Tiroiditis : Penyebab, Gejala dan Penanganan

Tiroiditis

Tiroiditis adalah kumpulan penyakit yang disebabkan oleh peradangan pada kelenjar tiroid. Tiroditis terdiri dari berbagai jenis penyakit dengan berbagai jenis gejala yang bisa sangat berbeda satu sama lain.  

Mengenal Tiroiditis

Tiroid adalah kelenjar penghasil hormon terbesar di tubuh yang terletak di leher. Kelenjar ini berukuran sekitar 5 cm dan berbentuk kupu-kupu. Tiroid mempunyai peran yang sangat penting dalam proses metabolisme makanan dan aktivitas organ tubuh manusia. Akibatnya jika terjadi gangguan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tubuh termasuk sistem saraf dan otak.

Tiroiditis mempunyai gejala yang bervarisi tergantung dengan kadar hormon tiroid dalam tubuh. Jika tinggi disebut hipertiroid makan akan menimbulkan gejala seperti berdebar-debar, mudah berkeringat, mata melotot. Akan tetapi jika kadar hormon tiroid turun atau hipotiroid, maka gejala yang tampak akan seperti lemah, denyut nadi melambat dan berat badan yang naik. Beberapa pasien kadang-kadang tidak menunjukkan gejala apapun.

Epidemiologi

  • Kelainan pada kelenjar tiroid ini merupakan kelainan endokrin terbanyak kedua di dunia setelah diabetes. Sekitar 300 juta orang di dunia dilaporkan menderita kelainan tiroid, namun lebih dari setengahnya tidak menyadarinya
  • Kelainan tiroiditis paling banyak disebabkan oleh autoimnum sekitar 0,3-0,5 per 1000 orang
  • Perbandingan wanita dan pria adalah 9: 1.

Penyebab

Tiroiditis mempunyai banyak jenis. Jenis tersering adalah Hashimoto selain itu jenis tersering lainnya seperti subakut (De Quervain) thyroiditis, painless thyroiditis dan post partum thyroiditis. Menurut waktu dan penyebab terjadinya penyakit ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu  akut, subakut dan kronik

  • Akut
    • Infeksi bakteri : Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus
    • Infeksi Jamur : Aspergillus, Candida , Histoplasma, Pneumocystis
    • Obat-obatan (amiodaron)
    • Radiasi.
  • Subakut
    • Infeksi virus
    • Post partum tiroiditis.
  • Kronik
    • Autoimun (paling sering hashimoto)
    • Iatrogenik.

Faktor Risiko

  1. Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid, biasanya pada pasien Hashimoto Tiroiditis atau pasien autoimun tiroiditis
  2. DM tipe I  
  3. Hepatitis C
  4. Konsumsi garam yang berlebih/ angat kurang
  5. Usia > 60 thn ke atas
  6. Merokok
  7. Stress.

Gejala

Gejala pada pasien tiroiditis yang membawa mereka ke dokter adalah nyeri leher depan, beberapa juga mengeluhkan rahang yang kaku, pembengkakan leher serta sulit menelan. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pada hormon tiroid sehingga terdapat 2 fase yang bisa terjadi yaitu fase hipotiroid ketika kadar hormon turun dan fase hipertoroid ketika kadar hormon naik.

Fase hipotiroid:

  • Lemah
  • BB naik
  • Bengkak kelopak mata
  • Suara serak
  • Sulit BAB (Konstipasi)
  • Nadi lambat
  • Gangguan haid
  • Nyei sendi, kesemutan
  • Mudah kedinginan
  • Produksi keringat berkurang.

Fase hipertiroid :

  • Sulit tidur
  • Mood labil
  • Mata melotot
  • Sesak nafas
  • Berdebar-debar
  • Nafsu makan meningkat
  • BAB sering
  • BB turun
  • Nyeri tulang
  • Tangan gemetar
  • Berkeringat berlebihan.

Kebanyakan pasien tiroiditis mengalami 1 fase saja tapi pada beberapa kasus seperti post partum tiroditis atau subakut tiroiditis pasien mengalami fase hipertiroid yang diikuti fase hipotiroid.

Diagnosis

Tiroiditis ditegakkan dengan menemukan tanda dan gejala serta pemeriksaan penunjang. Tanda dan gejala yang muncul ditentukan oleh fase yang sedang terjadi yaitu hipotiroid atau hipertiroid.

Selain itu pembengkakan pada bagian leher dapat menjadi tanda tiroditis pada fase apapun. Untuk pemeriksaan penunjang ada beberapa yang dapat dilakukan:

  • Pemeriksaan Laboratorium
    1. Pemeriksaan hormon tiroid, ini menjadi baku standar dalam penegakan diagnosis.Ada 3 jenis hormon yang diperiksa yaitu FT4, T3, TSH
    2. Pemeriksaan antibodi tiroid. Pada kasus autoimun pemeriksaan ini sering dilakukan selain untuk diagnosis juga untuk perencanaan terapi
    3. Pemeriksaan darah, seperti darah lengkap dan pemeriksaan kultur darah.
  • Pemeriksaan Histopatologi

Aspirasi jarum halus adalah pengambilan jaringan pada kelenjar tiroid di leher. Pemeriksaan ini dapat menegakkan tiroiditis serta jenisnya secara spesifik.

  • Pemeriksaan Radiologi

USG tiroid biasanya dilakukan pada anak-anak karena tidak invasif.

Penanganan

Penanganan penyakit ini sesuai dengan jenis dari tiroiditis itu sendiri. Dokter akan merencanakan terapi setelah mengetahui diagnosis serta jenisnya. Pada tiroiditis akut misalnya pemberian antibiotik dan istirahat total menjadi pilihan dalam terapi penyakit ini. Namun pada kasus autoimun dan subakut ketika pasien menampakkan gejala dari fase hipertiroid dan hipotiroid maka pengobatan yang disesuaikan dengan fase tersebut.

Levotiroksin adalah obat yang berfungsi sebagai hormon tambahan pada pasien hipotiroid obat ini akan dikonsumsi untuk mendapatkan kadar hormon tiroid yang normal. PTU menjadi pilihan pada fase hipertiroid untuk menurunkan hormon tiroid menjadi normal.  Konsumsi obat teratur dan kontrol ke dokter secara rutin dapat membantu efektifitas terapi.

Komplikasi

  • Hipotiroid permanen
  • Gangguan jantung seperti pembesaran jantung, gagal jantung
  • Goiter (pembesaran kelenjar tiroid).

Nah, itu tadi penjelasan seputar penyakit tiroiditis. Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

WK/JJ/MA

Referensi