Rosacea ; Penyabab, Gejala  dan Penanganan

Rosacea

Rosacea merupakan sebuah kondisi kulit yang ditandai oleh beberapa gejala seperti kulit yang lebih merah dari umumnya, sedikit kasar, pembuluh darah pada wajah tampak melebar, dan pada beberapa orang bisa timbul benjolan pada kulit menyerupai jerawat.  

 

Go DokApakah Anda pernah mengalami kondisi kulit wajah seperti berjerawat namun kulit terasa sangat kasar disertai pembuluh darah pada wajah tampak melebar? Bisa saja itu merupakan gejala dari rosacea. Apakah itu? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Mengenal Rosacea

Rosacea merupakan sebuah kondisi kulit yang biasanya ditandai oleh beberapa gejala seperti kulit yang lebih merah dari umumnya, sedikit kasar, pembuluh darah pada wajah tampak melebar, dan pada beberapa orang bisa timbul benjolan pada kulit menyerupai jerawat.

Gejala – gejala tersebut pada umumnya timbul di wajah pada area hidung dan pipi lalu perlahan menyebar ke area dagu dan dahi. Selain pada wajah, gejala tersebut dapat muncul pada area punggung, dada, dan telinga.

Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, namun umumnya yang mengalami keadaan ini adalah wanita usia pertengahan dengan warna kulit terang.

Rosacea terdiri dari beberapa jenis, namun American Academy of Dermatology mengklasifikasikan rosacea menjadi 4 subtipe tipe, yaitu erythematotelangiectatic rosacea, papulopustular rosacea, phymatous rosacea, ocular rosacea.

Penyebab

Penyebab pasti sampai saat ini belum diketahui, namun kemungkinan disebabkan oleh faktor keturunan dan lingkungan. Berbeda dengan jerawat, rosacea tidak disebabkan oleh karena faktor kebersihan wajah yang buruk.

Beberapa faktor diduga dapat memicu timbulnya penyakit ini oleh karena peningkatan aliran pembuluh darah di wajah yang bisa disebabkan karena suhu udara yang terlalu panas atau terlalu dingin, paparan sinar matahari, emosi dan stress, olahraga, serta penggunaan produk kosmetik atau obat-obatan yang memicu pelebaran pembuluh darah. Beberapa makanan dan minuman diduga juga dapat menyebabkan timbulnya rosacea seperti, kafein, minuman beralkohol, dan makanan pedas.

Faktor risiko

Pada dasarnya, setiap orang berisiko untuk mengalami rosacea, namun resiko akan lebih besar pada perempuan yang memiliki kulit terang (terutama sering terpapar sinar matahari), usia > 30 tahun, merokok, serta memiliki riwayat keluarga dengan rosacea.

Gejala

Karena penyakit ini memiliki begitu banyak tanda dan gejala, American Academy of Dermatology mengklasifikasikan 4 subtipe rosacea; dimana setiap subtipenya membutuhkan penanganan yang berbeda. Beberapa orang bisa memiliki lebih dari satu subtipe rosacea secara bersamaan.

1. Erythematotelangiectatic rosacea

  • Merah pada area tengah wajah
  • Pembuluh- pembuluh darah di wajah tampak jelas
  • Kulit membengkak
  • Kulit menjadi lebih sensitif
  • Kulit terasa perih dan terbakar
  • Wajah lebih mudah merah daripada orang lain.

2. Papulopustular rosacea

  • Muncul benjolan menyerupai jerawat ( hilang timbul )
  • Kulit berminyak
  • Kulit menjadi sensitif
  • Pembuluh- pembuluh darah di wajah tampak jelas
  • Kulit terasa perih dan terbakar
  • Muncul plak pada kulit.
3. Phymatous rosacea
  • Tekstur bergelombang pada kulit
  • Kulit menjadi tebal, terutama daerah hidung ( rhinophyma )
  • Kulit dagu, dahi, pipi dan telinga menjadi lebih tebal
  • Pembuluh- pembuluh darah di wajah tampak jelas
  • Pori- pori tampak melebar
  • Kulit berminyak.

 4. Ocular rosacea

Ocular rosacea terjadi apabila rosacea menyerang daerah mata. Untuk subtipe ini harus dibarengi konsultasi dengan dokter spesialis mata.

Gejala yang muncul pada mata :

  • Mata berair, terasa seperti ada pasir
  • Mata perih, gatal dan terasa terbakar
  • Mata kering dan sensitif pada cahaya
  • Terdapat benjolan pada kelopak mata
  • Penglihatan menurun.
Diagnosis

Diagnosis rosacea dapat ditegakkan melalui anamnesis terhadap riwayat penyakit pasien, serta pemeriksaan pada kulit pasien. Sebelum mendiagnosis pasien dengan rosacea, dokter akan memastikan bahwa tidak ada penyakit lain yang diderita. Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang terhadap rosacea untuk menyingkirkan penyakit lain seperti lupus dan reaksi alergi. 

Penanganan

Penanganan pada kondisi ini dapat berupa penanganan terhadap faktor risiko, perubahan gaya hidup serta penanganan dengan obat-obatan. Penderita rosacea disarankan untuk menghindari faktor resiko yang memicu timbulnya rosacea seperti terpapar sinar matahari langsung, mengonsumsi makanan dan minuman tertentu.

Selain menghindari faktor resiko, penderita juga biasanya dianjurkan menggunakan tabir surya yang memproteksi sinar UV-A dan UV-B agar dapat melindungi kulit yang sensitif terhadap matahari. Gunakan tabir surya sebelum bepergian saat siang hari serta gunakan pakaian yang nyaman dan kacamata yang membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung.

Jika memang sesuai dengan indikasi yang ada, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi laser. Terapi ini membantu mengurangi merah pada wajah karena pelebaran pembuluh darah. Namun, untuk terapi ini dibutuhkan sekitar 1-3 kali perawatan dengan jarak 4-8 minggu untuk mencapai hasil yang maksimal. Selain itu, terapi dermabrasi, intense pulsed light therapy, dan bedah elektro juga dapat menjadi pilihan.

Dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi dari gejala yang ada. Pemberian obat-obatan umumnya bertujuan untuk mengurangi morbiditas dan menghindari komplikasi penyakit ini. Obat-obatan untuk rosacea meliputi :

  1. Metronidazol topikal biasanya digunakan sebagai lini pengobatan pertama.
  2. Asam azelaic topikal, produk sulfacetamide, dan obat jerawat topikal juga umum digunakan.
  3. Antibiotik topikal dan oral juga sangat efektif. Dalam banyak kasus, antibiotik oral dan topikal dapat dikombinasi. Doksisiklin adalah antibiotik yang dipilih untuk mengobati subtipe papulopustular rosacea.
  4. Terapi ini dipilih pada rosacea parah yang tidak merespons terapi lain, Obat ini tidak boleh digunakan selama kehamilan karena bisa menyebabkan cacat lahir yang serius.
Komplikasi

Rosacea fulminans, keratitis rosacea, dan keratokonjungtivitis sicca merupakan komplikasi yang bisa terjadi.

Sekian penjelasan mengenai rosacea. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

PJ/MA

Referensi