Yang Akan Terjadi Jika Sering Mengonsumsi Jamu Kuat

Mengonsumsi jamu kuat

Mengonsumsi jamu kuat sering kali dijadikan alternative oleh pasangan suami istri untuk meningkatkan gairah seksualnya. Namun, sebaiknya berhati-hatilah. Pasalnya, beberapa produk mengandung kombinasi beragam bahan dan memiliki dosis sangat tinggi yang membahayakan tubuh.

Go Dok Mengonsumsi jamu kuat demi meningkatkan gairah seksual di Indonesia memang sudah tak aneh lagi. Namun, sebenarnya belum ada bukti konkrit bahwa suplemen untuk lelaki tersebut memang terbukti ampuh dalam mengatasi permasalahan seksual tersebut.

Pengaruh kesehatan dari regulasi dosis dan bahan dalam produk jamu kuat dan sebagainya belum begitu jelas. Bahkan, kebanyakan justru memiliki potensi yang berbahaya bagi kesehatan. Agar tak salah lagi, yuk simak info lengkapnya di bawah ini!

Berikut informasi seputar bahaya mengonsumsi jamu kuat!

Kandungan Berbahaya

Terdapat banyak suplemen yang dielu-elukan dapat meningkatkan gairah seksual ternyata mengandung bahan obat-obatan atau kandungan berbahaya. Beberapa produk mengandung kombinasi beragam bahan dan memiliki dosis sangat tinggi yang dapat membahayakan tubuh. Terlebih lagi, bahan-bahan berbahaya tersebut tidak dapat diketahui konsumen sebab tidak disertakan dalam kemasannya.

Bahan obat-obatan yang terkandung dalam suplemen jamu atau obat kuat dapat menghasilkan reaksi berbahaya jika bercampur dengan resep obat dari dokter. Obat yang mengandung nitrat dapat menurunkan tekanan darah dengan drastis jika bercampur dengan kandungan reaktif  dalam suplemen. Hal ini dapat berujung pada efek samping serius bagi para pengonsumsinya.

Sebuah studi menemukan bahwa 81% sampel tes jamu atau obat kuat di AS dan Asia mengandung phosphodiesterase-5-inhibitors atau PDE5I, pengobatan untuk menangani impotensi. Bahayany banyak pria yang mengonsumsi jamu kuat tanpa pengawasan dokter sehingga dikonsumsi secara idak teratur dan dosis yang tidak benar.

Pasien yang menderita penyakit jantung, misalnya, tidak boleh mengonsumsi PDE5I karena dapat mengakibatkan tekanan darah menurun ke tingkat yang tidak aman. Pria dengan kerusakan hati atau penyakit ginjal stadium akhir yang membutuhkan dialisis juga harus menghindari produk berkandungan PDE5I.

Di sisi lain, jamu kuat mengandung banyak bahan alami yang sebenarnya tidak tepat. Misalnya, jamu yang mengandung ginkgo biloba dapat mengakibatkan sakit kepala, kejang, dan pendarahan, apalagi jika dikonsumsi berbarengan dengan Coumadin. Kandungan ginseng dalam jamu kuat dapat menimbulkan sakit kepala, sakit perut, konstipasi, ruam, insomnia, dan menurunkan tingkat gula darah yang berisiko bagi penderita diabetes.

Disfungsi Ereksi

Pria yang menderita disfungsi ereksi mungkin lebih sering mengonsumsi jamu kuat untuk meningkatkan gairah seksualnya. Para akademisi telah meneliti beragam pengobatan herbal untuk disfungsi ereksi, tetapi belum ada bukti jelas yang membenarkan efektivitas dan keamanan konsumsi jamu atau obat kuat tersebut untuk disfungsi ereksi.

Di samping itu, menurut Liu Z. Dan Chen P. (2018) dalam penelitiannya, mengonsumsi jamu kuat berjenis beras ragi merah dapat menurunkan sebagian besar komponen lemak darah. Selama masa konsumsi, pasien penelitian mengalami disfungsi ereksi dan penurunan hasrat seksual yang drastis. Simtom disfungsi ereksi tersebut kemudian menurun dan hilang setelah pasien berhenti mengonsumsi beras ragi merah selama 5 minggu.

Jamu kuat masih diklasifikasikan sebagai makanan alih-alih obat. Keamanan produk pun masih bergantung kepada para perusahaan manufaktur yang bertanggung jawab atas kemurnian dan kemanjuran produk. Associate Profesor urologi dan penulis senior Dr. Ryan Terlecki menyatakan bahwa suplemen natural tertentu yang ditelitinya tidak menjanjikan peningkatan disfungsi seksual yang berarti.

Jadi, jika Anda masih menjatuhka pilihan untuk mengonsmsi jamu kuat dalam meningkatkan gairah seksual, sebaiknya lebih perhatikkan lagi kandungan dalam jamu tersebut agar tidak membahayakan kesehtan Anda. Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.