Tahap Melahirkan Normal yang Perlu Bunda Ketahui

Tahap melahirkan normal

Tahap melahirkan normal ; Bagi Anda yang berencana melahirkan dengan cara normal, ada beberapa tahap yang akan Anda alami. Tahap-tahap ini bisa berlangsung selama beberapa jam, bahkan hingga beberapa hari. Apa sajakah tahap melahirkan normal yang dimaksud?

 

Go Dok – Setelah sembilan bulan mengandung si jabang bayi, memberinya nutrisi dan merasakan setiap perkembangannya di dalam perut, akan tiba waktunya Anda mengeluarkannya ke dunia. Hal ini, tentu sudah Anda ketahui, disebut melahirkan. Setiap calon ibu memiliki pilihan, untuk melahirkan secara normal, maupun caesar.

Nah, bagi Anda yang berencana melahirkan dengan cara normal, ada beberapa tahap yang akan Anda alami. Tahap-tahap ini bisa berlangsung selama beberapa jam, bahkan hingga beberapa hari. Apa sajakah tahap melahirkan normal yang dimaksud?

Mari simak penjelasan lengkap tahapan melahirkan normal  berikut ini!

Tahapan Pertama (Kontraksi)

Tahap melahirkan normal yang pertama berlangsung selama beberapa jam, dan bahkan dalam beberapa kasus hingga 20 jam lamanya. Tahapan pertama biasanya terjadi di rumah Anda, atau tempat lainnya, bukan di rumah sakit. Di tahap ini pula Anda akan merasakan gejala awal melahirkan, seperti peningkatan tekanan pada rahim, perubahan level energi, serta adanya lendir berdarah yang keluar sedikit dari vagina. Tahap ini dimulai saat serviks Anda mulai membuka dan berakhir saat bagian tersebut terbuka sepenuhnya. Berikut adalah tiga babak dalam tahap pertama yang akan Anda alami :

  • Babak Laten (Latent Phase)

Pada babak ini, serviks Anda akan mulai membuka, dan melebar hingga 3 – 4 cm. Kontraksi pada rahim akan berlangsung lebih kuat dibanding saat pertama kali dimulai. Kontraksi yang masih tergolong ringan akan terjadi berkali-kali, masing-masing dalam jarak 15 – 20 menit, dengan masing-masing kontraksi berlangsung selama 60 – 90 detik. Kontraksi akan semakin dekatnya jarak terjadinya, hingga kurang dari 5 menit. Biasanya, tahap ini paling baik dialami di rumah.

  • Babak Aktif (Active Phase)

Babak kedua dari tahapan pertama ini terjadi saat serviks Anda membuka lebih lebar lagi, yaitu sekitar 4 – 8 cm. Di babak ini, kontraksi akan terjadi lebih kuat, terjadi berkali-kali setiap 3 menit, dan masing-masing kontraksi akan berlangsung kira-kira selama 45 detik. Anda mungkin akan merasakan nyeri punggung, dan mengalami peningkatan pendarahan dari vagina. Biasanya, pada babak inilah Anda harus segera pergi ke rumah sakit, di mana Anda akan ditempatkan pada ruang melahirkan, dan dilakukan pengecekan denyut nadi, tekanan darah, serta suhu tubuh. Untuk meringankan gejala pada babak ini, Anda bisa merubah-rubah posisi Anda, duduk, berjongkok, dan berdiri. Bernafaslah dengan relaks, dan Anda bisa pula berendam air hangat guna memicu datangnya babak ketiga.

  • Babak Transisi (Transition Phase)

Babak ketiga ini ditandai dengan semakin melebarnya bukaan serviks Anda, yaitu sekitar 8 – 10 cm. Pada tahap ini, serviks sudah membuka sepenuhnya dan kontraksi akan terjadi lebih kuat serta lebih sering lagi, yaitu setiap 2 menit sekali, dengan masing-masingnya berlangsung selama 1 menit. Biasanya, air ketuban Anda akan pecah di akhir babak kedua, atau pada babak terakhir di tahap pertama ini. Fokuslah pada setiap kontraksi Anda, dan ingat, setiap kontraksi yang terjadi akan membawa Anda lebih dekat dengan si jabang bayi. Dokter, bidan, dan tim medis akan siap memantau perkembangan kelahiran anak Anda, maka dengarkanlah petunjuk mereka.

Tahap Kedua (Kelahiran)

Tahap melahirkan normal yang kedua ini dimulai saat serviks Anda sudah membuka selebar 10 cm. Bukaan ini akan bertahan hingga bayi Anda lahir, setelah melewati jalan lahir dan vagina. Biasanya, tahap kedua akan berlangsung selama 2 jam, atau bahkan lebih lama. Kontraksi saat melahirkan akan terasa berbeda dengan tahap-tahap sebelumnya. Jika sebelumnya bertambah cepat dan sering, saat melahirkan kontraksi justru akan melambat, menjadi berjarak sekitar 2 – 5 menit dan berlangsung sekitar 60 – 90 detik.

Meski begitu, kontraksi akan membuat Anda merasakan dorongan kuat untuk mengejan. Cobalah untuk beristirahat sesering mungkin di jeda-jeda kontraksi. Mengejanlah hanya saat tim medis menginstruksikan Anda untuk melakukannya. Hal ini akan berlangsung terus menerus, dengan tim medis memantau posisi si jabang bayi, hingga bayi Anda akhirnya keluar dari vagina dan lahir ke dunia.

Tahap Ketiga (Keluarnya Plasenta)

Tahap melahirkan normal yang terakhir akan dimulai sesaat setelah seluruh tubuh bayi Anda keluar utuh dari vagina. Tahapan ini akan melibatkan keluarnya plasenta, alias tali pusar, setelah kelahiran bayi. Kontraksi ringan akan terjadi, guna membantu dan memicu terpisahnya plasenta dari dinding rahim dan membawanya keluar melalui vagina. Dokter akan membantu Anda menggunting plasenta setelah bagian ini keluar.

Nah, itu dia tahap melahirkan normal yang harus Anda ketahui dalam menghadapi hari besar yang sudah ada di depan mata. Tetap jaga kesehatan, dan semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi