Turun Berok; Apa itu? Mari Kenali di sini!

turun berok

Go DokTurun berok- “Aduh, perut bagian bawahku sakit banget nih! Apa gara-gara kemarin kebanyakan angkat berat-berat ya? Lalu biasa dibalas dengan “Nah, lo, jangan-jangan peranakanmu turun, sana cepat pijat!”.

Orang Indonesia sering menghubungkan kasus di atas dengan sebutan ‘peranakan turun’ atau yang lebih dikenal dengan ‘turun berok’. Lalu benarkah penyakit ini disebabkan oleh terlalu sering mengangkat beban berat? Atau ada faktor keturunan di dalamnya?

Yuk, simak penyakit turun berok  ini lewat info berikut!

1. Penyakit ini bisa terjadi pada siapapun!

Tak hanya pada wanita, faktanya penyakit ini dapat menimpa kaum lelaki, baik dewasa maupun anak-anak. Secara medis turun berok lebih dikenal dengan hernia atau masalah pada otot di sekitar perut. Biasanya disebabkan oleh terdorong atau melorotnya organ usus dari tempat seharusnya hingga melewati lubang locus minoris.

Pada hernia ringan, usus yang turun dapat masuk kembali ke perut di saat kita berada dalam posisi tertidur. Namun, jika penyakit hernia yang diderita cukup parah, usus tidak akan dapat masuk kembali ke perut karena sudah terjepit sehingga darah tidak dapat mengalir dan menyebabkan usus mati dan membusuk.

2. Ragam pemicunya
  1. Aktivitas harian. Faktor terbesar yang dapat menyebabkan turun berokadalah aktivitas harian. Maka berhati-hatilah jika Anda memiliki aktivitas yang cukup padat terlebih mengharuskan untuk berdiri dalam waktu lama. Selain itu, terlalu sering mengangkat beban berat juga dapat berisiko memicu penyakit ini.
  2. Obesitas.Berat badan juga merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya turun berok. Faktanya, beratnya beban diri ternyata dapat memperlemah otot dalam tubuh tak terkucuali pada bagian otot.
  3. Kehamilan. Ternyata, wanita hamil juga dapat beresiko terkena penyakit ini. Hal ini disebabkan karena adanya janin yang tumbuh pada rahim dan menambah berat beban tubuh si Ibu.
  4. Batuk Kronis. Kabar buruk bagi Anda perokok berat. Merokok dapat menyebabkan Anda menderita batuk keras hingga batuk rejan. Gerakan batuk yang terjadi dalam jangka waktu panjang dapat menjadi pemicu penyakit ini.
  5. Durasi Menangis pada Anak. Seorang anak yang masih kecil seperti bayi, biasanya sering menangis dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Jika dibiarkan dapat menyebabkan otot perutnya tertekan dan lama kelamaan menjadi lemah.
  6. Faktor Keturunan. Yang terakhir, waspadalah bagi Anda yang memiliki anggota keluarga yang menderita turun berok, maka kemungkinan besar Anda juga dapat menderita penyakit ini.
3. Ciri-cirinya

Ciri-ciri dari turun berok itu sendiri, yaitu:

  1. Munculnya rasa sakit di daerah perut bagian bawah, biasanya muncul ketika ada tekanan yang terjadi dalam perut, saat batuk atau ketika sedang mengangkat beban berat.  
  2. Adanya benjolan pada daerah selangkangan atau bagian bawah perut yang lama-kelamaan ukurannya membesar.
  3. Rasa mual yang dapat menyebabkan muntah.
  4. Adanya gangguan pencernaan.
4. Pengobatannya

Apabila benjolan dari turun berok  yang muncul masih berukuran kecil, ada kemungkinan dapat pulih dengan sendirinya. Caranya dengan mengurangi aktivitas dan mengangkat beban berat. Namun, jika tidak sengaja terdiamkan dan ukurannya sudah semakin membesar, konsultasikan dengan dokter agar dapat menerima perawatan yang tepat untuk mencegah matinya usus. Pencegahan tersebut biasanya umum dilakukan dengan operasi yang membantu mengembalikan usus pada tempatnya dengan bantuan penyangga.

Nah, itu tadi infromasi mengenai turun berok atau dalam istilah medis dikenal dengan hernia. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Atasi permasalahan kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya jawab seputar penanganannya dengan Tim Dokter Go Dok. Download aplikasi Go Dok di sini.