Rakitis ; Penyebab, Gejala dan Penanganan

rakitis

Rakitis adalah gangguan tulang masa kanak-kanak di mana tulang melunak dan menjadi rentan terhadap patah tulang dan kelainan bentuk. Penyakit ini dapat terjadi jika tubuh anak tidak mendapat cukup vitamin D atau jika ada masalah di tubuh yang mengganggu penggunaan vitamin D.

 

Mengenal Rakitis

Rakitis adalah gangguan tulang masa kanak-kanak di mana tulang melunak dan menjadi rentan terhadap patah tulang dan kelainan bentuk. Kejadian rakitis Sangat jarang di negara-negara industri, tetapi cukup umum di beberapa negara berkembang. Penyebab utamanya adalah kekurangan vitamin D dalam jumlah besar serta dalam waktu yang lama.

Di Amerika Serikat, penyakit ini umumnya tidak menyerang bayi yang diberi susu formula, karena susu formula dan susu sapi yang dijual di Amerika Serikat mengandung 400 IU vitamin D per liter. Dengan demikian, kecuali pada pasien anak dengan sindrom malabsorpsi kronis atau penyakit ginjal stadium akhir, hampir semua kasus rakitis terjadi pada bayi yang mengonsumsi ASI dan tidak menerima suplemen vitamin D.

Penyebab

Tubuh membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. Rakitis dapat terjadi jika tubuh anak tidak mendapat cukup vitamin D atau jika ada masalah di tubuh yang mengganggu penggunaan vitamin D. Pada beberapa kasus, tidak mendapatkan cukup kalsium atau kekurangan kalsium dan vitamin D dapat menjadi penyebabnya.

1. Kekurangan vitamin D

Sumber vitamin D pada anak didapat dari beberapa hal berikut:

  • Sinar matahari. Kulit menghasilkan vitamin D saat terkena sinar matahari. Tetapi anak-anak di negara maju cenderung menghabiskan waktu di dalam rumah. Anak- anak juga lebih menggunakan tabir surya, yang menghalangi sinar yang memicu produksi vitamin D pada kulit.
  • Makanan. Minyak ikan, ikan, dan kuning telur mengandung vitamin D. Vitamin D juga telah ditambahkan ke beberapa makanan, seperti susu, sereal dan beberapa jus buah.

2. Masalah dengan penyerapan

Beberapa anak dilahirkan dengan atau mengalami kondisi medis yang memengaruhi tubuh menyerap vitamin D. Beberapa contoh termasuk:

  • Penyakit celiac
  • Penyakit radang usus
  • Cystic fibrosis
  • Masalah ginjal.
Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko anak rakitis termasuk:

  • Kulit gelap. Kulit gelap tidak bereaksi kuat terhadap sinar matahari seperti halnya kulit yang lebih terang, sehingga menghasilkan lebih sedikit vitamin D.
  • Kekurangan vitamin D selama masa kehamilan. Bayi yang lahir dari ibu dengan defisiensi vitamin D yang parah dapat dilahirkan dengan tanda-tanda rakitis atau berkembang dalam beberapa bulan setelah lahir.
  • Tinggal di daerah lintang utara. Anak-anak yang tinggal di lokasi geografis di mana lebih sedikit sinar matahari berisiko lebih tinggi mengalamipenyakit ini.
  • Lahir prematur. Bayi yang lahir sebelum tanggal perkiraan, lebih mungkin menderita rakitis.
  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat antikejang dan obat antiretroviral, yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV, tampaknya mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan vitamin D.
  • ASI eksklusif. ASI tidak mengandung cukup vitamin D untuk mencegah penyakit ini. Bayi yang diberi ASI eksklusif harus menerima tambahan vitamin D tetes.
Gejala

Gejala yang dapat timbul pada bayi dan balita yang mengalami rakitis:

  • Kaki bayi lemah seperti terkulai
  • Nyeri tulang
  • Tulang teraba rapuh
  • Tulang mudah patah
  • Alur Harrison (tampak garis horizontal di dada di mana diafragma menempel pada tulang rusuk)
  • Kadar kalsium rendah dalam darah
  • Postur tubuh pendek dan berat badan rendah
  • Kelainan bentuk tulang belakang, panggul, atau tengkorak
  • Kaki menekuk pada balita
  • Kejang otot tak terkendali yang dapat memengaruhi seluruh tubuh
  • Pergelangan tangan yang melebar.
Diagnosis

Diagnosis rakitis dipastikan dengan cara-cara berikut:

  • Tes darah. Tes ini mengukur kadar kalsium dan fosfor. Kadar alkalin fosfatase mungkin juga tinggi.
  • Gas darah arteri. Tes ini memeriksa seberapa asam darah.
  • Rontgen. Pemeriksaan ini menunjukkan kalsium yang hilang dalam tulang, atau perubahan dalam struktur atau bentuk tulang.
  • Biopsi tulang. Hal ini dapat mengkonfirmasi rakitis tetapi jarang digunakan.

Gejala-gejala fisik dari penyakit ini, seperti kaki tertekuk atau tulang tengkorak yang teraba lunak, juga akan diperiksa.Namun, pemeriksaan ini tidak cukup untuk menegakkan diagnosisnya.

Hasil positif dari salah satu tes di atas juga diperlukan untuk diagnosis rakitis.

Penanganan

1. Perbaikan terhadap makanan dan gaya hidup

Tablet minyak ikan adalah salah satu cara mengobati penyakit ini. Perawatan rakitis berfokus pada peningkatan asupan kalsium, fosfat, dan vitamin D pasien. Ini termasuk meningkatkan paparan sinar matahari, mengonsumsi minyak ikan, dan ergocalciferol atau cholecalciferol, yang keduanya bentuk vitamin D. Paparan sinar UVB dan mengonsumsi kalsium dan fosfor biasanya cukup untuk membalikkan atau mencegah penyakit ini.

Jika rakhitis disebabkan oleh pola makan yang buruk, pasien harus diberikan suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari dan suntikan vitamin D tahunan, serta didorong untuk mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D.

2. Bila ada penyulit lain

seperti mengobati rakitis yang memiliki penyebab genetik, pasien akan diresepkan obat fosfor dan hormon vitamin D aktif. Jika rakhitis memiliki penyebab medis yang mendasarinya, seperti penyakit ginjal, penyakit itu perlu diobati dan dikendalikan.

3. Prosedur bedah dan lainnya

Untuk beberapa kasus kaki tertekuk atau kelainan bentuk tulang belakang, dokter mungkin menyarankan penahan khusus untuk memposisikan tubuh anak dengan tepat saat tulang tumbuh. Kelainan bentuk tulang yang lebih parah mungkin memerlukan pembedahan.

Komplikasi

Jika tidak diobati, rakitis dapat menyebabkan:

  • Gagal tumbuh
  • Tulang punggung melengkung yang tidak normal
  • Kerusakan tulang
  • Kelainan gigi
  • Kejang.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.

 

PJ/MA

Referensi