Tips Menyusui untuk Bunda yang ASI-nya Oversupply

 ASI yang oversupply

ASI tiap bunda bisa berbeda. Ada yang cukup, berlebih atau oversupply dan ada yang kurang baik itu benar-benar kurang atau hanya ibu yang merasa ASI-nya kurang. Nah, ASI yang oversupply bisa menyebabkan bayi merasa nggak nyaman saat menyusu, Bun.

“Kebetulan ASI saya bisa dibilang oversupply. Makanya setiap anak saya nyusu, ASI-nya kayak langsung nyembur gitu. Kadang anaknya kasihan kan jadi kesedak. Atau dia sebetulnya udah lapar tapi kurang bisa ngimbangin ASI yang terlalu banyak,” kata seorang bunda bernama Teta.

Menanggapi hal ini, konselor laktasi dari RS Sari Asih Ciputat dr Hikmah Kurniasari MKM, CIMI bilang ada dua tips yang bisa Bunda lakukan. Pertama lakukan posisi menyusui semi reclining atau agak setengan tiduran. Tujuannya, untuk melawan gravitasi.

Dengan begitu, ASI yang keluar nggak mudah ‘turun’ mengikuti gaya gravitasi. Kedua, dr Hikmah menyarankan bunda memerah dulu ASI-nya selama beberapa menit kemudian baru susui si kecil.

“Biasanya pada ibu yang ASI-nya oversupply bayi memang agak susah saat menyusu. Dia gelagapan karena menerima ASI yang langsung banyak. Makanya disarankan ibu posisi saat menyusui agak tiduran gitu, namanya biological nurturing. Di kasur gitu terus kasih bantal di punggung, ibu kayak setengah tidur,” kata dr Hikmah di sela-sela Seminar Awam ‘1.000 Hari Pertama untuk Mencegah Stunting’ di RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan baru-baru ini.

Supaya lebih mudah, dr Hikmah menyarankan bayi diposisikan di atas tubuh ibu atau disusu dari samping. Saat bayi menyusu maka foremilk cenderung akan dia dapat lebih banyak mengingat ASI bunda yang oversupply. Maka dari itu, disarankan banget bunda memerah ASI sebelum menyusui supaya bayi bisa lebih imbang, bisa mendapat foremilk juga hindmilk, Bun.

Kata dr Hikmah produksi ASI yang oversupply nggak dipengaruhi ukuran payudara. Karena, besar kecilnya payudara nggak memengaruhi produksi ASI. Namun, bisa jadi lobus alevoli (saluran susu) yang cukup banyak pada ibu membuat produksi ASI-nya lebih banyak. Tapi, dr Hikmah menekankan yang memegang peranan penting dalam produksi ASI adalah hormon prolaktin dan oksitosin.

“Saling berkesinambungan antara hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin lebih dipengaruhi faktor hormonal. Artinya saat hamil progesteron kan tinggi, itu prolaktin rendah kadarnya. Saat melahirkan progesteron turun, prolaktin naik produksi ASI lebih lancar. Atau ibu konsumsi obat hormonal, hormon prolaktin bisa menurun. Beda dengan oksitosin yang dipengaruhi kondisi emosional ibu,” papar dr Hikmah.

Sumber : haibunda.com

Content partnerhaibunda.com