Tinea Corporis ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Tinea corporis

Tinea corporis atau sering disebut dengan kurap pada tubuh/badan, disebabkan oleh jamur. Penyakit ini tampak seperti ruam berbentuk lingkaran menyerupai cincin dengan tepi/sisi yang aktif dan sedikit lebih tinggi dari kulit sekitarnya. Sedangkan, kulit yang berada di bagian tengah ruam ini tampak sehat.

 

Mengenal Tinea Corporis

Sama seperti jenis tinea lainnya, tinea corporis atau sering disebut dengan kurap pada tubuh/badan, disebabkan oleh jamur. Tak jarang, tinea juga disebut dengan “ringworm“, namun ini bukan mengacu pada sebuah infeksi yang disebabkan oleh cacing. Istilah ini berasal dari ruam kecil berbentuk cincin atau lingkaran yang muncul di tubuh karena infeksi. Pada kasus tinea corporis, ruam akan muncul di bagian tubuh, selain kulit kepala, selangkangan, telapak tangan, dan telapak kaki. Sama seperti jenis tinea lainnya, penyakit ini juga dapat menular.

Penyebab

Sekelompok jamur yang disebut dermatofita merupakan penyebab utama terjadinya penyakit ini. Dermatofita hidup dari zat yang disebut keratin, jaringan yang ditemukan di banyak bagian tubuh seseorang, termasuk kuku, kulit, dan rambut.

Jamur ini juga dapat menyebabkan infeksi seperti :

  • Tinea pedis, biasa disebut athlete’s foot.
  • Tinea cruris, juga dikenal sebagai jock itch.
  • Tinea capitis, juga dikenal sebagai kurap pada kulit kepala.
Gejala

Gejala pada infeksi tinea corporis biasanya muncul sekitar 4 hingga 10 hari setelah kontak dengan jamur. Penyakit ini tampak seperti ruam berbentuk lingkaran menyerupai cincin dengan tepi/sisi yang aktif dan sedikit lebih tinggi dari kulit sekitarnya. Sedangkan, kulit yang berada di bagian tengah ruam ini tampak sehat. Umumnya, ruam yang terbentuk ini terasa sangat gatal. Jika infeksi sudah sangat parah, cincin infeksi ini dapat ‘berkembang biak’ dan bergabung bersama. Bahkan, Anda juga dapat mengalami luka lecet dan nanah di area sekitar cincin.

Cara Penularan

Infeksi ini dapat menyebar dengan banyak cara; baik secara langsung dan tidak langsung, seperti:

  • Person to person: Ini terjadi melalui kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi
  • Hewan ke manusia: Ini terjadi ketika Anda memiliki kontak langsung dengan hewan peliharaan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang dapat menjadi sumber penularan meliputi anjing, kucing, kuda, kelinci, kambing, dan babi
  • Benda ke manusia: Ada kemungkinan untuk tertular infeksi ini melalui kontak tidak langsung dengan objek, termasuk rambut orang yang terinfeksi, alas tidur, pakaian, kamar mandi, dan lantai.
Faktor Risiko

Anak-anak lebih rentan terhadap infeksi tinea corporis dibandingkan dengan orang dewasa. Namun, hampir semua orang memiliki risiko terinfeksi. Menurut National Health Service of United Kingdom, sekitar 10 hingga 20 persen orang akan terinfeksi oleh jamur pada suatu saat dalam hidup mereka.

Berikut adalah faktor risiko terjadinya tinea corporis, yaitu:

  • Tinggal di daerah lembap
  • Produksi keringat berlebih
  • Memakai pakaian ketat
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Berbagi pakaian, tempat tidur, atau handuk dengan orang lain yang terinfeksi.
Diagnosis

Jika dokter menduga bahwa Anda mungkin menderita tinea corporis, maka dapat dilakukan pemeriksaan kulit yang lebih spesifik dan mungkin akan dilakukan beberapa tes untuk menyingkirkan kondisi kulit lain yang tidak disebabkan oleh jamur, seperti dermatitis atopik atau psoriasis. Dokter mungkin juga mengamati kerokan kulit dari area yang terkena di bawah mikroskop untuk mencari jamur. Setelahnya, sampel akan dikirim ke laboratorium agar dapat dilakukan kultur tes untuk melihat apakah jamur tumbuh dan berkembang biak.

Penanganan

Obat-obatan antijamur topikal yang dijual bebas biasanya cukup efektif untuk mengobati infeksi. Obat mungkin dikemas dalam bentuk bubuk, salep, ataupun krim. Beberapa obat-obatan ini termasuk:

  • Clotrimazole
  • Miconazole
  • Terbinafine
  • Tolfaftate.

Jika tinea corporis menyebar luas, berat, atau tidak merespon terhadap obat-obatan di atas, dokter mungkin akan meresepkan obat topikal yang lebih kuat ataupun obat oral (minum). Griseofulvin adalah pengobatan oral yang biasa diresepkan untuk infeksi jamur ini.

Komplikasi

Pada umumnya, infeksi jamur ini tidak serius dan sangat jarang dapat menyebar ke bawah permukaan kulit. Namun, seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang dengan HIV atau AIDS, mungkin mengalami kesulitan untuk melawan infeksi jamur ini. Seperti jenis tinea lainnya, kondisi kulit yang terasa gatal, mengalami iritasi, atau kulit yang pecah dapat menjadi sumber infeksi bakteri sekunder yang mungkin memerlukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik.

Pencegahan

Tinea corporis atau kurap pada tubuh, dapat dicegah dengan menghindari kontak dengan seseorang yang terinfeksi; hal ini termasuk kontak langsung dan tidak langsung dengan orang tersebut. Selain itu, beberapa cara pencegahan lainnya adalah:

  • Hindari berbagi handuk, topi, sisir, dan pakaian dengan seseorang yang terinfeksi
  • Bawa hewan peliharaan ke dokter hewan jika Anda mencurigai adanya infeksi jamur penyebab tinea corporis pada hewan peliharaan Anda
  • Jika Anda memiliki infeksi jamur ini pada tubuh, pastikan untuk menjaga kebersihan pribadi dengan baik dan hindari menggores area kulit yang terinfeksi
  • Setelah mandi, keringkan kulit Anda dengan baik terutama di antara jari-jari kaki dan area kulit lainnya, seperti di selangkangan dan ketiak.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

PJ/JJ/MA

Referensi