Risiko Terjadinya Emboli pada Ibu Hamil

emboli pada ibu hamil

Emboli pada ibu hamil ; Terdapat dua jenis emboli yang risikonya lebih besar terjadi pada ibu hamil yaitu emboli paru dan emboli cairan amniotik. Lalu, apa saja risiko terjadiya emboli di masa kehamilan tersebut?  

 

Go Dok Selain memberikan aura kebahagiaan, kehamilan ternyata memiliki beberapa risikonya tersendiri. Salah satunya adalah risiko dalam terkena kondisi emboli saat mengandung maupun saat melahirkan. Terdapat dua jenis emboli yang risikonya lebih besar terjadi pada ibu hamil.

Apa sajakah risiko terjadinya emboli pada ibu hamil tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Emboli Paru

Tahukah Anda bahwa risiko terjadinya emboli paru akan lebih besar pada ibu hamil? Emboli paru merupakan suatu kondisi yang terjadi saat suatu arteri pada paru-paru Anda tersumbat secara tiba-tiba. Hal ini disebabkan oleh pecahnya  gumpalan darah beku di pembuluh darah kaki Anda, di mana darah beku ini kemudian bergerak ke arah arteri paru-paru Anda, dan menghalangi jalannya aliran darah. Jujur saja, kondisi ini bisa menjadi sangat serius, dan bahkan mematikan.

Tentu Anda bertanya-tanya, mengapa risiko terjadinya emboli paru lebih besar saat kehamilan? Hal ini dikarenakan, 3 faktor risiko terjadinya emboli paru, yaitu kerusakan pembuluh darah, pembekuan darah yang tidak normal, serta penurunan aliran darah. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh :

  • Perubahan kadar hormon dan komposisi darah di dalam tubuh wanita hamil, yang mempengaruhi pembekuan darah.
  • Berkurangnya aliran darah pada bagian kaki akibat berat tubuh janin yang menekan pembuluh-pembuluh darah.
  • Terjadinya cedera pada pembuluh darah saat melahirkan normal atau dengan bantuan operasi.

Nah, perlu pula Anda ketahui bahwa wanita yang menderita obesitas atau berumur di atas 35 tahun saat hamil, memiliki risiko yang lebih besar akan terjadinya penggumpalan darah yang bisa menyebabkan emboli paru. Namun, setelah melahirkan, risiko terjadinya emboli paru pun akan berkurang secara perlahan.

2. Emboli cairan amniotik

Emboli cairan amniotik sejatinya merupakan suatu kondisi yang langka, namun serius pada ibu hamil. Ini merupakan suatu kondisi di mana cairan amniotik -cairan yang mengelilingi janin di dalam rahim saat Anda mengandung- atau material lain yang berhubungan dengan janin, masuk ke dalam aliran darah Anda. Kondisi ini kemungkinan besar terjadi saat Anda melahirkan, atau sesaat setelahnya dan bisa saja dipicu oleh trauma, benturan, atau kecelakaan yang terjadi selama kehamilan. Emboli cairan amniotik merupakan salah satu kondisi yang sulit untuk terdiagnosis, dan bisa berkembang secara tiba-tiba dengan cepat.

Berikut adalah gejala-gejala dari terjadinya emboli cairan amniotik pada ibu hamil :

  • Sesak napas secara mendadak
  • Terdapat cairan yang berlebihan pada paru-paru
  • Kegagalan jantung untuk memompa darah
  • Menurunnya tekanan darah secara mendadak
  • Kedinginan
  • Meningkatnya denyut jantung atau adanya gangguan pada ritme detak jantung
  • Janin mengalami penurunan denyut jantung, atau kondisi detak jantung yang tidak normal
  • Kejang-kejang
  • Koma.

Jika gejala-gejala di atas terjadi pada Anda, meskipun hanya sedikit, maka tentu dokter harus segera memberikan Anda perawatan khusus guna mencegah komplikasi lebih lanjut yang bisa membahayakan nyawa. Selain itu, Anda juga harus mengenali faktor-faktor risikonya, yang adalah :

  • Usia, di mana ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun akan lebih besar risiko terjadi emboli cairan amniotik padanya.

  • Masalah pada plasenta,di mana jika terdapat keabnormalan pada plasenta Anda, maka risiko terjadinya emboli cairan amniotik pun akan meningkat.

  • Kelahiran dengan operasi caesar,karena prosedur operasi ini juga bisa memecah penghalang fisik antara Anda dan janin.

  • Pre-eklampsia,yaitu suatu kondisi di mana tekanan darah Anda menjadi tinggi dan terdapat kandungan protein yang berlebihan di dalam urin setelah minggu keduapuluh dalam kehamilan Anda.

  • Polyhydramnios, yaitu suatu kondisi di mana terdapat terlalu banyak cairan amniotik yang mengelilingi janin di dalam tubuh Anda.

Nah, itu dia serba-serbi risiko terjadinya emboli pada ibu hamil yang harus Anda waspadai. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.