Perubahan Metabolisme yang Terjadi pada Tubuh Saat Tidur

perubahan metabolisme saat tidur

Saat tidur, metabolisme tubuh bekerja aktif untuk mengembalikan energi dan menghasilkan hormon baik untuk perkembangan tubuh. Mimpi saat tidur juga wajar terjadi karena aktivitas sel otak ketika memasuki fase REM, sambil memilih kejadian yang terjadi di siang hari untuk disimpan menjadi memori.

 

Go Dok – Selain mengembalikan energi yang telah terbuang sehari-hari, aktivitas tidur dibutuhkan setiap makhluk hidup untuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Mungkin, aktivitas tidur terdengar sangat sederhana, namun pernahkah Anda membayangkan apa saja perubahan yang terjadi pada tubuh saat tidur, hingga mampu menjaga kesegaran dan kebugaran tubuh?

Berikut perubahan metabolisme yang terjadi pada tubuh saat tidur!

1. Penurunan suhu tubuh

Jika sore hari menjadi waktu ketika suhu tubuh meningkat paling tinggi, suhu tubuh akan menurun ketika Anda tertidur. Nyatanya, suhu tubuh Anda akan menurun sekitar 1 hingga 2 derajat Celcius mulai Anda merasa ngantuk sebelum tidur. Ketika memasuki fase Rapid Eye Movement (REM), Anda memasuki kondisi tidur yang paling nyenyak dan tubuh berada pada suhu terendah.

Saat tidur dalam fase REM, otak akan mematikan fungsi termometer pada tubuh dan menurunkan suhu tubuh demi menjaga tidur tetap nyenyak. Maka dari itu, Anda tidak disarankan untuk olahraga seperti push up menjelang tidur karena dapat meningkatkan suhu tubuh dan mengganggu waktu tidur.

2. Detak jantung menurun dan napas melambat

Ketika memasuki fase Non-REM saat tidur, tubuh akan menurunkan denyut nadi dan tekanan darah Anda, demi mengistirahatkan tubuh. Dalam tahap ini juga membuat napas menjadi lebih pendek dan membuat kadar oksigen menjadi lebih rendah dibandingkan kadar karbon dioksida karena tingkat pernapasan yang menurun. Namun, ketika memasuki fase REM, denyut jantung akan meningkat kembali dan memasuki tahap bermimpi.

3. Tekanan darah menurun

Penurunan detak jantung pun berpengaruh pada tekanan darah yang ikut merendah. Pada fase Non-REM, tekanan darah Anda bisa menurun hingga 7 poin dari kondisi normal. Namun ketika memasuki fase REM, tekanan Anda akan meningkat dan kembali normal. Peningkatan tekanan darah ini biasanya berdampak pada organ seksual, seperti ereksi pada pria dan klitoris yang membesar pada wanita.

4. Aktivitas otak

Ketika Anda menutup mata dan beralih pada kondisi tidur seutuhnya, sel-sel dalam otak akan menyusun ulang kejadian yang terjadi pada siang hari dan memilihnya untuk menjadi memori yang penting untuk disimpan di dalam otak. Selain itu, ketika memasuki fase REM, sel otak menjadi lebih aktif dan menyebabkan Anda bermimpi.

Selain itu, hipotalamus yang terdapat pada salah satu bagian otak menghasilkan zat bernama GABA (Gamma Amino Butiric Acid) yang bertugas menenangkan untuk melumpuhkan fungsi otot yang menggerakkan tubuh agar mencegah Anda beraktivitas saat tidur, seperti sleepwalking.

5. Penyesuaian hormon

Tubuh Anda akan meningkatkan produktivitas hormon yang baik saat tidur, seperti hormon tiroid dan hormon yang bekerja untuk pertumbuhan tulang. Di sisi lain, hormon kortisol yang memicu stres pun akan menurun selama Anda tertidur. Selain itu, tubuh juga akan menyesuaikan hormon leptin dan ghrelin yang berfungi mengatur nafsu makan dan rasa lapar Anda saat tidur.

Tidak hanya itu, kadar hormon melatonin Anda, yang berkaitan dengan siklus bangun tidur dalam ritme Sirkadian juga akan disesuaikan, sehingga Anda akan merasa ngantuk ketika matahari terbenam dan terbangun pada pagi hari.

6. Perbaikan sistem tubuh

Seperti yang sudah disebutkan, begitu banyak yang terjadi saat tidur, seperti perubahan tekanan darah, hingga meningkatnya aktivitas hormon. Perubahan tersebut nyatanya memberi pengaruh baik pada organ tubuh dalam memperbaiki fungsi otot, meredakan stres, mengatur tekanan darah sehingga meningkatkan sistem autoimun, serta mengatur hormon yang mampu menahan rasa lapar agar membuat organ pencernaan dapat bekerja lebih optimal.

Kira-kira, itulah perubahan metabolisme yang terjadi pada tubuh saat tidur di malam hari. Itulah mengapa, penting untuk menjaga waktu tidur Anda pada rentang 6 hingga 8 jam setiap hari. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

 

SF/PJ/MA

Referensi