Pria Telat Puber Dan Pengaruhnya saat Dewasa

Pria Telat Puber

Pria telat puber biasanya akan memiliki tanda fisiknya yang cenderung berbeda dengan pria sebayanya, seperti pada usia 13 tahun ukuran penis masih tergolong kecil.  Anak yang orang tuanya telat mengalami pubertas memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami hal yang sama.

Go Dok Pubertas merupakan fase alami pada anak yang memasuki usia remaja. Hal ini akan dialami oleh semua pria dan wanita di masa mudanya. Pubertas umumnya akan terlihat pada usia 9 hingga 14 tahun. Namun ada juga lho yang mengalami pubertas di atas usia tersebut.

Nah, kondisi demikian disebut sebagai telat pubertas. Jika Anda menemukan kondisi demikian pada keluarga atau teman pria, sebaiknya segera selidiki kondisi tersebut lebih dalam. Karena jika pria telat pubertas dapat menyebabkan gangguan kesehatan saat dewasa nanti, lho.

Tanda-tanda pubertas pada pria

Tubuh manusia akan menunjukkan beberapa perubahan saat pubertas dimulai. Meskipun wanita dan pria memiliki banyak tanda yang sama, ada beberapa yang hanya terlihat pada tubuh pria. Ini dia.

  • Suara terdengar semakin berat
  • Tumbuhnya bulu di area wajah, dada, kaki, lengan, dan di sekitar organ genital
  • Berkembangnya tubuh dengan cepat
  • Membesarnya ukuran penis dan testis.

Saat seorang pria telat pubertas, akan nampak tanda-tanda lain. Biasanya fisik pria tersebut akan cenderung berbeda dengan pria sebayanya. Tanda-tanda tersebut antara lain:

  • Pada usia 13, ukuran penis masih tergolong kecil
  • Pada usia 14, ukuran testis tidak lebih dari 1 inch
  • Pada usia 15, bulu tubuh yang tumbuh di area genital, ketiak, dan lainnya sangat sedikit
  • Tubuh tidak berkembang
  • Tampak penumpukan lemak di area pinggang, pelvis, perut, dan dada.

Bagaimana terjadinya pria telat pubertas?

Rekaman pubertas biasanya menurun dalam gen keluarga. Anak yang orang tuanya telat mengalami pubertas memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami hal yang sama. Kasus yang demikian merupakan yang paling banyak ditemukan sebagai penyebab terjadinya telat pubertas.

Telat pubertas yang disebabkan genetik keluarga seperti ini dapat sembuh dengan sendirinya. Orang tersebut biasanya akan mengalami pubertas dalam rentang usia SMP akhir hingga SMA. Meskipun akan sedikit berbeda dengan sekelilingnya, namun kondisi ini sangatlah normal. Sehingga anda tidak perlu khawatir akan adanya penyakit yang menyebabkan tertundanya pubertas.

Namun, telat pubertas juga bisa disebabkan oleh penyakit, lho. Penyakit-penyakit yang dapat mengganggu siklus pubertas seseorang antara lain:

  • Inflammatory bowel disease (IBD)
  • Diabetes melitus
  • Penyakit Celiac
  • Cystic fibrosis
  • Penyakit sickle cell
  • Penyakit liver dan ginjal
  • Penyakit autoimmune
  • Kemoterapi
  • Tumor pada kelenjar pituitary
  • Kelenjar tiroid yang tidak aktif
  • Hypogonadism (testis memproduksi sedikit hingga nol hormon).

Sebenarnya anorexia juga menjadi penyebab telatnya pubertas pada seseorang. Namun kasus ini sangat jarang ditemukan pada pria.

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika seorang pria tidak kunjung mengalami pubertas hingga melewati usia 14 tahun, Anda dapat segera berkonsultasi kepada dokter di rumah sakit/klinik terdekat. Mereka akan menanyakan apakah ada anggota keluarga yang dulunya mengalami hal yang sama.

Nah, setelah itu beberapa tes fisik akan dilaksanakan untuk mengetahui kondisi pasien lebih baik. Tes tersebut meliputi:

  • Tes darah, untuk mengecek kadar hormon pertumbuhan, seksual, dan tiroid dalam tubuh
  • Pengecekan respon LH terhadap GnRH dalam tes darah
  • Analisis kromosom atau tes genetik lainnya
  • Melakukan MRI pada kepala untuk mendeteksi tumor
  • Tes dengan ultrasound pada daerah pelvis dan testis
  • X-ray pada tangan kiri untuk melihat perkembangan tulang.

Jika ditemukan penyebab pria telat pubertas adalah faktor genetik keluarga, maka tidak diperlukan penanganan medis dari dokter. Namun apabila diketahui bahwa penyebabnya adalah penyakit, maka menyembuhkannya adalah jalan keluar terbaik.

Terapi hormon juga bisa dilakukan untuk merangsang terjadinya pubertas. Terapi ini dilakukan dengan menyuntikkan hormon testosteron pada otot setiap 4 minggu dan dosisnya akan bertambah hingga pubertas terjadi.

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk chat dengan dokter seputar kesehatan Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

YS/PJ/MA

Referensi