Pneumothorax ; Istilah saat paru-paru gagal untuk berfungsi

Pneumothorax

Pneumothorax adalah istilah yang digunakan saat paru-paru gagal untuk berfungsi. Hal ini terjadi saat udara di dalam paru-paru lolos dan merembes keluar, ke dalam ruang di antara paru-paru dan dinding dada Anda. Udara yang lolos ini akan menekan bagian luar paru-paru, sehingga menyebabkannya berhenti berfungsi.

 

Go Dok Bagi sebagian besar dari Anda, mungkin istilah Pneumothorax masih terdengar sedikit asing. Bahkan, mungkin tak ada yang benar-benar pernah mendengar istilah ini sampai kemudian kondisi ini terjadi pada Anda. Tapi haruskah Anda menunggu sampai kondisi ini terjadi, untuk memahaminya? Tentu saja tidak. Akan lebih baik jika Anda mengetahuinya dari sekarang, lho! Untuk itu, yuk mengenal penyakit Pneumothorax lewat penjelasan lengkap berikut ini!

Apa itu Pneumothorax?

Untuk mengenal Pneumothorax lebih jauh, ada baiknya Anda mengenal dasarnya terlebih dahulu. Sejatinya, Pneumothorax adalah istilah yang digunakan saat paru-paru gagal untuk berfungsi. Hal ini terjadi saat udara di dalam paru-paru lolos dan merembes keluar, ke dalam ruang di antara paru-paru dan dinding dada Anda. Udara yang lolos ini akan menekan bagian luar paru-paru, sehingga menyebabkannya berhenti berfungsi. Namun, dalam banyak kasus, tidak seluruh paru-paru berhenti berfungsi, melainkan hanya sebagian.

Lalu, apa gejala yang muncul saat terjadi Pneumothorax?

Mengenal Pneumothorax otomatis harus membuat Anda mengenal gejalanya pula. Sebenarnya, gejala utama adalah timbulnya nyeri dada secara mendadak dan sesak napas. Namun, terdapat beberapa gejala lain yang bisa saja menyertainya, seperti :

  • Kulit Anda membiru, seperti memar.
  • Anda harus bernapas dengan lebih cepat
  • Detak jantung Anda menjadi lebih cepat
  • Anda seringkali batuk-batuk
  • Muncul keringat dingin.
Apa saja penyebabnya?

Sejatinya, terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan Pneumothorax, seperti kecelakaan, cedera pada dada, bahkan adanya penyakit tertentu di dalam tubuh. Nah, kasus kondisi ini dapat dibagi menjadi dua jenis, jika didasarkan oleh penyebabnya, yaitu :

1. Traumatic Pneumothorax

Traumatic Pneumothorax merupakan jenis kegagalan fungsi paru-paru yang muncul setelah adanya trauma atau cidera pada dada Anda, yang dapat menyebabkan kerusakan struktur paru-paru. Hasilnya, udara akan terlepas atau lolos keluar dari paru-paru dan terjebak di dalam ruang pleural (di antara paru-paru dan dinding dada. Hal-hal  yang dapat menyebabkan cidera atau trauma tersebut, antara lain adalah :

  • Pukulan keras pada dada saat berolahraga beregu atau tim, seperti bermain basket dan sepakbola atau saat berkelahi.
  • Tusukan benda tajamatau tumpul yang menyebabkan luka pada dada.
  • Prosedur medis,yang dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru, seperti pemasangan tabung pada dada, penggunaan ventilator, biopsi pada paru-paru, dan pelaksanaan CPR.
  • Muncul ke permukaan air terlalu cepat saat menyelam, di mana tekanan udara yang berubah telalu cepat bisa menyebabkan paru-paru menjadi bocor. Karenanya, merupakan sebuah larangan bagi para penyelam untuk naik ke permukaan terlalu cepat. Mereka diharuskan naik beberapa meter, kemudian berhenti beberapa saat, sebelum melanjutkan naik beberapa meter dan berhenti lagi, terus hingga mencapai permukaan. Istirahat tersebut dibutuhkan untuk menyesuaikan tekanan udara di dalam paru-paru Anda saat menyelam.
  • Turun gunung terlalu cepat,di mana sama dengan naik ke permukaan terlalu cepat saat menyelam, perubahan ketinggian tanpa penyesuaian bisa menyebabkan munculnya gelembung-gelembung udara di dalam paru-paru Anda, yang kemudian akan pecah. Hal inilah yang menyebabkan paru-paru menjadi gagal berfungsi.

2. Non-traumatic Pneumothorax

Jenis yang kedua ini tidak disebabkan oleh trauma maupun kecelakaan, namun terjadi secara tiba-tiba. Hal ini bisa terjadi pada mereka yang sebelumnya bahkan tidak pernah didiagnosis dengan gangguan paru-paru apapun, dan disebut dengan Primary Spontaneous Pneumothorax (PSP). Hal ini merupakan kasus yang langka, di mana secara tiba-tiba, udara dan darah bisa memenuhi ruang pleural di dada Anda, tanpa adanya trauma atau apapun. Penyebabnya belum diketahui hingga kini.

Sementara itu, tipe lainnya yaitu Secondary Spontaneous Pneumothorax (SSP), terjadi pada mereka yang memang sebelumnya pernah mengalami gangguan ataupun penyakit pada paru-paru. Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang menjadi penyebabnya :

  • Kanker paru-paru,
  • Infeksi akut maupun kronis, seperti tuberkolosis atau pneumonia,
  • Cystic fibrosis, yaitu suatu penyakit paru-paru di mana semacam lendir menumpuk di paru-paru Anda sehingga menyebabkan fungsinya berhenti.
  • Asma, yaitu penyakit kronis yang dapat menyebabkan pembengkakan pada paru-paru.
  • Bronkitis kronis
  • Emphysma.
Adakah faktor risiko tertentu?

Dalam mengenal Pneumothorax, harus diketahui bahwa risiko terkena penyakit ini lebih jika Anda :

  • Seorang laki-laki, karena secara umum perempuan memiliki kesempatan lebih rendah menderita Pneumothorax.
  • Merokok, di mana risikonya meningkat seiring bertambahnya frekuensi dan jumlah rokok yang Anda hisap.
  • Berusia 20 -40 tahun
  • Berpostur tinggi dan kurus (memiliki berat bada di bawah normal)
  • Senang menyelam atau mendaki gunung tanpa mengikuti prosedur yang diharuskan
  • Memiliki penyakit paru-paru
  • Pernah mengalami Pneumothorax sebelumnya.

Nah, itu dia seputar Pneumothorax yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi