Trombosit ; Berfungsi untuk Membekukan Darah

trombosit

Pada dasarnya, darah terbagi menjadi tiga yaitu sel darah putih (Leukosit), Sel darah merah dan trombosit yang menjalankan fungsinya masing-masing. Trombosit normal berada pada 150.000 – 450.000 per microliter darah.

 

Go DokPernahkah tangan Anda tertusuk duri pohon saat sedang pergi berkemah dan mengeluarkan banyak darah? Awalnya, darah akan mengalir deras dari tangan Anda, namun tidak berlangsung lama, secara perlahan pendarahan mulai mereda dan tangan Anda mulai berhenti mengeluarkan darah, padahal tidak ada penanganan berarti yang telah dilakukan.

Rupanya, pendarahan dapat berhenti secara otomatis berkat fungsi dari trombosit atau keping darah yang berfungsi untuk membekukan darah. Ya, tanpa adanya kehadiran trombosit di dalam sel darah, Anda dapat mengalami pendarahan yang banyak dan tak henti-henti. Bukan hanya di bagian luar tubuh, namun juga pada organ dalam.

Walaupun mungkin darah terlihat sama merahnya dan sama kentalnya, metabolisme tubuh bekerja dengan sangat kompleks, lho. Makanya, yuk sama-sama mengenal lebih dalam tentang trombosit!

Apa itu trombosit?

Pada dasarnya, darah terbagi menjadi tiga yaitu sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit dengan menjalankan fungsi masing-masing. Nah, seperti yang sudah disebut sebelumnya, trombosit berfungsi untuk membekukan darah.

Sama seperti yang lainnya, trombosit dihasilkan oleh sum sum tulang belakang dengan kadar tertentu agar dapat menjalankan metabolisme secara optimal. Biasanya, setiap trombosit dapat hidup selama 10 hari di dalam tubuh yang sehat.

Trombosit normal

Jika tubuh Anda sehat, jumlah trombosit yang normal berada pada 150.000 450.000 per microliter darah. Jumlah trombosit yang ideal penting untuk diperhatikan dalam proses pembekuan darah, lho.

Penyebab trombosit rendah

Kelainan yang terjadi di dalam fungsi tubuh, bisa saja membuat kadar trombosit yang dihasilkan kurang dari yang seharusnya. Kelainan rendahnya kadar trombosit di dalam tubuh biasa disebut Thrombocytopenia. Anda bisa dikatakan mengalami Thrombocytopenia ketika jumlah trombosit kurang dari 150.000/microliter darah.

Lantas, apa penyebab orang bisa terkena Thrombocytopenia? Penyebab utamanya, karena faktor gangguan pada sumsum tulang belakang. Seperti yang sudah dibahas kalau sumsum tulang belakang memang bertanggungjawab untuk menghasilkan jumlah trombosit yang cukup bagi tubuh Anda.

Gangguan sumsum tulang belakang ini bisa saja terjadi karena Anda kekurangan zat besi dan vitamin B12. Selain itu, beberapa penyakit autoimun yang membuat sistem imun menghancurkan sel-sel yang sehat termasuk penghancuran trombosit juga bisa menjadi penyebab trombosit rendah.

Beberapa gejala dapat dikenali ketika Thrombocytopenia menyerang Anda, seperti munculnya lebam berwarna merah, ungu, dan cokelat pada tubuh yang biasa disebut ‘purpura’. Selain muncul pada kulit, tanda-tanda lainnya juga dapat terlihat jika Anda sering mengalami mimisan, pendarahan pada gusi, serta adanya bercak darah pada urin dan kotoran.

Bagi perempuan, pendarahan yang berlebih pada masa haid juga bisa menjadi gejala kalau Anda kekurangan trombosit dalam tubuh tuh!

Penyebab trombosit tinggi

Selain kekurangan, trombosit juga bisa saja dihasilkan secara berlebihan oleh tubuh. Ketika sumsum tulang belakang menghasilkan terlalu banyak trombosit, terjadilah kelainan yang disebut thrombocytosis.

Biasnaaanya, thrombocytosis dapat disebabkan sebagai respons alami ketika tubuh kehilangan darah secara banyak dan mendadak. Kondisi stress dan olahraga yang berlebihan juga dapat membuat tubuh menghasilkan banyak trombosit.

Selain itu, proses pengobatan seperti Epinephrine, Tretinoin, Vincristine Sulfate, dan Heparin Sodium juga bisa menjadi penyebab trombosit tinggi.

Gejala yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari pusing, kesemutan pada tangan dan kaki, nyeri pada dada, hingga hilang kesadaran jika kondisinya sudah termasuk parah.

Setiap sel yang ada di dalam tubuh memang harus berada dalam kadar yang tepat agar fungsi tiap organ dapat bekerja secara optimal. Jangan lupa untuk terus memantau kondisi tubuh Anda, dengan Medical Check Up secara rutin di laboratorium terdekat, ya!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

 

TP/PJ/MA

Referensi