Retinopati Hipertensi; Penyebab, Gejala, dan Penanganan

retinopati hipertensi

Retinopati hipertensi adalah suatu penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pembuluh darah pada retina mata yang dapat berdampak pada perdarahan pada mata yang menyebabkan kebutaan. Penyakit ini bisa terjadi karena adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah oleh tumpukan lemak.

Mengenal Retinopati Hipertensi

Retinopati hipertensi  merupakan suatu penyakit yang terjadi karena adanya kerusakan/kelainan dalam pembuluh darah retina mata. Hal ini berkaitan dengan penyakit peningkatan tekanan darah yang tinggi (hipertensi).

Seperti yang diketahui, retina sangat penting untuk menangkap bayangan dan cahaya yang diterima oleh lensa mata serta berperan sentral dalam proses pengelihatan. Retinopati hipertensi dapat mengakibatkan kebutaan paling sering di usia lanjut. Penelitian menyebutkan bahwa retinopati hipertensi banyak ditemukan pada usia 40 tahun ke atas.

Tetapi seiring dengan kemajuan tindakan pemeriksaan dan penanganan kasus hipertensi yang lebih cepat dan agresif, maka penelitian-penelitian terbaru mengungkapkan bahwa angka kejadian retinopati hipertensi ini dapat ditekan dan umumnya baru ditemukan diatas usia 50 tahun.

Penyebab

Penyebab utama retinopati hipertensi adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Selain itu, penyempitan pembuluh darah dan penyumbatan karena sumbatan lemak maupun kolesterol juga berperan dalam terjadinya masalah ini. Sumbatan lemak yang terjadi karena lemak darah berlebih dan kegemukan.

Timbulnya gumpalan lemak ini berupa perlengketan lemak di pembuluh darah besar yang kemudia berkembang menjadi suatu plak besar. Saat timbulnya plak ini, akan mengakibatkan kekakuan pembuluh darah dan terjadinya penyempitan diameter dari pembuluh darah. Hal ini akan menjadi faktor penyebab peningkatan tekanan darah di retina salah satunya.

Di retina mata yang pembuluh darahnya mengalami penyempitan maka akan menggangu fungsi retina dan menimbulkan perdarahan di retina hingga kebutaan.

Gejala

Gejala dari pasien retinopati hipertensi adalah sulit membaca tulisan, penglihatan kabur, ketajaman mata berkurang secara tiba-tiba, saat melihat cahaya yang terang dan menyilaukan terdapat lingkaran cahaya berwarna pelangi, adanya bintik-bintik gelap, dan cahaya yang berkelap-kelip.

Penyempitan pembuluh darah retina akibat hipertensi akan terlihat berwarna pucat, ukuran yang lebih kecil di beberapa tempat, terbendungnya aliran darah balik, cotton wool patches, ablasio retina, edema discus optic, dan dijumpai macular star. 

Diagnosis

Diagnosis retinopati  hipertensi ditentukan berdasarkan keluhan yang spesifik. Selain itu, umumnya penyakit ini disertai pula dengan riwayat hipertensi yang lama atau tidak teratur dalam pengobatannya.

Pada pemeriksaan fisik umumnya sangat bervariasi hasilnya mulai dari munculnya mikroaneurisma, perdarahan (bentuk titik dan garis) di dalam retina mata yang biasanya berbentuk flame-shapeblot-shapecotton-wool spots, penyempitan pembuluh darah, perdarahan retina -dengan terdapatnya hard eksudat (masuknya sel lemak di dalam retina) yang berbentuk tak beraturan berwarna kekuningan serta terdapatnya pembengkakan pada retina mata.

Pemeriksaan dengan alat funduskopi menunjukan penyempitan pembuluh darah retina secara menyeluruh. Diagnosis secara lebih pasti, yaitu dengan melakukan pemeriksaan stereoscopic   biomicroscopic serta angiografi  fluoresens. Kedua pemeriksaan ini bermanfaat  dalam mendeteksi  kelainan  pembuluh darah pada  retinopati  hipertensi.

Penanganan

Perawatan yang cepat, spesifik, dan menyeluruh sangat penting pada kasus penyakit ini. Pada pasien dengan retinopati hipertensi, pengobatan ditujukan untuk menurunkan tensi darah dan mengontrol percepatan penurunan tensinya secara terus menerus hingga pada level kurang dari 140/90 mmHg.

Perubahan gaya hidup harus dilakukan yaitu dengan menurunkan berat badan, makanan dengan lemak tinggi harus dikurangi. Konsumsi alkohol dan garam dibatasi, serta  diperlukan olahraga yang teratur. Untuk obat umumnya digunakan ACE Inhibitor yang dapat menurunkan tensi darah serta mengatasi  kekeruhan dinding pembuluh darah retina.

Komplikasi

Retinopati hipertensi merupakan penyakit yang menyerang retina mata. Komplikasi paling awal dari penyakit ini adalah penurunan tajam penglihatan dan penglihatan yang dirasakan tidak nyaman.. Kondisi ini sangat berbahaya karena proses kerusakan terus berlangsung dan sruktural retina yang berfungsi menangkap dan memproses penglihatan akan rusak dan terjadi kebutaan nantinya.

Prognosis

Kondisi penyakit ini sangat berbahaya dan menimbulkan kebutaan secara cepat dan menetap. Tetapi hal ini dapat di minimalisir dengan kontrol tekanan darah secara rutin dan pengunaan obat penurun tekanan darah yang teratur. Kebutaan yang serius umumnya tidak terjadi sebagai dampak langsung hipertensi, tetapi 50% kasus tetap akan mengalami kebutaan meskipun sudah terkontrol dengan baik.

 

Baca juga:

 

Jangan lupa untuk selalu menggunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

HW/PJ/TP

Referensi