Serba Serbi Gusi Bengkak pada Anak

Gusi bengkak pada anak

Gusi bengkak pada anak penyebab utamanya kurang terjaganya kebersihan gigi dan mulut. Meski begitu, beberapa penyakit lain juga bisa meningkatkan risiko anak terkena gusi bengak, seperti diabetes, Kindler Syndrome, serta Down Syndrome.

Go DokBunda, salah satu hal penting yang tidak boleh Anda abaikan adalah perihal kesehatan gigi dan gusi si kecil. Ya, di masa kanak-kanak hingga remaja, tahap perkembangan gigi dan gusi anak memasuki masa-masa penting.

Di kala ini pula, anak akan mulai mengonsumsi lebih banyak hal dibandingkan dengan saat masih balita, dan karenanya memiliki risiko infeksi yang lebih besar. Nah, salah satu masalah kesehatan yang bisa terjadi adalah gusi bengkak pada anak. Apa sajakah hal yang memicu kondisi ini? Bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas tentang gusi bengkak

Gusi bengak merupakan suatu kondisi di mana beberapa area pada gusi anak menjadi menggembung lebih besar, dan juga memerah. Tidak jarang, kondisi ini disertai rasa sakit yang membuat si kecil menjadi kehilangan nafsu makan dan mengeluarkan liur lebih banyak.

Jika mengalami kondisi ini, baiknya Anda segera memeriksakan anak ke dokter gigi, guna mendapatkan perawatan yang tepat.

Apa penyebab gusi bengkak pada anak?

Kondisi ini bisa mulai muncul di waktu kanak-kanak, dan berlanjut hingga dewasa. Penyebab utama dari gusi bengkak pada anak adalah kurang terjaganya kebersihan gigi, gusi, dan mulut.

Meski begitu, beberapa penyakit lain juga bisa meningkatkan risiko anak terkena gusi bengak, seperti diabetes, Kindler Syndrome, serta Down Syndrome. Selain itu, gusi bengkak pada anak juga bisa terjadi karena luka pada gusi, sariawan, atau efek dari tumbuhnya gigi.

  • Gingivitis

Umumnya, kondisi ini juga merupakan pertanda dari penyakit gingivitis, yang gejala utamanya adalah gusi bengkak. Selain itu, gejala yang muncul juga bisa termasuk nafas tak sedap, gusi berdarah, dan berwarna kemerahan.

Anak juga akan kehilangan nafsu makan dan sensitif saat gusinya disentuh. Penyebabnya adalah infeksi virus atau bakteri. Kondisi ini merupakan penyakit gusi yang umum dialami anak, namun jika tak diatasi segera bisa berlanjut menjadi Periodontitis.

  • Gingivostomatis

Gingivostomatis adalah suatu infeksi yang umum dialami anak pada mulut dan gusi. Seperti gingivitis, gejala utamanya adalah pembengkakan pada gusi atau mulut. Seringkali, ada pula gejala tambahan berupa lesi yang seperti sariawan, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Kondisi ini pun umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, yang terkait dengan minimnya perawatan dan kebersihan pada gigi dan mulut. Jika mengalaminya, anak juga akan merasa kesakitan dan menolak untuk minum.

Bagaimana cara mengobati dan mencegahnya?

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, cara terbaik untuk mengobati kondisi gusi bengkak pada anak adalah dengan memeriksakannya ke dokter gigi. Lakukan hal ini segera setalah anak menunjukkan gejala-gejalanya, ditambah dengan gusi berdarah dan nafas tak sedap. Dokter akan mendiagnosis penyebabnya, dan memberikan perawatan yang paling tepat.

Sedangkan untuk mencegah terjadinya gusi bengkak pada anak, Anda dapat mengikuti saran-saran berikut :

  • Menyikat gigi anak setidaknya dua hingga tiga kali sehari, terutama sehabis makan dan sebelum tidur
  • Bersihkan sela-sela gigi Anda setiap hari
  • Pergi memeriksakan dan membersihkan gigi dan mulut ke dokter gigi setiap enam bulan sekali
  • Rutin membersihkan aksesoris gigi, seperti kawat gigi lepas pakai guna mencegah penumpukan bakteri dan infeksi
  • Selalu perhatikan kesehatan gigi dan mulut Anda secara rutin, dan segera memeriksakannya jika ada sesuatu yang tidak biasa.

Nah, itu dia serba-serbi gusi bengkak pada anak dan cara pencegahannya. Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/JJ/MA

Referensi