Tes Kehamilan : Jenis Alat dan Cara Penggunannya

Tes kehamilan

Tes kehamilan ; Pada dasarnya, terdapat 2 metode yang dapat digunakan sebagai tes kehamilan, yaitu tes urin dan tes darah. Tes urin biasanya dengan menggunakan test pack dan tes darah dengan pengecekan di Laboratorium.

 

Go DokBagi sebagian besar pasangan suami istri, momen kehamilan bagi sang istri tentunya menjadi penantian yang paling ditunggu-tunggu. Tidak hanya bagi sang suami, namun juga bagi seluruh keluarga besar. Momen menimang cucu juga pastinya ditunggu bagi sang calon kakek dan nenek, bukan?

Alat tes kehamilan

Pada dasarnya, terdapat 2 metode yang dapat digunakan sebagai tes kehamilan, yaitu tes urin dan tes darah. Seperti yang sudah sering Anda dengar, tes urin cenderung lebih populer dan banyak dipilih karena bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Biasanya, para wanita langsung memilih metode ini ketika mengalami telat menstruasi selama seminggu dari periode normal.

Nah, sedikit tips untuk Anda, jika ingin mecoba dengan metode tes urin, lakukanlah pada pagi hari ketika membuang air kecil sesaat setelah bangun tidur. Kandungan urin dipercaya lebih kental dan terkonsentrasi sehingga Anda mendapatkan hasil yang kebih akurat.

Metode satu lagi menggunakan darah sebagai medium untuk mengetes apakah seseorang hamil atau tidak. Metode yang satu ini dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan tes urin, yaitu 6-8 hari setelah masa ovulasi. Namun kekurangannya adalah, waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasilnya lebih lama karena membutuhkan cek laboratorium terlebih dahulu. Coba bandingkan dengan tes urin menggunakan test pack yang langsung menunjukan hasil dalam rentang waktu 10 menit saja.

Nah, tes darah pun terbagi ke 2 jenis, yaitu tes hCG kualitatif dan tes hCG kuantitatif.

  • Tes hCG kualitatif digunakan untuk menjawab apakah hormone hCG benar-benar sudah terbentuk di dalam metabolisme tubuh wanita tersebut atau belum. Jika hormon tersebut belum ada, bisa dikatakan Anda belum saatnya untuk hamil. As simple as that.
  • Kebalikan dari jenis sebelumnya, tes hCG kuantitatif cenderung lebih kompleks karena mengukur dengan tepat kadar dari hormon tersebut yang ada dalam tubuh calon bumil. Walaupun kadarnya hanya sedikit, tes yang satu ini sudah bisa mendeteksi kandungan hCG dalam tubuh, lho. Bisa dikatakan, tes hCG kuantitatif dapat memberikan hasil yang lebih detil dan valid bagi status kehamilan Anda.

Nah, jika sudah dipastikan hamil, Anda bisa mencoba metode USG (Ultrasonografi) sebagai tingkat lanjut perawatan pada kandungan. Pastinya, metode yang satu ini sudah sering Anda dengar, dong. Yups, metode yang satu ini bisa dikatakan dapat memberikan hasil informasi paling valid untuk memberi tahu kondisi pertumbuhan si janin. Pasalnya, metode ini memanfaatkan gelombang dengan frekuensi untuk mendeteksi apakah si cabang bayi sudah ada dalam kandungan. Selain itu, dalam usia kandungan yang lebih tua, USG juga bisa digunakan untuk mendapatkan info usia kandungan secara spesifik, posisi plasenta, serta mendeteksi jika ada kelainan dalam janin.

Namun memang, metode yang satu ini biasanya digunakan sebagai tindak lanjut untuk mengecek kondisi cabang bayi dalam janin. Biasanya, Anda baru bisa menggunakan USG jika usia kandungan telah mencapai 2 bulan.

Cara tes kehamilan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa metode yang bisa dipilih sebagai alat tes kehamilan. Salah satu yang paling mudah dan populer adalah menggunakan test pack. Nah, test pack sendiri terbagi menjadi 2 tipe, strip dan compact.

Caranya pun ada sedikit perbedaan. Jika menggunakan tipe strip, sebelumnya Anda harus menampung urin Anda dalam suatu wadah terlebih dahulu. Kemudian, Anda bisa langsung mencelupkan test pack ke dalam wadah yang telah berisi urin tersebut.

Nah, jika Anda menggunakan tipe compact, cenderung lebih mudah. Pasalnya, tipe yang satu ini langsung menyediakan wadah penampung urin yang kemudian langsung mendeteksi hormon hCG dalam urin. Kalau yang satu ini cara yang paling konvensional dan paling lumrah dilakukan, yaitu memposisikan test pack berdekatan jalur keluar urin Anda, dan usahakan urin mengenai bagian dari test pack tersebut.

Cara berikutnya bisa Anda pilih dengan meneteskan urin di lempengan kaca di sebuah rumah sakit. Dalam lempengan kaca tersebut, urin akan diteteskan anti serum dan ditambahkan latex suspension. Bila hormon hCG ada dalam urin, campuran tersebut akan menghasilkan larutan seperti susu. Jika hormon hCG tidak ditemukan, maka campuran tersebut akan meninggalkan larutan seperti biji-bijian.

Nah, dengan informasi yang satu ini, semoga bisa memberikan gambaran bagi pasutri baru dalam menentukan tes kehamilan mana yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan. Satu yang pasti, untuk menjaga kandungan dengan baik dan benar, ya, agar calon bayi bisa lahir dengan sehat. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

TP/PJ/MA

Referensi