Persiapan  Pria Saat Akan Menjalani Program  Bayi Tabung

program bayi tabung

Persiapan pria saat akan menjalani program bayi tabung sebaiknya memulai dengan program peningkatan kesehatan sperma dari 2 hingga 3 bulan sebelum transfer sperma dilakukan. Selain itu, hindari memanaskan makanan dalam plastik, hindari olahan kedelai, perbanyak antioksidan, lakukan detoksifikasi dan rajin berolahraga.

Go Dok Apabila berbicara tentang bayi tabung, fokus pembicaraan akan langsung mengarah kepada sang calon ibu. Segala persiapan harus dilakukan, mulai dari menjaga kesehatan tubuh, memastikan asupan nutrisi cukup, dan lain sebagainya.

Namun tahukah Anda, kalau ternyata sang calon ayah juga perlu mempersiapkan dirinya dengan baik? Bukan hanya berbicara tentang persiapan mental dan dana, lho. Namun juga persiapan lain yang berhubungan dengan kondisi medisnya. Penasaran? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Persiapan pria saat akan menjalani program bayi tabung

Kualitas sperma merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan program bayi tabung. Calon ayah sebaiknya memulai program peningkatan kesehatan sperma ini dari 2 hingga 3 bulan sebelum transfer sperma dilakukan.

Mengingat siklus hidup sperma yang umumnya berlangsung sekitar 42 hingga 76 hari, yang mencakup proses produksi, pematangan, hingga ejakulasi.

Lalu, apa saja yang harus dilakukan pria dalam masa tersebut?

1. Melakukan detoksifikasi

Detoksifikasi bermanfaat untuk menghilangkan racun dalam tubuh dan memperbaiki kondisi sperma. Detoks ini umumnya berlangsung selama 3 hingga 5 hari.

Dalam kurun waktu tersebut, perbanyaklah mengonsumsi makanan organik yang mengandung Zinc, seperti makanan laut, biji-bijian, telur, dan jamur. Hindari mengonsumsi kecambah, kafein, dan alkohol.

2. Hindari memanaskan makanan dalam plastik

Plastik diketahui mengandung zat xenohormone yang dapat menurunkan kadar hormon testosteron dalam tubuh pria, yang berarti menurunnya jumlah sperma.

Memanaskan wadah dan bungkus plastik akan membuat xenohormone menempel pada makanan di dalamnya. Akan sangat merugikan kalau zat ini masuk ke tubuh Anda dalam masa persiapan menjelang program bayi tabung!

3. Pilih makanan organik

Pestisida dan hormon buatan yang sering ditemukan pada makanan ternyata mengandung hormon estrogen, lho. Hormon estrogen pada tubuh pria diketahui lebih sedikit jumlahnya dari testosteron.

Jika jumlah estrogen dalam tubuh pria meningkat, dominasi testosteron akan berkurang dan menyebabkan menurunnya produksi sperma pada testis. Tentunya, hal ini akan memengaruhi presentase keberhasilan program bayi tabung.

4. Hindari aneka olahan kedelai

Kedelai diketahui mengandung phytoestrogen, suatu zat yang fungsinya menyerupai estrogen. Sebaiknya, hindari produk olahan kedelai dalam bentuk apapun. Mulai dari produk susu, makanan (seperti tempe, tahu, yogurt kedelai, nata de soya, dan lainnya), hingga yang mengandung minyak kedelai

Minyak kedelai umumnya digunakan dalam proses pembuatan makanan kemasan, seperti roti, dressing salad, dan kue. Sebaiknya Anda segera membiasakan melihat tabel nutrisi dahulu sebelum membeli apapun, ya.

5. Jaga tubuh dari dehidrasi

Air putih terbukti dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tubuh yang sehat akan menghasilkan sperma yang sehat pula. Biasakanlah untuk minum minimal 8 gelas air mineral dalam sehari.

6. Perbanyak asupan antioksidan

Antioksidan tidak hanya bagus untuk merawat kulit, lho. Antioksidan juga bagus untuk melindungi sperma dari pengaruh buruk radikal bebas, mengurangi presentase keguguran, cacat kelahiran, dan permasalahan lain pada buah hati anda nantinya.

Selain itu, antioksidan diketahui dapat meningkatkan jumlah sperma yang hidup, presentase spermatozoa sehat, dan kemampuan bergerak sperma yang sangat berpengaruh pada keberhasilan program bayi tabung.

7. Membiasakan olahraga

Bukan rahasia lagi jika olahraga sangat bermanfaat bagi tubuh. Luangkanlah waktu sekitar 30 menit sehari untuk berolahraga dan lakukan minimal 5 kali dalam seminggu.

Jika Anda ingin melakukannya bersama pasangan, cobalah yoga kesuburan untuk pasangan. Selain mendukung fertilitas, yoga ini dapat menenangkan pikiran, meredakan stres, dan memperkuat hubungan Anda dengan pasangan.

 

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

FY/JJ/MA

Referensi