Risiko Kehamilan Remaja  yang Berusia di Bawah 20 Tahun

Risiko kehamilan remaja

Risiko kehamilan remaja ; Selain risiko kehamilan di usia tua, kehamilan di usia yang terlalu muda seperti di bawah umur 20 tahun juga ada risiko-risikonya tersendiri, lho. Mulai dari risiko mengidap penyakit menular seksual hingga kurangnya perawatan sebelum kelahiran.

 

Go Dok – Usia merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko berbahaya dalam kehamilan pada wanita. Kehamilan akan lebih berisiko jika usia Anda terlalu tua, atau terlalu muda. Untuk kehamilan di bawah usia 20 tahun, tentu saja ada risiko-risikonya tersendiri. Apa sajakah risiko tersebut?

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai risiko kehamilan remaja yang harus Anda ketahui :

1. Risiko mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS)

Risiko kehamilan remaja yang pertama adalah mengidap Penyakit Menular Seksual (PMS). Remaja yang melakukan hubungan seksual seringkali melupakan pentingnya kondom sebagai alat proteksi. Hal ini membuat mereka lebih rentan terkena PMS, seperti HIV. Penyakit tersebut dapat pula menginfeksi janin yang dikandung dan rahim mereka yang masih remaja, sehingga meningkatkan risiko bayi tertular keduanya.

2. Hipertensi pada kehamilan

Risiko kehamilan remaja yang selanjutnya adalah terjadinya tekanan darah tinggi di masa kehamilan. Perempuan remaja memang memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita hipertensi, khususnya pregnancy-induced hypertension, dibanding perempuan yang berusia 20 – 30 tahun. Tak hanya itu, remaja juga memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita preeklampsia.

Hal ini merupakan suatu kondisi kesehatan serius yang merupakan kombinasi dari hipertensi dan kelebihan protein pada urin, pembengkakan pada tangan dan wajah si calon ibu, serta kerusakan organ dalam. Tentu kondisi-kondisi kesehatan tersebut sangatlah berbahaya bagi si calon ibu. Namun, hal tersebut juga dapat mengganggu perkembangan janin dan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan lebih jauh, seperti kelahiran prematur.

3. Kelahiran prematur

Salah satu risiko kehamilan remaja adalah kelahiran prematur si jabang bayi. Hasilnya, sebagian besar kasus lahirnya bayi prematur pada remaja harus dilakukan demi keselamatan ibu dan bayi. Jika dilahirkan sebelum waktunya, tentu bayi berisiko besar lahir sebelum perkembangannya sempurna, dan menderita cacat seperti gangguan pernafasan, pencernaan, penglihatan, kemampuan kognitif, dan masalah lainnya.

4. Risiko berat kelahiran yang rendah

Risiko kehamilan remaja yang berikutnya adalah lahirnya bayi dengan berat badan yang rendah. Salah satu penyebabnya tentu adalah kelahiran prematur, di mana bayi dalam kondisi ini biasanya memiliki berat badan yang rendah. Pasalnya, bayi yang lahir prematur memiliki waktu yang lebih sedikit dalam menyempurnakan perkembangannya di dalam rahim. Bayi dengan berat badan yang terlalu rendah (di bawah 1,5 kg) harus dirawat dalam ventilator dengan perawatan intensif di rumah sakit.

5. Risiko kurangnya perawatan sebelum kelahiran

Remaja yang hamil -terutama mereka yang tidak mendapatkan dukungan dari orangtua dan keluarga- berisiko besar kekurangan nutrisi serta perawatan kesehatan yang dibutuhkan selama kehamilan. Perawatan sebelum kelahiran merupakan suatu hal penting yang harus didapatkan ibu hamil, terutama di bulan pertama kehamilannya.

Pasalnya, perawatan dan tes-tes kesehatan dalam masa awal kehamilan dibutuhkan untuk mengetahui adanya masalah kesehatan atau penyakit tertentu yang diderita ibu dan bayi, sehingga dapat diatasi secara cepat dan tepat. Sementara itu, vitamin-vitamin yang harus dikonsumsi sebelum kehamilan juga esensial dalam mencegah cacat dalam kelahiran. Jika tidak dilakukan, tentu kehamilan remaja berisiko tinggi mengalami cacat dan kekurangan nutrisi selama kehamilan.

Nah, itu dia  risiko kehamilan remaja yang harus Anda waspadai. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Dapatkan tips-tips kesehatan lainnya dari Tim dokter, langsung dari Smartphone. Yuk, Download aplikasi Go Dok.

 

SF/PJ/MA

Referensi