Spironolactone ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Spironolactone

Spironolactone adalah diuretik hemat kalium yang mencegah tubuh Anda menyerap terlalu banyak garam dan menjaga kadar kalium (salah satu elektrolit penting tubuh) Anda agar menjadi tidak terlalu rendah.

Nama Generik

Spironolactone

Merek Dagang

Aldactone; Carpiaton; Letonal; Pospiron; Spirola; Spirolactone.

Pengertian

Spironolactone adalah diuretik hemat kalium yang mencegah tubuh Anda menyerap terlalu banyak garam dan menjaga kadar kalium (salah satu elektrolit penting tubuh) Anda agar menjadi tidak terlalu rendah. Spironolactone digunakan untuk mengobati gagal jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), atau hipokalemia (kadar kalium rendah dalam darah).

Spironolactone juga mengobati retensi cairan atau pembengkakan (edema) pada orang dengan gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau gangguan ginjal yang disebut sindrom nefrotik. Spironolactone juga digunakan untuk mendiagnosis atau mengobati kondisi di mana Anda memiliki terlalu banyak aldosteron  dalam tubuh Anda.

Aldosterone adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal (kelenjar di atas ginjal) Anda untuk membantu mengatur keseimbangan garam dan air dalam tubuh Anda.

Golongan

Diuretik Hemat Kalium, Antagonis Reseptor Aldosteron; Agen kardiovaskular

Golongan Obat

K (Obat keras)

Sediaan

  • Tablet 25 mg
  • Tablet 100 mg.

Indikasi

Dosis untuk pemberian secara oral (tablet)

  • Acne vulgaris (jewarat)
    • Dosis dewasa: 50 hingga 200 mg per oral setiap hari; durasi rata-rata terapi 10 bulan.
  • Sirosis hati – Edema
    • Dosis dewasa: Awal, 75 mg/hari secara oral baik dalam dosis tunggal atau terbagi; titrasi perlahan, jika dosis di atas 100 mg/hari diperlukan, gunakan formulasi produk yang berbeda. Ketika menggunakan sebagai agen tunggal untuk diuresis, gunakan setidaknya 5 hari sebelum dosis titrasi.
  • Nefropati diabetik – Proteinuria
    • Dosis dewasa: Awal, 25 mg/hari secara oral ditambahkan ke terapi standar dengan obat antidiabetes/renoprotektif/antihipertensi.
  • Edema – Sindrom nefrotik
    • Dosis dewasa: Awal, 100 mg/hari secara oral (kisaran 25 hingga 200 mg/hari) dalam dosis tunggal atau terbagi. Ketika diberikan sebagai agen tunggal untuk diuresis, berikan setidaknya 5 hari sebelum meningkatkan dosis untuk mendapatkan efek yang diinginkan.
  • Gagal jantung, NYHA kelas III atau IV
    • Dosis dewasa: Serum kalium 5 mEq/L (5 mmol/L) atau kurang dan GFR yang diperkirakan lebih besar dari 50 mL/menit/1,73m2; Dosis awal, 25 mg secara oral sekali sehari; ditingkatkan menjadi 50 mg satu kali sehari jika diindikasikan secara klinis dan ditoleransi baik.
  • Hirsutisme
    • Dosis dewasa: 50 hingga 200 mg per oral setiap hari ATAU 200 mg/hari secara oral selama 20 hari per bulan; durasi terapi, beberapa bulan hingga 1 tahun.
  • Hyperaldosteronism
    • Dosis dewasa untuk persiapan untuk pembedahan: 100 hingga 400 mg / hari secara oral.
  • Hipertensi, Terapi tambahan
    • Dosis dewasa: Awal, 25 hingga 100 mg / hari secara oral dalam dosis tunggal atau terbagi; titrasi, dapat menyesuaikan pada interval 2 minggu. Dosis lebih besar dari 100 mg / hari umumnya tidak memberikan pengurangan tambahan dalam tekanan darah
    • Dosis anak: Awal, 1 mg/kg/hari dibagi sekali hingga dua kali sehari; maksimal 3,3 mg/kg/hari, hingga 100 mg/hari.

Catatan

  • Kriteria Beers: Gunakan hati-hati atau hindari penggunaan sebagai berpotensi tidak sesuai pada lanjut usia
  • Keamanan dan kemanjuran belum dapat ditentukan pada pasien anak.
  • Digunakan pada pasien anak dengan hiperaldosteronisme primer dan sebagai terapi tambahan hipertensi.

Kontraindikasi

Spironolactone sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Penyakit Addison
  • Penggunaan dengan eplerenone secara bersamaan
  • Hiperkalemia
  • Hipersensitivitas terhadap spironolactone dan komponen produk obat lainnya.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu.

Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping spironolactone yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Tanda-tanda masalah cairan dan elektrolit seperti perubahan suasana hati, kebingungan, nyeri atau kelemahan otot, detak jantung yang tidak terasa normal, sangat pusing atau pingsan, detak jantung cepat, lebih sering haus, kejang, merasa sangat lelah atau lemah, tidak lapar, tidak bisa untuk buang air kecil atau perubahan jumlah urin, mulut kering, mata kering, atau sakit perut yang sangat buruk atau muntah
  • Tanda-tanda masalah hati seperti urin berwarna gelap, merasa lelah, tidak lapar, sakit perut atau perut, kotoran berwarna terang, muntah, atau kulit atau mata kuning
  • Pusing yang sangat buruk atau pingsan
  • Diare
  • Kotoran hitam, lengket seperti tir, atau berdarah
  • Perubahan keseimbangan
  • Perubahan kemampuan seks
  • Demam atau kedinginan
  • Sakit tenggorokan
  • Muntah darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Bagi wanita, perubahan periode menstruasi. Kondisi ini termasuk banyak perdarahan, bercak, atau perdarahan di antara siklus
  • Untuk pria, payudara membesar.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengkonsumsi spironolactone. Jika memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda.

Kehamilan dan Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan yang belum dapat ditentukan

Pemberian spironolactone pada ibu menyusui biasanya kompatibel. Risiko terhadap bayi yang disusui tidak dapat ditentukan.

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengkonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap spironolactone
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Jika Anda mengalami salah satu masalah kesehatan ini: penyakit Addison, kadar kalium tinggi, atau penyakit ginjal
    • Jika Anda tidak bisa buang air kecil
    • Jika Anda mengkonsumsi eplerenone.
  • Hindari mengemudi dan melakukan tugas atau tindakan lain yang membutuhkan kewaspadaaan sampai Anda melihat bagaimana efek obat ini terhadap diri Anda
  • Obat ini dapat mempengaruhi tes laboratorium tertentu. Pastikan dokter dan pekerja laboratorium tahu Anda menggunakan obat ini
  • Jika sedang menjalani diet rendah garam atau bebas garam, diskusikan dengan dokter Anda
  • Kadang-kadang unsur (kalium) dalam darah dapat meningkat. Kondisi ini bisa mematikan jika tidak ditangani dengan baik. Risiko terbesar pada orang-orang dengan gula darah tinggi (diabetes), penyakit ginjal, penyakit yang sangat buruk, dan/atau pada lanjut usia. Dokter Anda akan melakukan pengawasankepada secara dekat untuk mengubah dosis agar sesuai dengan kebutuhan tubuh
  • Jika ingin mengonsumsi pengganti garam yang mengandung kalium, diuretik hemat kalium, atau kalium, diskusikan dengan dokter Anda
  • Bicarakan dengan dokter sebelum Anda minum anggur, bir, atau minuman campuran.
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih, gunakan obat ini dengan hati-hati. Anda bisa mengalami lebih banyak efek samping
  • Katakan kepada dokter jika Anda hamil atau berencana untuk hamil
  • Katakan kepada dokter jika Anda menyusui.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat.

Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan spironolactone telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengkonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan spironolactone. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Triamterene
    • Eplerenone
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • NSAIDS
    • Angiotensin Converting Enzyme Inhibitors
    • Digoxin
    • Arginine
    • Sotalol
    • Potassium
    • Lithium
    • Levomethadyl
    • Droperidol
    • Arsenic Trioxide
    • Trimethoprim
    • Indomethacin
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan  dalam tingkat sedang)
    • Digitoxin
    • Gossypol
    • Licorice
    • Warfarin
    • Cyclosporine
    • Ma Huang
    • Yohimbine
    • Aliskiren
    • Morphine
    • Oxycodone
    • Candesartan
    • Telmisartan
    • Irbesartan
    • Valsartan
    • Losartan.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersama an  dalam tingkat ringan)
    • Fludorocortisone.

Penyimpanan

Untuk sediaan tablet simpan pada suhu ruangan (20-30°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga :

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

JJ/MA

Referensi