Posisi Bercinta saat Hamil dan Tips Bercinta saat Hamil Lainnya!

posisi bercinta saat hamil

Posisi bercinta saat hamil harus diperhatikkan pasangan suami istri untuk menjaga kesehatan janin dan ibu hamil. Masa kehamilan dan kondisi janin juga harus Anda perhatikan dengan berkonsultasi kepada dokter kandungan Anda.

 

Go Dok Bagi Anda yang telah memilki pasangan dan sedang menjalani masa kehamilan, pasti pernah terbersit dalam benak pertanyan mengenai ‘boleh atau tidaknya berhubungan seks saat hamil’. Jika dilihat dari segi medis, berhubungan seks saat hamil memang diperbolehkan; malahan terbukti memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, seperti mengurangi nyeri, meningkatkan kekebalan tubuh, hingga memperkuat otot panggul. Lantas, posisi bercinta saat hamil seperti apa yang harus dipraktikkan dan adakah tips bercinta lainnya? Untuk menemukan jawabannya, simak terus, ya!

Posisi bercinta saat hamil yang aman untuk janin dan ibu hamil

Posisi bercinta saat hamil  menjadi salah satu hal yang harus diperhatikkan dari tips berhubungan seks saat hamil. Setiap pasangan harus bersedia untuk mencoba berbagai variasi posisi seks yang aman bagi kesehatan janin dan ibu hamil. Apa saja posisi bercinta saat hamil yang dimaksud? Berikut rinciannya:

– Woman on top

Denagn mencoba posisi woman on top, Anda telah meminimalisir tekanan pada janin dan rahim.. Dengan begitu, guncangan saat berhubungan seks tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan jabang bayi.

– Rear entry

Selain dengan posisi woman on top, Anda dan pasangan juga bisa meminimalisir tekanan pada rahim dengan menerapkan posisi rear entry, atau yang dikenal juga dengan istilah doggy style.

– Menyamping

Meskipun terdengar merepotkan, namun posisi seks menyamping akan membuat ibu hamil merasa lebih leluasa dan tidak sesak.

– Berbaring di tepian kasur

Terakhir, posisi bercinta saat hamil yang bisa dipraktikkan yang berbaring di tepian kasur. Dengan begini, penetrasi dapat dilakukan tanpa harus menekankan beban ke rahim. Tentunya, Anda tidak ingin seks malah memicu komplikasi kehamilan, bukan? Jadi, sebaiknya praktikkan lah posisi seks saat hamil yang nyaman dan aman ini, ya!

Perhatikan masa kehamilan

Selain posisi seks saat hamil, memperhatikan masa kehamilan juga penting, lho. Berikut penjelasan lengkapnya:

– Trimester pertama

Pada trimester ini, sebaiknya Anda dan pasangan membatasi frekuensi berhubungan seks terlebih dahulu. Kenapa? Karena di 3 bulan pertama, janin dan plasenta masih dalam masa perkembangan. Inilah mengapa penetrasi penis dan masuknya sperma ditakutkan akan memicu komplikasi kehamilan.

Perlu diketahui pula bahwa ibu hamil akan mengalami penurunan gairah seksual di trimester pertama. Penyebabnya tidak lain karena perubuhan kondisi hormonal yang membuat mereka mual, muntah, dan mengalami mood swings. Jadi teruntuk para suami, dimohon bersabar, ya!

– Trimester kedua

Ini dia masa kehamilan yang paling bisa dimanfaatkan untuk berhubungan seksual. Ya, di trimester kedua ibu hamil akan mengalami kelonjakan gairah seksual karena meningkatnya produksi hormon testosteron. Selan itu, perubahan kondisi fisik -seperti membesarnya payudara- juga kerap membuat gairah pasangan meningkat. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, ‘bersenang-senang’!

– Trimester ketiga

Mendekati waktu persalinan, frekuensi hubungan seks sebaiknya diturunkan lagi. Alasannya karena sperma yang masuk ke dalam rahim dapat merangsang kelahiran prematur. Selain itu, tekanan saat berhubungan seks juga dapat membuat ibu dan janin sesak.

Tingkatkan komunikasi

Satu hal yang tidak boleh disepelekan oleh pasangan yang sedang menjalani masa kehamilan adalah pentingnya komunikasi. Ingat! Komunikasi yang baik dapat membuat Anda lebih memahami perasaan, gairah, serta keinginan seksual satu sama lain. Inilah yang dapat meminimalisir risiko timbulnya konflik pemicu stres yang dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin.

Itu tadi beberapa posisi bercinta saat hamil dan beberapa tips berhubungan seks saat ha,il lainnya.  Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.