Trypophobia,  Kelainan Yang Jadi Buah Bibir Netizen

Trypophobia

Trypophobia ini merupakan jenis fobia terhadap lubang atau bentuk benjolan yang tampak pada sebuah permukaan. Gejala yang muncul pada penderita trypophobia bisa bervariasi namun sebagian besar tidak mengancam nyawa si penderita.

 

Go Dok – Sudah nonton film Black Panther? Ya, film yang baru dirilis awal tahun ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat pecinta film, khususnya melalui sosial media. Namun, sejumlah khalayak mengeluhkan kambuhnya trypophobia  pada beberapa adegan dari film yang telah meraup untung hingga trilyunan rupiah ini. Sejak saat itu, masyarakat mulai mencari tahu terkait kelainan ini  beserta gejalanya.

Nah, jika Anda belum mengenal lebih dalam tentang kelainan ini, Anda sedang membaca artikel yang tepat, nih. Setelah mengenalnya lebih dekat, bisa jadi Anda atau ada kerabat dekat yang mengidap salah satu jenis phobia ini, lho.

Apa itu trypophobia?

Lembaga National Health Services (NHS) mendeskripsikan sebuah fobia sebagai suatu ketidaknyamanan atau kegelisahan terhadap sebuah benda, tempat, situasi, maupun perasaan tertentu. Namun, kebanyakan masyarakat mengenal kondisi ini sebagai perasaan takut pada sesuatu yang spesifik, seperti balon, kucing, ketinggian, dan lain sebagainya.

Nah, trypophobia ini merupakan jenis fobia terhadap lubang atau bentuk benjolan yang tampak pada sebuah permukaan. Pada kasus film Black Panther, banyak netizen yang mengeluhkan salah seorang tubuh pemeran di dalam film yang bertutul-tutul, yang menjadi pemicu kambuhnya trypophobia mereka.

Psychological Science menyebutkan, ada 16 persen dari penduduk bumi yang memiliki jenis fobia ini. Sementara itu, istilah trypophobia mulai menyebar di kalangan masyarakat pada tahun 2005 melalui sebuah forum diskusi pada salah satu situs internet.

Apa saja sebab dan gejalanya?

Meskipun para ilmuwan masih melakukan penelitian lebih lanjut, sebagian dari mereka meyakini bahwa pengaruh DNA manusia-lah yang menimbulkan kelainan ini. Struktur sel di dalam tubuh bereaksi seperti tanda bahaya, berupa rangsangan terhadap bentuk pola yang terstruktur secara berulang-ulang, seperti pola pada bakal bunga teratai, tumpukan pipa, dan sarang lebah.

Gejala yang muncul pada penderita kelainan ini bisa bervariasi namun sebagian besar tidak mengancam nyawa si penderita. Sebagian kasus menyebutkan bahwa para pengidap fobia ini umumnya lebih memilih untuk mengalihkan pandangan atau menjauhkan diri dari sumber rangsangan. Sementara itu, sebagian yang lain mengaku bahwa tubuhnya menggigil seperti sedang melihat hantu.

Apa saja penanganan yang bisa dilakukan?

Seperti pada fobia lain, trypophobia bisa disembuhkan, kok. Namun, proses perawatan bisa berlangsung dengan durasi yang cukup lama.

Terapi perilaku kognitif bisa menjadi salah satu pengobatan yang bisa dicoba penderita kelainan ini. Terapi ini membantu sang pasien untuk mendefinisikan ketakutan mereka saat melihat objek yang bersangkutan.

Kemudian, sebuah pemikiran atau pemahaman akan ditanamkan pada diri pasien berhubungan dengan definisi tersebut. Dengan begini, sang penderita fobia tersebut bisa mengontrol diri ketika menemui pola-pola lubang tertentu.

Selain itu, metode hipnosis dan terapi perilaku lain bisa juga diimplementasikan untuk menanganinya.

Nah, setelah membaca artikel di atas, diharapkan Anda makin mengenal trypophobia? Bagaimana, apakah Anda selama ini mengidap fobia yang satu ini?

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

 

RZ/TP/PJ/

Referensi