Serba-Serbi Terjadinya Mood swing Saat Hamil

Mood swing Saat Hamil 

Mood swing Saat Hamil paling umum terjadi di masa trimester pertama, alias 3 bulan pertama kehamilan. Di masa ini, Anda akan merasakan berbagai macam emosi, mulai dari rasa bahagia, grogi, cemas, gembira, marah, kesal, hingga lelah. Sebenarnya, apa penyebab terjadinya mood yang tidak menentu saat hamil?

 

Go Dok – Meskipun mungkin terjadi dalam kurun waktu yang berbeda-beda, setiap wanita hamil hampir pasti mengalami mood swing, atau pergejolakan suasana hati. Saat hal ini terjadi, suasana hati Anda tidak akan menentu. Bisa saja, di satu waktu Anda tertawa bahagia karena suatu lelucon, namun segera setelahnya Anda menangis tersedu-sedu tanpa sebab yang jelas. Hal ini tidak hanya membuat Anda merasa bingung, namun juga membuat orang-orang di sekitar Anda pusing tujuh keliling! Apa sih sebenarnya penyebab mood swing saat hamil? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Kapan biasanya terjadi mood swing saat hamil?

Waktu paling umum terjadinya mood swing adalah di masa trimester pertama, alias 3 bulan pertama kehamilan Anda. Di masa ini, Anda akan merasakan berbagai macam emosi, mulai dari rasa bahagia, grogi, cemas, gembira, marah, kesal, hingga lelah. Meskipun Anda juga merasa senang akan memiliki bayi, namun keadaan ini juga bisa menambah rasa stres dan emosional dalam hidup Anda. Hal ini biasanya akan membaik saat Anda memasuki trimester kedua, dan akan jauh berkurang saat kehamilan Anda memasuki trimester ketiga.

Namun, tentunya setiap wanita berbeda. Ada pula yang kecemasan dan kegelisahannya justru bertambah seiring semakin dekatnya waktu kelahiran si buah hati. Untuk mengatasinya, dukungan dan kesabaran dari suami, keluarga, dan pihak-pihak terdekat Anda sangat dibutuhkan. Dan jika kondisi ini memburuk hingga membuat Anda depresi, mungkin ada baiknya Anda menghubungi psikolog atau dokter spesialis kandungan.

Mengapa mood swing saat hamil bisa terjadi?

Penyebab paling pertama dari terjadinya mood swing saat hamil tentu adalah peningkatan produksi hormon dalam tubuh Anda. Saat Anda dibuahi, kadar hormon estrogen dan progesterone di dalam darah akan meningkat. Hal ini sejatinya merupakan cara tubuh Anda dalam mempersiapkan diri untuk menjalani kehamilan. Namun, di saat yang bersamaan, peningkatan kadar hormon juga memperngaruhi suasana hati, sehingga Anda menjadi lebih mudah menangis dan merasa lebih sensitif.

Pasalnya, emosi Anda sebagian besar dikontrol oleh hormon, dan saat hamil, produksinya yang berlebih membuat reaksi Anda terhadap suatu kejadian tidak sama seperti saat sebelum hamil. Misalnya, sebelum hamil, menyaksikan berita kematian tragis mungkin hanya akan membuat Anda sedih dan kasihan. Namun saat hamil, Anda akan menangis meraung-raung menyaksikan berita ini.

Namun, apakah perubahan suasana hati di masa kehamilan hanya dipengaruhi oleh hormon? Ternyata tidak. Saat mood swing terjadi, hormon bukanlah pemicu satu-satunya. Dr. frank Ling, seorang profesor dan Chairman of Obstetrics and Gynecology di University of Tenesse, mengatakan bahwa perubahan emosi bisa dipicu oleh hal selain hormon. Salah satu pemicu lain tersebut adalah ketidaknyamanan fisik di masa kehamilan, seperti morning sickness, melembut dan membesarnya payudara, dan konstipasi. Hal-hal tersebut bisa membuat Anda merasa sedih, dan memicu mood swing saat hamil.

Untuk meringankan penderitaan wanita hamil, suami dan keluarga diharapkan bisa menenangkan dan bersabar dalam menghadapi hal ini. Berilah perhatian lebih setiap harinya, sehingga istri tidak merasa sendirian menghadapi kehamilannya.

Nah, itu dia serba-serbi mood swing saat hamil yang bisa bermanfaat untuk Anda. Mungkin Anda mengira bahwa hal ini hanya akan terjadi pada kehamilan pertama. Namun, hampir setiap wanita mengalami mood swing lagi dan lagi, bahkan di kehamilan kedua dan ketiganya. Jadi, persiapkan diri Anda!

Baca juga:

Dapatkan tips-tips kesehatan lainnya dari Tim dokter, langsung dari Smartphone. Yuk, Download aplikasi Go Dok.

SF/PJ/MA

Referensi