, tendon, atau tulang)
  • Warna kulit yang luka serta kulit sekitar luka
  • Tanda-tanda kematian jaringan pada luka
  • Tanda-tanda infeksi.

Jika diperlukan akan dilakukan pengambilan sampel cairan dan jaringan di ulkus dekubitus, serta mencari tanda-tanda pertumbuhan bakteri dan kanker.

Penanganan

Penanganan tergantung pada derajat ulkus dekubitus. Penanganan bisa meliputi obat-obatan, terapi, atau pembedahan.

  • Pertama, area kulit yang luka dan jaringan sekitarnya ditutupi dengan pelindung atau pelumas untuk melindungi luka. Selanjutnya, pembalut khusus diberikan pada area yang cedera untuk meningkatkan penyembuhan atau untuk membantu membuang jaringan yang mati.
  • Obat antibakteri dapat mengobati infeksi. Anitbiotik yang diberikan dapat berupa salep, pil, atau diberikan secara intravena(pembuluh darah). Akan diberikan juga obat untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Apabila ditemukan banyak jaringan yang mati, akan dilakukan tindakan pembedahan yang disebut debridement untuk membersihkan luka.
  • Menjaga kebersihan luka agar mencegah timbulnya infeksi dan perburukan sangat penting. Umumnya tenaga kesehatan akan merawat luka tersebut secara rutin.
  • Mengubah pola makan serta asupan nutrisi dan cairan.
  • Reposisi meliputi :
  1. Mengubah posisi tubuh sesering mungkin
  2. Memilih kursi roda, atau tempat tidur yang sesuai. Tempat tidur sebaiknya ditinggikan di kepala, naikkan tidak lebih dari 30 derajat.
  3. Memilih bantal atau kasur yang mengurangi tekanan
Komplikasi

Beberapa komplikasi ulkus dekubitius dapat mengancam jiwa, yaitu :

  • Selulitis adalah infeksi pada kulit dan jaringan lunak. Hal ini dapat menyebabkan luka teraba hangat, berwarna kemerahan, dan pembengkakan daerah yang terkena. Orang dengan kerusakan saraf seringkali tidak merasakan sakit di daerah yang terkena selulitis.
  • Infeksi tulang dan sendi. Infeksi dari ulkus dekubitus bisa masuk ke sendi dan tulang. Infeksi sendi (septic arthritis) dapat merusak tulang rawan dan jaringan. Infeksi tulang (osteomyelitis) dapat mengurangi fungsi sendi dan tungkai.
  • Luka jangka panjang dan tidak sembuh (ulkus marjolin) dapat berkembang menjadi sejenis karsinoma sel skuamosa.
  • Sepsis (infeksi seluruh tubuh). Namun, sangat jarang ulkus dekubitus menyebabkan sepsis.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

PJ/MA

Referensi