Posisi yang Dianjurkan Saat Mengangkat Beban Berat

Mengangkat beban berat

Mengangkat beban berat ; Ada banyak alasan mengapa Anda harus berlatih teknik mengangkat beban yang berat. Karena jika salah posisi dalam mengangkat beban berat, Anda dapat mengalami cedera mulai dari tegang otot, nyeri sendi, cedera punggung, hingga lebih parahnya mengalami otot ligamen yang robek.

 

Go DokPosisi menentukan prestasi. Hal tersebut ternyata berlaku juga dalam mengangkat beban berat dalam aktivitas sehari-hari. Ada baiknya Anda melakukan dengan posisi yang benar agar terhindar dari cedera serius. Sekilas mungkin sepele, tapi Anda pasti mengangkat beban berat setiap hari, misalnya saat harus mengangkat tumpukan dokumen yang berada di dalam dus di tempat Anda bekerja. Bisa dibayangkan kan betapa beratnya dus tersebut.

Ada banyak alasan mengapa Anda harus berlatih teknik mengangkat beban berat. Karena jika salah posisi dalam mengangkat beban berat, Anda dapat mengalami cedera mulai dari tegang otot, nyeri sendi, cedera punggung, hingga lebih parahnya mengalami otot ligamen yang robek. Namun tenang saja, Anda tidak perlu takut saat harus mengangkat beban berat. Dengan cara yang tepat, Anda bisa mengangkatnya dengan aman tanpa mengalami cedera sedikitpun.

Berikut ini posisi yang dianjurkan saat mengangkat beban berat!

1. Pasang kuda-kuda sempurna

Sebelum mengangkat beban berat sebaiknya pasang kuda-kuda yang sempurna. Caranya, berdiri dengan tegak dan buka kaki selebar bahu. Posisikan salah satu kaki melebihi kaki yang lainnya. Manfaatnya agar dapat memastikan keseimbangan yang baik saat akan mengangkat beban yang berat. Dengan keseimbangan yang baik tentunya akan membuat Anda terhindar dari cedera saat mengangkat beban berat.

 2. Squat (Berjongkok)

Setelah Anda merasa tubuh Anda telah memiliki kuda-kuda yang sempurna, mulai mengambil posisi jongkok untuk mengangkat beban tersebut. Satu hal yang harus diingat saat hendak mengangkat beban berat dari bawah, jangan berjongkok setengah-setengah! Posisikan badan Anda dengan berjongkok sedekat mungkin dengan benda tersebut. Tekuk pada pinggul dan lutut dengan bokong Anda keluar. Jika benda itu sangat berat, Anda harus berusaha lebih keras dengan meletakkan satu lutut ke lantai dan lutut lainnya di depan Anda sambil ditekuk hingga sudut yang tepat.

 3. Jaga postur tubuh yang baik

Saat beban sudah mulai terangkat, pastikan untuk menjaga postur tubuh Anda yang baik dan tetap stabil. Lakukan dengan cara melihat lurus ke depan, jaga punggung agar tetap lurus, dada Anda dibusungkan ke depan, dan bahu Anda ke belakang. Jika postur tubuh Anda salah saat mengangkat beban tersebut, dapat menyebabkan beragam kondisi, mulai dari sakit punggung, migrain, tingkat energi lebih rendah, dan bahkan masalah jantung.

4. Angkat perlahan

Mulailah mengangkat beban secara perlahan, jangan secara langsung karena akan membuat tubuh ‘kaget’. Maka dari itu, mulai dari luruskan pinggul dan lutut terlebih dulu, bukan bagian punggung. Perluas kaki dan tarik nafas dalam-dalam sebelum mengangkat. Satu hal terakhir, jangan mencondongkan badan ke depan saat mulai mengangkat beban berat tersebut.

5. Pegang benda sedekat mungkin dengan badan Anda

Saat beban sudah ditahan dengan stabil, selalu dekatkan benda sedekat mungkin dengan badan Anda. Beban sebisa mungkin ditempatkan sedekat mungkin dengan tubuh, dengan tinggi antara pertengahan paha dan dada. Zona ini dianggap sangat ideal untuk diangkat karena di sanalah lengan dan punggung bisa mengangkat dengan usaha seminim mungkin.

Selan itu, Anda bisa memegang benda setinggi pusar Anda agar tidak terlalu membebani tangan Anda. Jangan melebihi pusar karena dapat membuat tangan bekerja ekstra keras. Anda juga jangan pernah mengangkat benda berat melebihi batas tinggi bahu atau dengan posisi lengan terbuka ke luar karena posisi tersebut bukanlah posisi yang dianjurkan saat mengangkat beban berat.

 6. Melangkah dengan kaki

Saat Anda sedang membawa benda tersebut, 1 hal yang diperhatikan adalah selalu menggunakan kaki untuk mengubah dan menentukan arah. Melangkahlah menggunakan kaki, bukan tubuh Anda! Gunakan langkah kecil terlebih dulu jika ingin mengubah arah. Gunakan pinggul saat mengubah arah sehingga dapat menuntun kaki menuju arah yang dimaksud. Terakhir, jangan lupa menjaga posisi bahu sesuai dengan arah pinggul saat Anda bergerak.

7. Turunkan benda secara perlahan

Slow but sure! Tidak perlu terburu-buru saat menurunkan benda. Lakukan dengan perlahan seperti saat Anda mengangkatnya di awal proses. Lakukan secara kebalikan seperti posisi saat ingin mengangkat benda dengan cara meletakkan beban secara perlahan kemudian berjongkok menggunakan lutut dan pinggang saja.

Itulah posisi yang dianjurkan saat mengangkat beban berat. Cara-cara tersebut tidak boleh Anda sepelekan karena jika salah posisi sedikit saja Anda bisa terkena cedera serius, terutama pada bagian punggung, dalam waktu jangka yang bisa lama. Selamat mencoba dan tetap hati-hati!

Baca juga:

Nikmati ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasi Go Dok  di sini.

TP/PJ/MA

Referensi