Puasa Bercinta untuk Hubungan yang Lebih Hangat

puasa bercinta

Anda bingung dengan variasi bercinta yang itu-itu saja? Atau bermasalah dengan gairah seksual yang mulai padam? Mungkin Anda dan pasangan dapat mencoba melakukan variasi bercinta baru, yaitu puasa bercinta. Konon, variasi seksual yang satu ini sangat manjur meningkatkan kualitas seksual.

Mengistirahatkan aktivitas seksual selama beberapa saat cukup efektif untuk menyimpan energi seksual yang sudah lama terpendam. “Teorinya orang yang sudah lama tidak melakukan hubungan seksual tentu gairahnya akan meningkat,” kata Prof. DR. dr. H. Nukman Moeloek, SpAnd.

Logikanya, untuk satu kali melakukan hubungan seksual dibutuhkan energi sebesar 200 kalori per jam. Andaikata Anda berpuasa seks selama tujuh hari berarti Anda menyimpan energi sebesar 1400 kalori per jam. Wow betapa dahsyatnya energi yang disimpan. Pasti Anda akan merasakan kepuasan yang menggigit.

Apakah aktivitas ini perlu dilakukan secara rutin? “Kalau bisa dilakukan dua sampai tiga kali dalam seminggu kenapa tidak?,” jelas Nukman.

Sebuah hubungan tidak harus selalu soal gairah seksual yang membara saja, tetapi harus diperhatikan juga kesuburan dan kualitas spermanya. Lantas apakah puasa seks berpengaruh terhadap tingkat kesuburan? Menurut  Nukman, mereka yang jarang bersenggama jumlah spermanya otomatis akan banyak, namun pergerakannya akan lambat.

Jumlah sperma yang normal konsentrasinya antara 20 juta sampai 150-250 juta. Nah, andaikan terlalu sering bersenggama jumlah yang tadinya 150 juta bisa berkurang setengahnya. Jumlah ini masih tergolong baik-baik saja meskipun jumlahnya telah berkurang setengah. Nukman menambahkan, demikian juga dengan pergerakannya.

Dari pergerakan normal 80 persen. Berhubung sudah lama tidak bersenggama atau berpuasa seks, maka pergerakannya menurun menjadi 40 persen. Lain cerita bila jumlah spermanya 25 juta berhubung terlalu sering berhubungan seks, maka jumlah spermanya akan berkurang menjadi 12,5 juta.

Masih Kontroversi

Tidak hanya mendatangkan manfaat, berpuasa seks juga mendatangkan kontroversi dari berbagai pakar kesehatan. Menurut dr. H Endro Purwoko, M.S., SpAnd, untuk meningkatkan gairah seksual, cara mengatasinya tidak tepat dengan berpuasa seks atau puasa bercinta. Puasa bercinta tidak bermanfaat kalau hanya untuk menghilangkan kejenuhan, untuk meningkatkan kualitas sperma juga dianggap tidak benar.

“Makin jarang melakukan hubungan seks makin tidak baik kualitas hubungannya. Diibaratkan olahragawan, kalau sering berlatih justru permainannya makin mantap kecuali memang lagi sakit atau tidak sehat. Jika sedang sakit, puasa bercinta itu untuk mendukung penyembuhan penyakitnya bukan untuk memperbaiki permainan seksualnya, ” beber Endro.

Meskipun disinyalir dapat meningkatkan gairah seksual, namun faktanya sering melakukan puasa bercinta dapat menyebabkan ejakulasi dini. Apa hubungannya? Pasangan yang sudah lama tidak melakukan hubungan seksual, kata Nukman, otomatis gairahnya akan sangat meningkat.

“Si pria akan sangat terburu-buru untuk bersenggama maka terjadilah ejakulasi dini. Ini karena gairahnya sudah terlalu kuat dan tidak bisa menahan lagi ujung-ujungnya spermanya nyemprot terlalu cepat,” ucap Nukman. ** (SS)

Sumber: male.id

Content partnermale co id