Gangguan Psikologis Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

OCD

OCD (Obsessive Compulsive Disorder) merupakan gangguan psikologis yang memicu penderitanya menunjukkan perilaku obsesif-kompulsif. Lebih jelasnya, OCD menyebabkan penderitanya melakukan sesuatu secara kompulsif -atau berulang- karena takut akan sesuatu yang tidak masuk akal. 

Go Dok – Pernahkah Anda menonton film berjudul “The Aviator”? Film yang dibintangi oleh aktor tampan Leonardo DiCaprio ini mengisahkan alur hidup Howard Hughes; seorang pionir di dunia penerbangan yang menderita Obsessive Compulsive Disorder. Di sepanjang film ini, Anda dapat melihat tokoh Howard Hughes berjuang keras melawan OCD karena gangguan mental ini terbukti memengaruhi kehidupan serta kariernya. Lalu, apa sih Obsessive Compulsive Disorder itu?

Sekilas tentang OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

OCD (Obsessive Compulsive Disorder) merupakan gangguan psikologis yang memicu penderitanya menunjukkan perilaku obsesif-kompulsif. Lebih jelasnya, kondisi ini menyebabkan penderitanya melakukan sesuatu secara kompulsif -atau berulang- karena takut akan sesuatu yang tidak masuk akal (obsesif).

Nah, dalam film “The Aviator”, Anda dapat melihat karakter utama melakukan perilaku kompulsif, yaitu mencuci tangan secara berulang-ulang -bahkan hingga berdarah- hanya karena ia takut terpapar bakteri yang didapat dari proses berjabatan tangan. Mengerikan!

Mungkin Anda berfikir, “Apa susahnya, sih, untuk berhenti melakukan kegiatan kompulsif?”. Bagi orang kebanyakan, perilaku penderita OCD memang dianggap berlebihan serta tidak masuk akal.

Namun, bagi mereka yang menderita kelainan ini, berhenti melakukan kegiatan kompulsif sangatlah susah -bahkan mustahil- dilakukan. Mengapa? Sebab, para penderita  akan merasa cemas serta takut sesuatu yang buruk terjadi jika tidak melakukan sesuatu secara berulang.

OCD disebabkan oleh…

Nah, dari penjelasan singkat di atas, Anda tentu dapat memahami bahawa Obsessive Compulsive Disorder sudah seharusnya dianggap sebagai gangguan psikologis yang berbahaya serta memerlukan penanganan yang cepat dan tepat.

Tapi, apa sebenarnya yang memicu timbulnya OCD? Berikut penjelasan lengkapnya:

– Faktor keturunan

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa OCD dapat diderita karena adanya faktor genetik. Apalagi jika kedua atau salah satu orangtua terbukti menderita OCD, maka besar kemungkinan anak akan menderita pula; sebab gen memengaruhi perkembangan otaknya

– Ketidaknormalan pada otak

Beberapa ahli mencurigai bahwa ketidakseimbangan jumlah hormon serotonin dalam otak turut memengaruhi risiko seseorang menderita gangguan ini. Serotonin sendiri merupakan hormon yang berfungsi sebagai neotransmitter (penghantar sinyal antara sel-sel syaraf   atau neuron).

– Trauma

Terakhir, OCD juga dapat disebabkan oleh trauma masa lalu. Kenangan buruk dapat memicu seseorang untuk melakukan kegiatan kompulsif demi menghindari terulang kembalinya kejadian yang tidak diinginkan.

Perilaku umum OCD

Dari banyaknya kasus, dapat ditarik beberapa perilaku umum yang ditunjukkan oleh penderita, seperti:

  • Mencuci tangan secara berulang  
  • Mengecek atau memeriksa sesuatu secara terus menerus
  • Sangat terorganisir; hingga mengurutkan segala sesuatu berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran
  • Merasa khawatir atau cemas berlebih akan kebersihan anggota tubuh dan lingkungan sekitarnya.

Atasi serta minimalisir OCD dengan cara…

Jangan anggap sepele jika Anda atau anggota keluarga menderita gangguan ini! Sebab, dalam banyak kasus, kondisi ini seringkali menyebabkan penderitanya terkucil dan terasing karena hubungan sosialnya dengan lingkungan sekitar terganggu.

Karenanya, segera berkonsultasi dengan dokter atau psikiater demi mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk mengobatinya, Anda biasanya akan dihadapkan pada dua jenis pengobatan, yaitu CBT (Cognitive Behavioral Therapy) serta penggunaan obat-obatan psikoterapi tertentu.

Selain itu, Anda juga dapat meminimalisir risiko kambuhnya OCD dengan rutin melakukan meditasi. Langkah ini dianggap efektif karena dapat mengurangi rasa cemas serta depresi.

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.