Ranitidin ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Ranitidin

 

 

Ranitidin merupakan obat yang bekerja dengan cara menghambat produksi asam lambung oleh sel penghasil asam pada lambung. Obat ini dikonsumsi untuk  pengobatan masalah-masalah terkait dengan asam lambung seperti gastritis, penyakit refluks gastroesofageal, dll.

Nama Generik

Ranitidin

Merek Dagang

Aciblock; Acran; Aldin; Anitid; Biotidine; Chopintac; Chopintac Forte; Conranin; Curadyn; Doranit; Fasotrin; Fordin; Gasela; Gastridin; Getidin; Graseric; Hexer; Hufadine; Indoran; Limaag; Merzatidin; Novaxidin; Omeranin; Radin; Ranal; Ranicho; Ranidine; Ranifin; Ranihexal; Ranin; Ranivel; Ranoxin; Rantag; Ranticid; Rantin; Ratan; Ratinal; Renatac; Rinadin; Titan; Tricker; Tyran; Ulceranin; Wiacid; Zantac; Zantadin; Zantifar; Zenti

Pengertian

Ranitidin merupakan obat yang bekerja dengan cara menghambat produksi asam lambung oleh sel penghasil asam pada lambung. Obat ini termasuk dalam golongan yang disebut dengan penyekat H2 (histamin-2).

Histamin merupakan zat kimia pada tubuh yang dapat menstimulasi sel pada lambung (sel parietal) untuk memproduksi asam. Penyekat H-2 dapat menghambat kerja histamin pada sel dan menurunkan produksi asam lambung.

Berdasarkan mekanisme kerja obat tersebut maka obat ini biasanya digunakan dalam pengobatan masalah-masalah terkait dengan asam lambung seperti gastritis, penyakit refluks gastroesofageal, dan masalah-masalah lainnya.

Golongan

Inhibitor sekresi asam lambung, agen gastrointestinal, antagonis histamin H2

Golongan Obat

K (Obat keras)

Sediaan

  • Cairan Injeksi 25 mg/mL
  • Tablet salut selaput 150 mg
  • Tablet salut selaput 300 mg
  • Sirup 15 mg/mL.

Indikasi

Dosis untuk pemberian secara oral (tablet salut selaput atau sirup)

  • Penyakit ulkus duodenum
    • Dosis dewasa: 150 mg secara oral atau 10 mL sirup 15 mg/mL dua kali sehari; dapat juga menggunakan 300 mg atau 20 mL sirup 15 mg/mL sekali sehari setelah makan malam atau sebelum tidur dapat disertai dengan pemberian antasida secara bersamaan untuk mengurangi nyeri
    • Dosis dewasa sebagai dosis pemeliharaan: 150 mg secara oral atau 10 mL sirup 15 mg/mL sekali sehari pada waktu tidur.
  • Esofagitis Erosive
    • Dosis dewasa untuk dosis awal: 150 mg secara oral atau 10 mL sirup 15 mg/mL 4 kali sehari
    • Dosis dewasa untuk dosis pemeliharaan, 150 mg per oral atau 10 mL sirup 15 mg/mL dua kali sehari.
  • Hipersekresi lambung
    • Dosis dewasa: 150 mg secara oral atau 10 mL sirup 15 mg / mL dua kali sehari; dapat diberikan lebih sering berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien; hingga 6 g/hari telah digunakan pada pasien dengan penyakit berat.
  • Ulkus lambung
    • Dosis dewasa: 150 mg secara oral atau 10 mL sirup 15 mg/mL dua kali sehari
    • Dosis dewasa untuk dosis pemeliharaan, 150 mg per oral atau 10 mL sirup 15 mg/mL dua kali sehari.
  • Gastroesophageal reflux disease
    • Dosis dewasa: 150 mg oral atau 10 mL sirup 15 mg/mL dua kali sehar
  • Gangguan pencernaan, Non-ulkus: Profilaksis
    • Dosis dewasa: 75 hingga 150 mg secara oral 30 hingga 60 menit sebelum makan atau minum; dosis maksimal 300 mg/hari.
  • Gangguan pencernaan, Non-ulkus: Pengobatan
    • Dosis dewasa:  75 hingga 150 mg secara oral satu atau dua kali sehari; dosis maksimal 300 mg/hari.
  • Ulkus stres; Profilaksis
    • Dosis dewasa: 150 mg via NGT atau ORAL dua kali sehari.
  • Zollinger-Ellison syndrome
    • Dosis dewasa: 150 mg per oral atau 10 mL sirup 15 mg/mL dua kali sehari; dapat diberikan lebih sering berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien; hingga 6 g/hari telah digunakan pada pasien dengan penyakit berat.

Dosis untuk pemberian secara injeksi intravena atau intramuskular (cairan injeksi)

  • Penyakit ulkus duodenum
    • Dosis dewasa: 50 mg IM setiap 6 sampai 8 jam ATAU 50 mg bolus intermittent IV pada konsentrasi tidak lebih besar yaitu 2,5 mg/mL setiap 6 sampai 8 jam, dengan kecepatan hingga 4 mL/menit; frekuensi pemberian dosis dapat ditingkatkan berdasarkan kebutuhan pasien; dosis maksimal 400 mg/hari ATAU infus IV kontinu 6,25 mg/jam.
  • Hipersekresi lambung
    • Dosis dewasa: 50 mg IM setiap 6 sampai 8 jam ATAU 50 mg bolus intermittent IV pada konsentrasi tidak lebih besar yaitu 2,5 mg/mL setiap 6 sampai 8 jam, dengan kecepatan hingga 4 mL/menit; frekuensi pemberian dosis dapat ditingkatkan berdasarkan kebutuhan pasien; dosis maksimal 400 mg/hari ATAU infus IV kontinu 6,25 mg/jam.
  • Ulkus stres; Profilaksis
    • Dosis dewasa: 50 mg IV setiap 6-8 jam ATAU 6,25 mg/jam IV infus kontinyu.
  • Zollinger-Ellison syndrome
    • Dosis dewasa: 50 mg IM setiap 6 hingga 8 jam ATAU 50 mg bolus intermittent IV pada konsentrasi tidak lebih besar yaitu 2,5 mg/mL setiap 6 sampai 8 jam, dengan kecepatan hingga 4 mL/menit; frekuensi pemberian dosis dapat ditingkatkan berdasarkan kebutuhan pasien; dosis maksimal 400 mg/hari ATAU infus IV kontinu 6,25 mg/jam.

Catatan

  • Kriteria Beers: Gunakan secara hati-hati atau hindari penggunaannya penderita lanjut usia
  • Injeksi ranitidin dapat digunakan sebagai alternatif untuk bentuk sediaan oral untuk penggunaan jangka pendek pada pasien yang tidak dapat mengkonsumsi obat oral.

Kontraindikasi

Ranitidin sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Hipersensitivisitas terhadap ranitidin atau komponen produk lainnya.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping ranitidin yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas, pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan
  • Pusing yang sangat buruk atau pingsan
  • Perubahan dalam berpikir jernih dan dengan logika
  • Nyeri dada atau dada terasa tertekan atau detak jantung cepat
  • Detak jantung yang tidak terasa normal
  • Sakit kepala yang sangat buruk
  • Tidak bisa buang air besar
  • Memar atau pendarahan apa pun
  • Tanda-tanda masalah liver (hati) seperti urin berwarna gelap, merasa lelah, tidak lapar, sakit perut, kotoran berwarna terang, muntah, atau kulit atau mata kuning.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas:.

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Perut begah atau muntah
  • Kotoran keras (konstipasi)
  • Diare.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila mengonsumsi ranitidin. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat ranitidin.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan B. Golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan resiko bagi janin. Tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan adanya efek samping, kecuali adanya penurunan fertilitas pada kehamilan trimester pertama, sedangkan pada trimester berikutnya tidak didapatkan bukti adanya resiko.

Pemberian ranitidin untuk ibu menyusui, harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Ranitidin
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi
    • Jika Anda memiliki riwayat porfiria.
  • Hindari mengemudi dan melakukan tugas atau tindakan lain yang meminta Anda untuk waspada sampai Anda melihat bagaimana obat ini memengaruhi Anda
  • Obat ini dapat memengaruhi tes laboratorium tertentu. Pastikan dokter dan pekerja laboratorium Anda tahu bahwa Anda mengonsumsi obat ini
  • Katakan kepada dokter jika Anda memiliki tinja yang berwarna hitam, lengket seperti ter, atau berdarah; Anda muntah darah; atau muntahtampak seperti bubuk kopi
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih, gunakan obat ini dengan hati-hati. Anda bisa mengalami lebih banyak efek samping
  • Katakan kepada dokterjika Anda hamil atau berencana untuk hamil. Anda perlu membicarakan manfaat dan risiko menggunakan obat ini saat Anda hamil
  • Katakan kepada dokter  jika Anda menyusui. Anda perlu membicarakan risiko apa yang dapat terjadi pada bayi Anda bila Anda mengkonsumsi obat ini.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat.

Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan ranitidin telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan ranitidin. Obat tersebut antara lain:

  • Kontraindikasi (Tidak dapat diberikan bersamaan)
    • Tidak ada obat yang menjadi kontraindikasi terhadap ranitidin.
  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Fentanyl  
    • Ketoconazole
    • Tolazoline
    • Erlotinib
    • Delavirdine
    • Atazanavir
    • Vismodegib
    • Domperidone
    • Amiodarone
    • Piperaquine
    • Oxycodone
    • Eliglustat
    • Hydrocodone
    • Bupropion
    • Ledipasvir
    • Gefitinib
    • Methadone
    • Acalabrutinib
    • Rilpivirine
    • Alfentanil
    • Dihydrocodeine
    • Meperidine
    • Sufentanil
    • Pentazocine
    • Tramadol
    • Buprenorphine.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan  dalam tingkat sedang)
    • Didanosine
    • Warfarin
    • Glipizide
    • Enoxacin
    • Cefpodoxime
    • Dicumarol
    • Fosamprenavir
    • Triazolam
    • Risperidone
    • Memantine
    • Midazolam
    • Phenprocoumon
    • Procainamide
    • Acenocoumarol
    • Lomitapide
    • Carbamazepine
    • Nilotinib
    • Itraconazole
    • Bosutinib
    • Velpatasvir.
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan  dalam tingkat ringan)
    • Aspirin
    • Triamterene
    • Diltiazem
    • Phenytoin
    • Theophylline
    • Miglitol
    • Ceftibuten
    • Nisoldipine
    • Bisacodyl
    • Ponatinib.

Penyimpanan

Untuk sediaan tablet salut selaput dan sirup simpan pada suhu ruangan (20-30°C) . Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembap. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Untuk sediaan sirup sebaiknya tidak digunakan kembali 2 minggu setelah tutup kemasan dibuka. Untuk sedian serbuk injeksi hanya dapat disimpan di rumah sakit atau klinik dokter. Anda tidak disarankan untuk menyimpannya di rumah.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/JJ/MA

Referensi