Struma; Penyebab, Gejala, dan Penanganan

struma

Struma merupakan pembesaran kelenjar tiroid pada leher yang menyebakan kelainan pada fungsi hormonal dan susunan sel. Ketika kelenjar ini membesar, dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kesulitan bernapas dan berbicara, hingga gangguan pada fungsi pencernaan.

Mengenal struma

Struma adalah pembesaran abnormal kelenjar tiroid yang ada di leher. Pembesaran ini dapat disebabkan adanya kelainan fungsi hormonal ataupun kelainan dari susunan sel semata -tanpa adanya kelainan dari fungsi hormonalnya.

Struma yang terjadi dapat menimbulkan beberapa dampak bagi tubuh dikarenakan posisinya di leher bagian depan. Jika terjadi pembesaran maka akan menimbulkan pendesakan ke saluran pencernaan, saluran pernafasan, dan pita suara yang berimplikasi adanya kesulitan untuk mencerna makanan, bernapas, dan berkomunikasi (berbicara). Jika hal ini terus berlangsung, maka akan terjadi gangguan pasokan oksigen, nutrisi, cairan, dan keseimbangan elektrolit tubuh.

Struma dapat terjadi pada kelenjar yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroid), terlalu sedikit menghasilkan hormon tiroid (hipotiroid), maupun pada kadar hormon yang normal (eutiroid). Hampir sepertiga dari seluruh kasus struma umumnya merupakan individu yang tinggal di area defisiensi iodine, yaitu umumnya di daerah pegunungan. Pada area yang cukup dengan pasokan iodine, apabila individu tersebut menderita struma, maka umumnya penderita tersebut memiliki penyakit autoimun.

Melalui deteksi sedini mungkin dan pengobatan yang benar, pasien dengan kelainan tiroid dapat memperoleh pengobatan yang adekuat sehingga mengurangi risiko kematian, adanya kekambuhan serta mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Penyebab

Terdapat beberapa penyebab timbulnya penyakit. Namun, umumnya penyebab untuk penyakit ini disebut sebagai zat goitrogenik. Zat goitrogenik merupakan zat atau bahan kimia yang dapat mengganggu pembentukan dan metabolisme dari tiroid. Adapun beberapa bahan makanan yang memiliki zat goitrogen cukup tinggi adalah kol, lobak, singkong, dan beberapa obat-obatan. Dilaporkan pula terdapat adanya resiko terjadinya tiroid ketika pernah terpapar dengan penggunaan radiasi ataupun radioaktif.              

Faktor risiko

Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya suatu struma adalah penduduk yang tinggal di daerah pegunungan, dimana air minumnya sangat kurang kandungan yodiumnya. Seperti kejadian di Indonesia, dilaporkan banyak penduduk daerah dataran tinggi di Minangkabau, Jawa, Bali serta Sulawesi menderita struma akibat kekurangan zat yodium.

Gejala

Pada kasus struma -dimana terdapat adanya pembesaran pada leher sehingga menyebabkan gejala penekanan pada struktur area leher, umumnya akan ditemukan beberapa gejala berupa sulit menelan, batuk, gangguan pernapasan, perasaan seperti sesak pada tenggorokan, suara serak, sampai komplikasi yang lebih serius seperti terjadinya penekanan pembuluh darah di leher.

Pada kasus hipotiroid, khususnya pada anak dapat menyebabkan kelemahan secara general, penurunan fungsi kepandaian, gangguan pertumbuhan serta perkembangan. Sedangkan, pada orang dewasa dapat ditemukan keluhan cepat lelah hingga penurunan kesadaran, berat badan naik, sulit buang air besar, dan gangguan siklus haid.

Pada kasus hipertiroid, dapat menyebabkan penurunan berat badan secara cepat, peningkatan nafsu makan akibat dari perubahan metabolik, tidak tahan terhadap panas, sering berkeringat, gemetar, kulit lembab, dan jantung yang selalu berdebar-debar.

Diagnosis

Dokter dapat menentukan diagnosis seseorang melalui wawancara medis (anamnesis), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada wawancara medis pasien dengan hipotiroid umumnya mengeluhkan gejala letih dan lemas, tubuh terasa dingin, rambut rontok, kesulitan konsentrasi, dan daya ingat yang buruk, pertambahan berat badan tetapi nafsu makan buruk. Pada hipertiroid umumnya pasien mengeluhkan tidak tahan panas dan berkeringat, berdebar-debar, letih, dan lemah pada otot, penurunan berat badan walau nafsu makan baik.

Dari pemeriksaan fisik, saat pasien di minta mencoba untuk melakukan gerakan menelan akan terlihat menurunnya pergerakan di daerah leher, pembesaran di area leher, adanya pembuluh darah yang terlihat jelas, dan mungkin adanya rasa nyeri saat dilakukan pemerikaan.

Pemeriksaan lanjutan dapat menggunakan cek laboratorium untuk mengukur kadar hormon tiroid di dalam darah yaitu kadar TSH, FT4 (free thyroxine), dan FT3 (free triiodothyronine). Pemeriksaan lainnya adalah dengan penggunaan jarum untuk mengambil sample jaringan tiroid dan melihatnya di bawah mikroskop serta dapat pula dilakukan pemeriksaan USG.

Penanganan

Terapi dapat dilakukan dengan pemberian obat maupun dengan cara pembedahan. Pengobatan umumnya dilakukan dengan pemberian hormone dan obat-obatan anti tiroid yang daat menekan produksi hormon tiroid. Terapi ini dinilai cukup efektif dan aman, namun obat ini hanya berefek pada beberapa pasien saja dan bila di gunakan secara jangka panjang akan banyak sekali efek samping yang mungkin ditimbulkannya.

Sedangkan pembedahan untuk mengurangi jaringan tiroid harus dilakukan atas indikasi yang tepat, yaitu tidak beresponsnya keadaan pasien terhadap pengobatan lainnya, dengan mempertimbangkan kondisi pasien serta pencegahan komplikasi yang adekuat.

Komplikasi

Pasien struma memiliki komplikasi yang lebih serius seperti penekanan pembuluh darah di daerah leher, komplikasi jantung, osteoporosis, mata dan kulit kering, serta kondisi yang paling berbahaya, yaitu thyrotoxic crisis. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kejang dan kematian seketika pada pasien

Pencegahan

Setelah diketahui bahwa yodium memegang peranan penting, maka berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk pencegahan, yaitu menggunakan garam beryodium ketika memasak, konsumsi makanan beryodium tinggi seperti ikan laut, dan memberikan suplement minyak beryodium pada penduduk yang tinggal di dataran tinggi.

Setelah dilakukan pengobatan dan sembuh dari struma diharapkan pasien tetap melakukan pengobatan secara rutin dan kontrol berkala untuk memastikan ada tidaknya kekambuhan dan penyebaran dari penyakit. Hal tersebut sangat berguna untuk menekan timbulnya komplikasi dan angka kecacatan serta kematian.

 

Baca juga:

 

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

HWT/PJ/TP

Referensi