Perikarditis ; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Perikarditis

 

Perikarditis merupakan peradangan pada perikardium. Penyebab pastinya tidak dapat diketahui secara sepenuhnya. Penyakit ini bukan merupakan kondisi yang serius, tetapi dapat menjadi komplikasi yang membahayakan jika tidak di lakukan penanganan dengan baik dan sesuai.

 

Mengenal Perikarditis

Perikarditis merupakan peradangan pada perikardium. Perikardium merupakan suatu kantung yang membungkus jantung. Biasanya perikarditis ditandai dengan nyeri dada karena terjadi gesekan serta didapati perubahan pada pemeriksaan elektrokardiografi. Didalam literatur beberapa ahli menyebutkan bahwa penyakit ini merupakan pembengkakan pada kantung yang membungkus jantung. Gejala yang paling sering dialami oleh seseorang yang mengalami perikarditis adalah nyeri dada. Nyeri ini dapat timbul secara tiba-tiba dan dapat terasa menembus ke belakang dada. Biasanya diperburuk saat bernafas atau berbaring, tetapi membaik jika individu yang mengalami kondisi ini duduk.

Penyakit ini bukan merupakan kondisi yang serius, tetapi dapat menjadi komplikasi yang membahayakan jika tidak di lakukan penanganan dengan baik dan sesuai. Umumnya seseorang yang mengalami kondisi ini dapat berobat jalan jadi tidak perlu dirawat di rumah sakit. Para ahli membedakannya menjadi: perikarditis idiopatik, perikarditis akut, perikarditis berulang, perikarditis efusi, dan perikarditis kronik. Penyakit ini dihubungkan dengan faktor-faktor lain, termasuk infeksi virus, bakteri, jamur, maupun infeksi lainnya. Kemungkinan penyebab lainnya ialah serangan jantung maupun riwayat operasi jantung, luka-luka, dan obat-obat.

Epidemiologi
  • Para ahli memperkirakan sebanyak 1 dari 1000 orang yang berobat ke instalasi gawat darurat atupun ke rumah sakit merupakan pasien dengan perikarditis.
  • Perikarditis akut lebih sering menyerang pada pria dibandingkan dengan wanita.
  • Penyakit ini dapat menyerang orang-orang di usia remaja.
Penyebab

Penyebab pasti perikarditis tidak dapat diketahui secara sepenuhnya. Didalam beberapa kasus virus nampaknya diduga bertanggung jawab mengakibatkan kondisi ini. Sekitar hampir 90% kasus perikarditis akut tidak dapat diketahui secara jelas dan tidak ditemukan penyebabnya. Perikarditis tipe ini termasuk perikarditis idiopatik.

  • Infeksi virus diduga menyebabkan perikarditis. Infeksi ini antara lain: meningitis virus, adenovirus, enterovirus, sitomegalovirus, virus herpes simplek, flu, ataupun HIV/AIDS (Human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome).
  • Di dalam beberapa literatur disebutkan juga beberapa penyebab lainnya seperti:
  • infeksi bakteri, infeksi bakteri terutama tuberkulosis dapat menyebabkan perikarditis.
  • autoimun, seperti rheumathoid arthritis atau lupus
  • Radiasi yang terdapat pada terapi radiasi dapat merusak jaringan perikardium.
  • Gagal ginjal. Belum ada penjelasan secara pasti mengenai kejadian ini, akan tetapi para ahli menyimpulkan bahwa gagal ginjal dapat menyebabkan perikarditis.
  • Kanker yang menyebar kebagian perikardium dapat menyebabkan perikarditis.
  •  Beberapa oba diketahui dapat menyebabkan perikarditis.
  • Serangan jantung. Otot jantung yang rusak akibat serangan jantung dapat menyebabkan perikarditis.

Beberapa teori lainnya menyebut bahwa perikarditis dapat terjadi berulang dan hal inilah yang menyebabkan terjadinya perikarditis berulang. Banyak teori menjelaskan kejadian perikarditis berulang, tetapi secara pasti perikarditis ini belum diketahui mekanismenya secara jelas.

Gejala

Perikarditis memiliki beberapa klasifikasi yang berbeda dan hal ini akan menimbulkan gejala yang berbeda juga. Perikarditis akut biasanya terjadi kurang dari tiga minggu. Penyakit ini dianggap kronik jika berlangsung lebih dari tiga bulan. Perikarditis rekuren terjadi empat hingga enam minggu, tetapi terdapat jeda yaitu seseorang yang mengalami kondisi perikarditis akut gejalanya hilang dan timbul kembali.

Secara garis besar berikut adalah tanda dan gejala yang terdapat pada perikarditis, yaitu:

  • Nyeri dada. Merupakan gejala yang paling umum terjadi pada semua jenis perikarditis.
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Duduk yang terlalu condong untuk meringkan rasa sakit
  • Nyeri yang dapat menjalar ke bahu kiri dan leher, menembus ke belakang dada
  • Demam
  • Rasa lelah
  • Mual.
Diagnosis

Segera cari bantuan medis jika anda memiliki gejala yang serupa. Penanganan yang lebih awal dapat membantu meringankan gejala serta mencegah komplikasi. Konsultasikan dengan dokter mengenai gejala yang timbul pada diri Anda dan riwayat penyakit yang terjadi pada Anda. Pemeriksaan fisik akan dilakukan terkait kondisi Anda.

Dokter akan melakukan beberapa tes untuk memastikan apakah terdapat infeksi atau tidak. Diagnosis perikarditis dapat dikonfirmasi melalui perekaman jantung. Melalui perekaman jantung aktivitas listrik dapat menunjukan apakah seseorang mengalami perikarditis atau tidak. Beberapa pemerksaan penunjang mungkin akan dilakukan dokter seperti: foto rontgen dada, MRI, CT-scan atau Echocardiogram.

Penanganan

Perikarditis umumnya dilakukan melalui pengobatan. Penilaian akan dilakukan oleh dokter apakah seseorang perlu dapat rawat jalan atau di rawat inap. Umumnya pengobatan dilakukan dengan mempertimbangkan  seseorang mengalami demam,  kecurigaan terhadap infeksi, tes darah yang abnormal, dan risiko lainnya. Jika terdapat gejala tersebut maka Anda akan disarankan untuk di rawat inap. Perawatan di rumah sakit dilakukan juga jika perawatan dirumah yang telah dilakukan tidak memperbaiki gejala.

Beberapa obat yang diberikan pada kondisi ini antara lain:

  • Obat anti inflamasi. Obat ini bekerja untuk mengurangi peradangan pada perikardium dan meringankan nyeri dada.
  • Kolkisin. Merupakan obat yang sering dikombinasikan dengan obat nsaid, obat ini bekerja dengan efek mengurangi peradangan pada perikardium. Efek samping obat ini adalah sakit perut, muntah, dan diare.
  • Kortikosteroid. Obat ini bekerja untuk mengurangi peradangan dan menghalangi sistem imun pada tubuh. Efek sampingnya adalah berat badan yang bertambah, dan keringat yang berlebihan.

Pengobatan dilakukan dengan melihat gejala yang terdapat pada seseorang, beberapa kasus yang gejalanya menetap pengobatan kombinasi akan dilakukan. Jika gejalanya cukup parah, kemungkinannya lainnya ada melakukan operasi. Dalam hal ini anda akan dilakukan perujukan ke bagian bedah. Biasanya tindakan bedah merupakan penanganan yang paling akhir pada kondisi ini.

Komplikasi
  • Perikarditis konstriktif kronis
  • Tamponade jantung.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.

PJ/MA

Referensi