Persiapan untuk Menjadi Orangtua Bagi Pasutri Muda

persiapan untuk menjadi orangtua

Persiapan untuk menjadi orangtua bagi pasangan suami istri yang baru menikah bisa menjadi sebuah tantangan baru. Mendapatkan peran baru sebagai ayah maupun ibu, serta berbagi peran dalam menjaga dan mengasuh anak, tentunya menjadi tantangan tersendiri karena harus menyetarakan ego satu sama lain.

Go DokBagi para pasangan suami istri muda yang baru menikah, mempunyai keturunan tentu menjadi hal yang sangat diimpikan. Sebagian memilih untuk langsung melangsungkan program memiliki anak karena dirasa sudah siap secara mental, sebagian lainnya memilih untuk menunda karena merasa masih kurang persiapan untuk menjadi orang tua.

Mungkin, persiapan fisik seperti baju bayi, popok bayi, gendongan bayi, ayunan bayi, serta kamar yang dipenuhi mainan bayi sudah Anda persiapkan untuk menyambut si buah hati. Namun, bagaimana dengan persiapan mental?

Salah satunya adalah persiapan membagi waktu dengan pasangan saat harus merawat si buah hati. Sudahkah Anda persiapkan hal tersebut? Lalu, masih ada lagi persiapan mental lainnya yang harus Anda siapkan beserta pasangan.

Penasaran? Berikut persiapan menjadi orangtua yang harus Anda perhatikan sebagai pasangan baru!

  1. Bekerja sama dan saling berbagi waktu

Satu hal yang harus diingat, merawat bayi adalah pekerjaan yang menguras waktu 24 jam penuh selama 7 hari, terutama pada bulan-bulan pertama. Mulai dari memberi makan, mengganti popok, hingga menemaninya hingga tertidur tentunya akan menguras waktu dan tenaga Anda, bukan?

Sangat disarankan untuk mulai bisa membagi waktu dan tugas masing-masing sebagai persiapan menjadi orang tua, agar satu sama lain tetap bisa mendapatkan waktu beristirahat dan bekerja. Selain itu, ketika sedang fokus menjadi orang tua, Anda akan sangat mudah melupakan posisi sebagai pasutri. Jadi, jangan lupa juga untuk saling menghargai satu sama lain, ya!

  1. Menghabiskan waktu bersama

Selain bekerja sama, penting juga bagi Anda dan pasangan untuk menghabiskan waktu berduaan. Bisa juga meminta bantuan sahabat atau kerabat untuk menjaga si bayi sesekali agar quality time Anda tetap terjaga. Tidak harus keluar rumah, Anda juga bisa menunggu bayi tertidur dan melakukan hal yang menyenangkan seperti menonton film dan memasak bersama.

  1. Jangan takut untuk mengutarakan perasaan

Memiliki bayi adalah saat-saat yang bahagia, tetapi tidak jarang juga bisa mendatangkan stres. Luapan perasaan emosi seperti marah, sedih atau bahkan cemburu kepada pasangan jika hanya meluangkan sedikit waktu bersama kerapkali muncul tiba-tiba. Cobalah untuk membicarakan perasaan ini kepadanya agar tidak sampai ada munculnya miskomunikasi satu sama lain.

  1. Bertengkar dengan adil

Berbeda pendapat tentunya hal yang wajar dirasakan oleh setiap pasangan. Ketika Anda tidak menyetujui pendapat pasangan Anda, ingatlah untuk selalu bertengkar dengan adil. Selalu bersikap langsung dan jujur ketika ada yang dirasa mengganggu.

Hindari untuk saling menyalahkan, serta utarakan dengan jelas apa yang membuat Anda kesal. Satu hal lagi, cobalah untuk tidak berdebat di depan anak Anda. Penting bagi mental sang anak untuk mengetahui kalau orangtuanya saling mencintai. Hal ini juga bisa mengajarkan kepada anak Anda bagaimana cara untuk memecahkan masalah.

Itulah langkah awal sebagai persiapan menjadi orangtua yang sebaiknya mulai Anda latih bersama pasangan. Menjadi orang tua mungkin pekerjaan tersulit, tetapi selama bisa dilakukan dengan benar, maka akan menjadi menyenangkan. Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

 

Selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter pilihan tentang kondisi kesehatan keluarga Anda. Tunggu apalagi, segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

GA/PJ/TP

Referensi