Phone Sex; Sekadar Nafsu Atau Memang Menyehatkan?

Phone sex

Phone sex, apakah Anda pernah mencoba aktivitas seks yang satu ini? Phone sex biasa digunakan untuk menembus hambatan jarak antara kedua orang tersebut. Lalu, apakah efek yang dihasilkan dari phone sex?

 

Go Dok Sepertinya semua setuju ya kalau aktivitas seks dibutuhkan setiap makhluk hidup. Tentunya, dengan pasangan masing-masing, dong. Apalagi jika sedang jatuh cinta, yang katanya berjuta rasanya. Rasanya waktu cepat berlalu dan tak ingin segera berpisah dengan pasangan, bukan?

Nah, pastinya sebagian besar dari Anda sudah mengetahui aktivitas seks pada umumnya, baik yang melibatkan dua orang maupun memuaskan dengan cara diri sendiri seperti masturbasi. Lantas, pernahkah Anda mencoba aktivitas seks yang satu ini; phone sex?

Yups, yang satu ini termasuk aktivitas seks, lho. Lantas, bagaimana menikmatinya? Apakah efek yang dihasilkan sama seperti aktivitas seks pada umumnya? Jika ada, apakah ada efek buruk dari phone sex ini?

Nah, semakin banyak pertanyaan yang muncul, semakin menarik pembahasannya, bukan?

Berikut jawaban dari pertanyaan phone sex sekadar nafsu atau memang menyehatkan”!

Secara umum, phone sex digunakan untuk menembus hambatan jarak antara kedua orang tersebut. Bagi mereka yang berpasangan, pastinya memahami dong istilah Long Distance Relationship (LDR). Yups, entah tuntutan kerjaan maupun pendidikan, hambatan jarak pun tidak bisa diingkari.

Jika harus mengunjungi kekasih di kota atau negeri seberang tentunya membuang ongkos, bukan? Di sinilah teknologi mengambil peran. Kemudahan akses telekomunikasi melalui smartphone yang sedang Anda pegang, sosok kekasih bisa langsung muncul di layar ponsel Anda, dalam genggaman, melalui akses internet yang terjangkau.

Nah, seiring kemajuan teknologi, phone sex dapat berkembang menjadi aktivitas seks digital lainnya, seperti sexting atau sex melalui chat hingga video sex. Dibanding phone sex, sexting dinilai kurang populer karena hanya menggunakan medium kata-kata sebagai pembangkit libido.

Nah, seperti yang sudah Anda ketahui, phone sex menggunakan medium suara sebagai sarana pelampiasan birahi. Di sinilah salah satu keunggulan dan manfaatnya, yaitu dinilai lebih intim dibanding aktivitas seks lainnya.

Kok bisa? Yups, karena keterbatasannya, setiap pasangan jadi lebih memerhatikan bagaimana mereka menggunakan kata-kata untuk menggoda satu sama lain sehingga mencapai orgasme. Dalam suatu kondisi tertentu, suara napas yang berat hingga desahan pasangan Anda bisa merangsang, lho! Jika ingin sedikit ‘nakal’, coba gunakan beberapa kata porno dalam percakapan Anda! Jika lewat kata-kata saja sudah bisa merangsang, apalagi jika sudah bertemu dan bisa mengeksplorasi tubuh masing-masing?

Ada perbedaan mendasar untuk mencapai orgasme antara phone sex dan aktivitas seks pada umumnya. Bedanya, jika aktivitas seks seperti bercinta menggunakan aspek sentuhan untuk menciptakan orgasme, aktivitas ini membutuhkan imajinasi Anda agar dapat memvisualisasi suara yang keluar dari telepon seakan-akan memang sedang bercinta. Artinya, Anda tetap harus melakukan masturbasi untuk mencapai orgasme.

Lalu bagaimana dengan video sex? Nah, aktivitas ini bisa dikatakan the next step dari phone sex, karena selain suara, Anda juga bisa melihat pasangan secara visual melalui aplikasi dalam smartphone. Namun, di sinilah bahayanya. Di saat Anda sedang video sex dengan pasangan, tidak menutup kemungkinan dokumen visual yang bersifat pribadi tersebut tersebar ke masyarakat luas.

Selain itu, karena menggunakan akses telekomunikasi, sinyal yang buruk bisa membuat mood Anda turun, lho. Akibatnya, orgasme pun harus tertunda. Sebal dong pastinya!

Sebenarnya, sebelum ada akses internet pun aktivitas seks ini sudah banyak dilakukan sejak zaman dulu. Masih ingatkah Anda tentang jasa telepon seks berbayar yang ditayangkan dalam iklan surat kabar?

Yups, walaupun hal tersebut bersinggungan dengan praktik asusila, layanan seks lewat telepon banyak diminati karena cenderung mudah dan lebih sedikit effort yang digunakan. Walau begitu, efek yang dapat ditimbulkan melalui praktik telepon seks tersebut menyerupai aktivitas seks pada umumnya, lho. Selain itu, seks melalui telepon juga membuat Anda tidak perlu khawatir terkena penyakit seks menular.  Sejauh ini, belum ada bukti bahwa virus HIV/AIDS dapat berpindah lewat jaringan telepon, kan?

Nah, begitulah sedikit penjelasan tentang phone sex. Lalu, apakah aktivitas seks ini sekadar nafsu atau memang menyehatkan, itu kembali ke pribadi masing-masing karena hal ini hanyalah sebagai alternative aktivitas seks selain bercinta. Selamat mencoba!

Baca juga:

Diskusikan permasalahan kesehatan seputar seks Anda dengan Tim Dokter Go Dok, langsung dari Smartphone, GRATIS! Download aplikasinya di sini.

TP/PJ/MA

Referensi