Rupanya, Ini yang Menjadi Penyebab Benjolan di Belakang Telinga

benjolan di belakang telinga

Benjolan di belakang telinga dapat muncul karena disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari adanya jerawat dan infeksi, hingga menjadi gejala awal kanker getah bening. Penting untuk memeriksa tekstur dan kondisi benjolan, apakah terasa lunak atau keras dan menyakitkan jika disentuh.

 

Go Dok Ketika Anda merasakan adanya benjolan pada salah satu bagian tubuh, tentunya dapat menimbulkan rasa panik seharian. Tentu akan mengerikan jika kita menemukan suatu yang yang tidak normal pada bagian tubuh, apalagi jika berupa benjolan di belakang telinga, bisa saja membuat Anda sulit tidur semalaman.

Namun tenang saja, rupanya munculnya benjolan di belakang telinga merupakan hal yang cukup umum terjadi. Jika dipehartikan, benjolan dapat muncul dalam berbagai bentuk dan tekstur. Apakah terasa lunak atau keras. Lalu apakah terasa berisi seperti cairan maupun berupa daging utuh.

Nah, biasanya benjolan ini terbentuk akibat dari pembengkakan kelenjar yang disebut kelenjar getah bening aurikularis. Pembengkakan ini bisa disebabkan karena infeksi kulit atau telinga yang disebabkan oleh sakit seperti flu atau tenggorokan.

Beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan benjolan di belakang telinga!

1. Jerawat

Jerawat yang muncul di telinga dapat berkembang di mana pun akibat folikel rambut atau pori yang tersumbat. Jerawat cenderung berkembang karena adanya minyak (sebum) atau adanya kotoran yang tersumbat pada pori-pori dan kemudian meradang menjadi merah dan berjerawat.

2. Limfadenopati

Limfadenopati merupakan nama lain dari kelenjar getah bening yang membengkak. Seperti yang kita ketahui, kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem autoimun yang akan bereaksi jika ada patogen yang berbahaya dan menyebabkan infeksi.

Kelenjar getah bening tersebar di beberapa bagian tubuh, termasuk di lipatan ketiak, leher, dan belakang telinga. Akibat dari respon ini, wajar jika kelenjar getah bening jadi membengkak dan menimbulkan benjolan di belakang telinga.

3. Infeksi

Hampir setiap infeksi seperti pembengkakan di tenggorokan dapat menyebabkan benjolan di belakang telinga. Mononucleosis, merupakan salah satu penyakit pembengkakan pada tenggorokan. Tentunya, tingkat keparahan infeksi akan mempengaruhi seberapa besar dan kecilnya ukuran benjolan.

4. Kista

Bentuk utama dari kista yang dapat muncul pada belakang telinga adalah kista epidermoid. Kulit Anda terdiri dari beberapa lapisan sel yang tipis. Terkadang, sel-sel ini bergerak lebih dalam ke kulit dan mulai bereplikasi ketika mereka seharusnya jatuh. Nah, sel-sel ini membentuk dinding-dinding kista dan mulai mengeluarkan zat keratin.

5. Tumor

Pertumbuhan dari jaringan kelenjar ludah, tulang mastoid, atau kulit di belakang telinga bisa menjadi tumor. Hal ini terjadi ketika sel berkembang biak secara tak terkendali dan merusak diri sendiri pada akhir siklus hidup mereka. Tumor jinak sekalipun dapat mempengaruhi kualitas pendengaran seseorang atau menyebabkan kepala pusing.

6. Otitis media

Otitis media adalah istilah lain untuk infeksi telinga. Infeksi telinga biasanya terjadi akibat bakteri atau virus. Ketika infeksi terjadi, gejala ini dapat menyebabkan penumpukan cairan yang menyakitkan dan menyebabkan adanya pembengkakan di belakang telinga. Salah satu mengobati penyakit ini adalah antibiotik untuk meredakan gejala dan mengakhiri infeksi.

7. Kista sebaceous

Kista Sebaceous adalah benjolan yang muncul di bawah kulit. Penyakit ini paling sering berkembang di bagian kepala, leher, dan tubuh. Jenis kista ini berkembang di sekitar kelenjar sebaceous yang memproduksi minyak yang melumasi kulit dan rambut. Penyakit ini pada umumnya teidak menyebabkan rasa sakit. Walau begitu, penyakit ini tetap menyebabkan ketidaknyamanan bagi yang mengidapnya.

Setidaknya, itulah 7 faktor yang menjadi penyebab munculnya benjolan di belakang telinga. Jika Anda mulai merasakan beberapa gejalanya, segeralah periksakan benjolan tersebut ke dokter sebelum berkomplikasi menjadi semakin parah. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

 

GT/PJ/TP

Referensi