Seberapa Penting Memakai Masker Penutup Hidung?

Memakai masker penutup hidung

Memakai masker penutup hidung sangatlah penting apabila dipakai dengan benar. Biasanya masker digunakan saat sedang sakit dan untuk melindungi diti dari polusi udara. Lalu, bagaimana cara menggunakan masker penutup hidung yang tepat?

 

Go Dok – Saat ini, penggunaan masker sudah menjadi bagian dari gaya hidup terlebih bagi Anda yang gemar beraktivitas di luar ruangan. Mengapa? Karena dulu umumnya orang menggunakan masker saat sedang bencana alam atau sedang sakit, namun kini orang menggunakannya untuk melindungi diri polusi udara hingga paparan sinar matahari.

Pada tahun 2008, International Journal of Infectious Diseases menyatakan bahwa mengenakan masker sangatlah efektif apabila dipakai dengan benar. Setelah itu, pada tahun 2009 masker pertama digunakan pada saat kejadian swine flu. Walaupun efektifannya diragukan, saat itu masker dipercaya dapat mencegah virus yang masuk lewat udara.

Benarkah jika penggunaan masker penutup hidung  nyatanya tidak efektif?

Pernyataan tersebut tidak semuanya benar, karena ada sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine mengatakan bahwa dari 400 orang yang terkena flu, namun jika memakai masker dengan cara yang benar dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini hingga 70%.

Jadi agar masker dapat bekerja maksimal, berikut langkah-langkah memakai masker yang harus Anda patuhi!

  1. Pakailah masker ketika Anda sedang berada di tempat umum dan jika sedang sakit.
  1. Apabila ingin mendekati orang yang sedang menderita penyakit, kira-kira satu hingga dua meter, pakailah masker.
  1. Pilihlah masker dengan tali yang dapat diikat sendiri agar mudah diposisikan dan dapat kemudian menutupi hidung, mulut dan dagu.
  1. Setelah dipakai, pastikan Anda tidak sering menyentuh masker hingga Anda melepasnya.
  1. Apabila flu Anda pergi ke dokter, pakailah masker agar tidak menular pada yang lainnya.
  1. Di saat Anda sudah selesai mengenakan masker, buanglah masker dan cuci tangan Anda.

Selanjutnya, sudahkah Anda tahu bahwa ada 2 pilihan masker yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan?

Lalu, bagaimana tipe masker yang ada di pasaran?

1. Facemask

Jenis ini adalah masker wajah yang paling banyak sering ditemui sehari-hari.

Tak hanya digunakan oleh para medis seperti dokter dan perawat di rumah sakit, masker jenis ini juga sering digunakan oleh masyarakan umum. Pada dasarnya masker ini menutupi bagian hidung dan mulut penggunanya dan melindungi diri dari berpindahnya partikel virus dalam debu, kotoran ataupun cairan tubuh. Yang perlu diingat, menurut penelitian Profesor Peter Leggat dari James Cook University’s School of Public Health and Tropical Medicine,  jangan gunakan masker wajah berulang-ulang  karena dengan sifat yang menyaring kotoran, debu atau kuman dari luar, masker dapat dengan mudah terkontaminasi. Jadi, pastikan masker yang sudah terpakai langsung dibuang, ya!

2. Respirator

Dikenal juga dengan masker N95, keunggulannya adalah dalam menyaring 95% partikel kecil di udara yang mengandung virus. Dengan rancangan yang melekat sempurna pada wajah respirator sangat direkomendasikan untuk mereka yang berkontak langsung pada penderita penyakit pernapasan yang akut atau influenza.

Selain memakai masker, beberapa studi menyarankan bahwa ada baiknya jika kita juga sering mencuci tangan karena memakai facemask ataupun respirator saja tidaklah cukup untuk melindungi diri dari penyakit. Nah, maka dari itu pastikan Anda selalu menjaga kebersihan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasinya di sini.

YC/PJ/MA

Referensi