Tips Mengatasi Trauma Setelah Perceraian

mengatasi trauma setelah perceraian

Mengatasi trauma setelah perceraian tentunya menjadi harapan bagi setiap pasangan yang tidak sukses dalam pernikahannya. Kuncinya adalah tetap memberi prioritas utama pada anak dan segera berdamai dengan masa lalu agar siap menerima masa depan yang lebih baik.

 

Go DokSering kali, setelah perceraian, muncul trauma yang mendalam, seperti rasa cemas, takut untuk memulai sesuatu yang baru, serta rasa sedih yang mendalam. Tidak seperti trauma fisik yang lebih mudah untuk didiagnosis, trauma psikologis menyerang pikiran dan mental sehingga penting untuk bisa segera mengatasi trauma setelah perceraian terjadi.

Siapa pun tentu ingin pernikahan yang dijalaninya berjalan dengan baik. Apa pun alasannya, tidak ada yang menginginkan mahligai pernikahan kandas di tengah jalan. Memang, tak mudah menghadapi semuanya. Namun tak mengapa, biarkan kesedihan itu mengalir, apabila kesedihan itu tidak tersalurkan, justru akan berbahaya bagi pikiran dan fisik Anda sendiri. 

Tenang saja, ada sejumlah cara efektif untuk mengatasi trauma setelah perceraian agar kesedihan tidak terus berlarut. Mau tahu tipsnya?

Berikut tips mengatasi trauma setelah perceraian yang bisa Anda praktikkan!

– Luapkan emosi Anda

Ya, karena memang manusiawi ketika kita merasa sedih, takut, cemas, lelah, dan bingung. Namun, Anda juga tidak boleh terlalu larut dalam emosi tersebut. Selalu berpikir bahwa masih ada hari esok yang akan menyambut Anda.

– Ambil waktu untuk merefleksikan diri

Biarkan tubuh dan pikiran Anda beristirahat selama beberapa waktu. Semua proses perceraian memang pasti merepotkan. Agar Anda dapat tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa setelah proses perceraian, ambil waktu sejenak.

– Bicarakan kesedihan Anda dengan orang lain

Jangan pernah merasa sendiri setelah proses perceraian. Bicaralah pada keluarga terdekat atau teman-teman baik Anda, setelahnya, hati Anda tentu lebih ringan.

– Manjakanlah diri dan pikiran Anda

Ambillah waktu sejenak untuk berolahraga, makan makanan sehat, bersosialisasi, serta bersantai. Tetap jalankan rutinitas Anda sebagaimana biasa. Pada saat ini, hindarilah mengambil suatu keputusan yang besar dalam hidup. Namun, tetap ingat, selalu hindari alkohol, obat-obatan dan/atau rokok sebagai pelarian. Lebih baik jika Anda melakukan hobi yang selama ini terpendam.

– Selalu berpikiran positif

Tak ada salahnya bila Anda mulai mengeksplorasi kegiatan baru, teman-teman baru, dan mencari pengalaman baru pasca berpisah. Dengan pikiran yang positif, tentu peralihan status ini akan lebih mudah dijalani.

– Bicarakan baik-baik pada anak Anda

Jika perkawinan Anda sebelumnya telah dikaruniai anak, cobalah bicarakan pada anak-anak Anda mengenai perceraian ini. Cobalah memberi pengertian bahwa kandasnya perkawinan Anda bukan disebabkan oleh mereka. Tetaplah jadi orang tua yang baik bagi mereka. Bagaimanapun, mereka adalah anak kandung Anda, kan?

– Biarkan anak-anak Anda tahu bahwa mereka bisa mengandalkan Anda

Berilah pengertian pada anak-anak bahwa Anda tetap bisa menjadi orang tua yang dapat diandalkan meskipun telah bercerai. Jangan pernah melibatkan anak  dalam konflik apa pun yang terjadi di antara Anda dan pasangan.

Nah, itulah sejumlah tips mengatasi trauma setelah perceraian yang dipercaya efektif dan ampuh untuk mengembalikan semangat dan siap menghadapi masa depan yang lebih baik. Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

TS/PJ/TP

Referensi