Sehatkah Bertelanjang Kaki Sembari Berjalan Menginjak Kerikil?

Berjalan menginjak kerikil

Berjalan menginjak kerikil tanpa alas kaki, sehatkah? manfaat dari berjalan menginjak kerikil yang didefinisikan sebagai refleksologi, memang belum dapat dipastikan. Namun, studi-studi terbaru menunjukkan bahwa cara ini memang dapat menenangkan serta mengurangi rasa sakit.

 

Go DokKegiatan berjalan menginjak kerikil dengan bertelanjang kaki sudah lama dipercaya sebagai salah satu bentuk pijat refleksi yang menyehatkan. Praktik ini populer di berbagai kalangan, mulai dari paruh baya hingga lanjut usia. Sejak dulu, kepercayaan masyarakat Indonesia akan khasiat sehat dari berjalan kaki di atas batuan kerikil memang sudah tinggi. Namun, apa kata dunia medis mengenai praktik berjalan menginjak kerikil ? Benarkah hal ini memang menyehatkan kaki Anda? Untuk menjawabnya, yuk simak penjelasan lengkap mengenai hal tersebut, berikut ini!

Apa tujuan dari berjalan menginjak kerikil?

Banyak orang yang percaya bahwa berjalan telanjang kaki, di atas batuan kerikil merupakan salah satu bentuk refleksologi, yaitu sebuah teknik pengobatan tradisional Cina, dengan cara menekan suatu titik area pada kaki Anda. Hal ini bertujuan untuk mengumpulkan energi “chi”, yang mengalir ke seluruh tubuh melalui suatu jalur khusus.

Apa fakta medisnya?

Berdasarkan data medis, manfaat dari berjalan menginjak kerikil yang didefinisikan sebagai refleksologi, memang belum dapat dipastikan. Namun, studi-studi terbaru menunjukkan bahwa cara ini memang dapat menenangkan serta mengurangi rasa sakit.

Lalu, apa saja manfaat dari berjalan menginjak kerikil?

1. Menurunkan tekanan darah tinggi

Berdasarkan hasil sebuah studi di tahun 2005, yang diterbitkan dalam Journal of The American Geriatrics Society, orang-orang tua yang secara rutin berjalan di atas permukaan batuan kerikil putih halus memiliki tekanan darah lebih rendah daripada mereka yang tidak melakukannya. Perbedaan ini tampak setelah menjalani praktik tersebut selama 16 minggu, dengan berjalan selama 3 jam di tiap minggunya.

2. Melatih otot-otot kaki

Jangankan berjalan di atas hamparan kerikil halus, berjalan dengan bertelanjang kaki saja sebenarnya sudah bisa melatih otot-otot kaki Anda untuk menjadi lebih kuat. Berdasarkan sebuah hasil studi yang diterbitkan pada Jurnal The Foot di tahun 2007, ditemukan bahwa kaki Anda menjadi kurang sehat jika terlalu sering berjalan menggunakan sepatu. Jadi, jika Anda menyempatkan diri untuk berjalan bertelanjang kaki di atas jalan berkerikil, maka ini sama saja artinya dengan memberikan kaki Anda kesempatan menggunakan otot-ototnya secara penuh. Dengan cara ini, tentu kaki Anda menjadi lebih sehat dan otot-ototnya menjadi lebih kuat.

3. Meningkatkan kebugaran tubuh

Percayakah Anda bahwa berjalan menginjak kerikil dapat meningkatkan kebugaran tubuh?  Faktanya, sebuah  studi yang juga dilakukan pada tahun 2005, menunjukkan bahwa mereka yang rajin berjalan kaki di atas hamparan kerikil memiliki peningkatan yang signifikan dalam kesehatan mental serta fisik. Dalam studi ini, objek studi menunjukkan peningkatan tersebut setelah lebih dari 16 minggu melakukan praktik berjalan kaki di atas kerikil. Hebat, bukan?

4. Menghilangkan rasa lelah pada kaki

Terakhir, berjalan menginjak kerikil juga dapat menenangkan kaki Anda yang tengah lelah karena diajak berkegiatan seharian. Sebab, penekanan di area telapak kaki dengan terus menerus di atas batuan kerikil dapat membuat otot-otot kaki Anda lebih rileks.

Nah, itu dia manfaat dan fakta medis dari praktik berjalan menginjak kerikil yang kerap Anda lakukan. Semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi