Ragam Pengobatan Asma yang Harus Anda Tahu

Ragam pengobatan asma

Ragam pengobatan asma; Pengobatan asma dibagi menjadi 3 kategori, yaitu pengobatan jangka-panjang, pengobatan saat genting, dan pengobatan asma yang dipicu oleh alergi. Jenis pengobatan asma itu sendiri terdiri dari Inhaler anti-peradangan, Nebulizer, Broncholdilators hingga pengobatan alergi.

 

Go Dok –   Asma tentu merupakan salah satu penyakit yang sangat ingin Anda hindari. Namun, terkadang tak ada hal yang bisa mencegah datangnya penyakit ini. Nah, jika Anda merupakan salah satu penderita asma, maka ada baiknya Anda mengenal ragam pengobatan asma yang dapat Anda gunakan untuk mengurangi gejala dari penyakit ini. Pengobatan asma dibagi menjadi 3 kategori, yaitu pengobatan jangka-panjang, pengobatan saat genting, dan pengobatan asma yang dipicu oleh alergi.

Berikut adalah ragam pengobatan asma sesuai dengan jenisnya :

1. Inhaler anti-peradangan

Inhaler merupakan salah satu pengobatan asma yang paling umum digunakan. Pengobatan yang satu ini bisa termasuk pengobatan jangka panjang dan pengobatan cepat yang digunakan saat genting, yaitu saat serangan asma kambuh pada penderita. Bentuknya yang portabel, kecil, dan ringan memudahkan Anda untuk membawanya ke mana pun untuk menanggulangi serangan asma mendadak. Yang harus Anda lakukan hanyalah memencet bagian tombol yang bertugas memompa isi dari inhaler ke dalam jalur pernapasan dan paru-paru. Umumnya, inhaler yang berisi obat anti-peradangan cromolyn sodium yang bertugas meredakan jalur pernapasan yang tengah menyempit.

2. Inhaler steroid

Ragam pengobatan asma yang kedua adalah inhaler yang mengandung steroid di dalamnya. Steroid yang digunakan pada pengobatan ini bisa didapatkan dengan merk Aerospan, Alvesco, Flovent, Qvar, Pulmicort, dan Asmanex. Steroid inhaler merupakan pengobatan penting yang termasuk dalam jenis anti-peradangan. Steroid berguna dalam mencegah serangan asma terjadi secara penuh, dan bekerja dengan cara mengurangu pembengkakan dan produksi lendir pada jalur pernapasan Anda. Hasilnya, jalur pernapasan akan menjadi kurang sensitif dan lebih kecil kemungkinannya untuk bereaksi dengan pemicu asma dan penyebab gejala asma.

3. Broncholdilators

Ragam pengobatan asma yang ketiga adalah bronchodilator, yang meredakan gejala asma dengan cara mengendurkan otot-otot yang dapat menyesakkan jalur pernapasan Anda. Hasilnya, jalur pernapasan yang tadinya menyempit akan kembali terbuka dengan segera. Biasanya, pengobatan asma yang satu ini digunakan di saat genting dan keadaan gawat, untuk meredakan batuk, sesak pada dada, serta sesak nafas yang disebabkan oleh serangan asma. Pada Anda yang gemar berolahraga, dan biasa mengalami serangan asma saat melakukannya, Anda bisa menggunakan bronchodilators sebelum mulai berolahraga untuk mengurangi gejala asma. Namun, Anda tidak dianjurkan menggunakan pengobatan ini setiap harinya, dan harus rutin berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaannya.

4. Prednisone

Jika Anda mengalami serangan asma yang serius, maka dokter umumnya akan meresepkan pengobatan dengan oral coticosteroids untuk jangka pendek. Pengobatan ini akan mengandalkan prednisone untuk mengurangi dan meredakan gejala-gejala asma parah yang tengah Anda alami. Biasanya, dokter akan meresepkan penggunaan prednisone tidak lebih dari dua minggu, untuk menghindari efek samping permanen yang mungkin terjadi. Segera setelah gejala asma parah yang Anda alami mereda, dokter akan meminta Anda untuk mengurangi perlahan pemakaian prednisone. Ingat, selalu turuti saran dokter, ya!

5. Nebulizer

Ragam pengobatan asma selanjutnya adalah asthma nebulizer, yang akan diresepkan oleh dokter jika Anda mengalami kesulitan dalam menggunakan inhaler berukuran kecil. Mesin ini memiliki bagian yang menangkup mulut Anda, atau semacam masker untuk mulut yang biasa digunakan untuk bayi, anak kecil, dan lansia yang kesulitan menggunakan inhaler berukuran kecil. Nebulizer bekerja dengan mengubah obat asma berbentuk cairan menjadi sejenis kabut atau gas, yang bisa Anda hirup dengan mudah ke dalam paru-paru melalui nebulizer. Meski lebih efektif, namun menggunakan nebulizer memakan waktu beberapa menit lebih lama dibandingkan inhaler biasa.

6. Pengobatan alergi

Terakhir, serangan asma bisa dipicu oleh suatu alergen yang menyebabkan alergi pada penderita asma. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menggunakan obat yang bertugas mengurangi reaksi alergi tersebut. Beberapa jenis pengobatan yang bisa digunakan termasuk suntikan pereda alergi serta obat pereda alergi yang bisa diberikan oleh dokter. Obat dan suntikan ini harus Anda terima dalam jangka panjang, dan harus dengan resep dokter.

Nah, itu dia 6 ragam pengobatan asma yang paling umum digunakan oleh penderita penyakit ini. Semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi