Sudahkah Anda Mengenal  Prosedur Sewa Rahim?

Prosedur sewa rahim

Prosedur sewa rahim, penyebab seorang wanita memilih prosedur sewa rahim biasanya masalah utamanya karena kemandulan. Ada dua tipe surrogate (rahim pengganti) yang digunakan dalam sewa rahim yaitu Traditional surrogate dan Gestational surrogates. Kemudian,  dan pasangan harus memperhatikan aturan-aturannya terlebih dahulu.

 

Go Dok – Bagi masyarakat Indonesia, menyewa rahim mungkin bukanlah hal yang terlalu populer. Bahkan, masih ada beberapa kalangan yang menganggap hal ini tabu, meskipun masih layak untuk diperbincangkan. Namun, prosedur sewa rahim sudah dianggap legal di luar negeri, dan lebih dari 20 tahun lalu, telah dilahirkan bayi pertama dari prosedur rahim pengganti (surrogate).

Pasalnya, sudah banyak pula pasangan yang ingin memiliki buah hati namun terkendala masalah kesehatan rahim, maupun usia. Nah, lalu apa sajakah serba-serbi prosedur sewa rahim yang harus diketahui? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Mengapa seorang wanita memilih prosedur sewa rahim?

Tentu pada dasarnya semua wanita ingin mengandung dan menyusui buah hatinya sendiri. Namun, ada saja wanita-wanita yang kurang beruntung dalam hal ini dan memiliki berbagai masalah kesehatan yang menyebabkannya sulit hamil. Tak hanya dari si wanita, kadang masalah juga datang dari pasangannya. Berikut adalah beberapa penyebab seorang wanita memilih melakukan prosedur sewa rahim :

  • Masalah kesehatan pada rahim atau tuba falopi
  • Masalah atau gangguan pada saat pembuahan
  • Gangguan sistem imun yang membahayakan sel sperma maupun sel telur
  • Ketidakmampuan sperma untuk memasuki rahim atau bertahan pada dinding rahim
  • Masalah kemandulan lainnya yang tak dapat dijelaskan.

Bagi pasangan yang memiliki masalah seperti yang disebutkan di atas, maka kemungkinan besar tak ada pilihan lain bagi mereka. Pasalnya, meskipun melakukan inseminasi buatan dan meletakkan embrio di rahim sendiri, tingkat keberhasilannya akan lebih rendah dibandingkan menyewa rahim wanita lain dan mengembangkan embrio di dalamnya.

Bagaimana prosedur sewa rahim yang dilakukan?

Sejatinya, prosedur sewa rahim akan berbeda-beda, tergantung dengan negara atau lokasi di mana Anda berada. Namun, perlu diingat bahwa ini adalah pilihan yang amat serius, dan pastikan Anda dan pasangan telah mendiskusikan hal ini secara matang dan memang bertekad melakukannya. Ada dua tipe surrogate (rahim pengganti) yang digunakan dalam sewa rahim :

  • Traditional surrogate,yaitu di mana perempuan yang rahimnya disewa, secara artifisial menerima sperma dari pasangan Anda (seperti inseminasi buatan di rahim perempuan lain). Lalu, jika berhasil, embrio akan terbentuk dan berkembang di dalam rahim sewaan tersebut, hingga kemudian dilahirkan. Dengan cara ini, perempuan yang rahimnya Anda sewa adalah ibu biologis dari anak Anda, karena sel telur yang dipakai bukanlah milik Anda.

  • Gestational surrogates,yaitu Anda dan pasangan akan menggunakan suatu teknik yang dinamakan “in vitro fertilization”, yang memungkinkan untuk mengambil sel telur Anda, sel sperma suami Anda. Sel sperma akan membuahi sel telur Anda di luar rahim, sebelum kemudian ditanamkan pada rahim milik perempuan lain. Rahim sewaan akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya embrio buah hati Anda, hingga dilahirkan.
Bagaimana cara memilih rahim sewaan?

Tentu Anda harus berhat-hati dalam memilih wanita yang akan menyewakan rahimnya sebagai tempat tumbuh si calon buah hati. Pilihan pertama bisa jatuh pada saudara atau kerabat dekat Anda dan suami. Hal ini memang sedikit kontroversial, dan tentu Anda tidak dianjurkan memilih perempuan yang ikatan darahnya terlalu dekat dengan Anda ataupun pasangan.

Namun, memilih kerabat dekat akan lebih membuat Anda merasa nyaman, lebih dipercaya karena adanya ikatan keluarga, dan tentu lebih murah dibandingkan menyewa rahim wanita lain. Namun, jika Anda lebih nyaman menggunakan rahim wanita di luar lingkungan keluarga, Anda bisa menghubungi agensi sewa rahim atau rumah sakit yang memang menyediakan layanan prosedur sewa rahim.

Keduanya akan memiliki kontak dengan wanita yang memang mau menyewakan rahim. Harganya tentu akan jauh lebih mahal, dan akan didiskusikan lebih lanjut setelah Anda dipertemukan dengan mereka.

Apa saja syarat melakukan prosedur sewa rahim?

Tentu ada aturan-aturan tertentu dalam memilih perempuan yang akan menyewakan rahimnya untuk Anda, yaitu :

  • Setidaknya sudah berusia 21 tahun
  • Sudah pernah melahirkan setidaknya satu bayi yang sehat, sehingga ia sudah mengerti risiko kesehatan serta ikatan emosional dari mengandung dan melahirkan bayi.
  • Telah melewati serangkaian tes psikologis yang dilakukan oleh spesialis kesehatan mental
  • Setuju untuk menandatangani kontrak mengenai peran dan tanggung jawabnya dalam kehamilan, dan setuju untuk memberikan bayinya pada Anda setelah melahirkan.
  • Telah melalui serangkaian tes kesehatan, yang termasuk tes terhadap penyakit menular, seperti sifilis, gonorea, clamidia, HIV, serta Hepatitis. Serta tes kesehatan lainnya untuk memastikan kekebalannya terhadap cacar, rubella, dan campak.

Nah, itu dia serba-serbi prosedur sewa rahim yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi dengan dokter seputar kesehatan Anda  kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi