Perbedaan Keputihan Tanda Kehamilan dan Menstruasi

Keputihan tanda kehamilan dan menstruasi

Keputihan tanda kehamilan dan menstruasi terkadang sulit dibedakan karena karakteristik keduanya sangatlah mirip. Bahkan, gejala umum menstruasi seperti payudara sensitif, meningkatnya frekuensi buang air kecil, cepat lelah, dan konstipasi juga dialami oleh wanita dalam masa pertama kehamilannya.

Go DokKeputihan sangat umum dialami oleh wanita, baik wanita yang belum maupun yang sudah menikah. Tekstur dan warnanyapun bervariasi, dari seperti gel bening, putih susu, hingga kuning kecoklatan. Karakteristik tersebut juga mengisyaratkan kondisi tertentu tubuh, seperti kapan kita akan mengalami menstruasi atau pertanda jika Anda sedang mengandung janin.

Namun tidak jarang keputihan tanda kehamilan dan menstruasi akan salah diartikan.  Hal ini disebabkan karakteristik keduanya yang tidak mudah dibedakan. Bahkan tanda-tanda kehamilan dan PMS (Pre Menstruation Syndrome) pun sangatlah mirip.

Gejala umum menstruasi seperti payudara sensitif, meningkatnya frekuensi buang air kecil, cepat lelah, dan konstipasi juga dialami oleh wanita dalam masa pertama kehamilannya. Untuk itu,  agar bisa membedakan mana tanda kehamilan dan tanda menstruasi. Yuk, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Apa Penyebab Keputihan?

Keputihan yang muncul sebelum menstruasi sangatlah normal. Hal ini bukan disebabkan oleh kurangnya kehigienisan di area vagina atau tanda infeksi dari bakteri jahat, lho. Sebenarnya keputihan justru berperan sebagai “sistem pembersihan badan” yang mendorong bakteri-bakteri jahat keluar dari tubuh.

Selain itu, keputihan masih bagian dari siklus menstruasi yang terjadi pada wanita setiap bulannya.  Jadi jangan khawatir kalau Anda mengalami keputihan, ya.

Sebelum pelepasan sel telur wanita (ovulasi) terjadi, tubuh mengelurkan estrogen yang memicu produksi lebih banyak lendir (mucus) daripada biasanya. Pada periode tersebut mucus umumnya berwarna bening dan encer.

Tekstur mucus tersebut sangat membantu jalannya sprema untuk mencapai sel telur wanita. Mucus yang demikian juga dapat keluar di hari-hari biasa. Seringnya, terjadi setelah melakukan aktivitas berat atau olahraga.

Namun setelah ovulasi terjadi, hormon progesteron mendominasi sistem reproduksi. Mucuspun berubah menjadi putih dan lebih kental. Tidak jarang pula mucus berwarna kekuningan pada periode ini. Itu tanda mucus telah tercampur dengan sedikit darah menstruasi. Biasanya, hal ini terjadi antara 11-14 hari. Sekali lagi, hal ini benar-benar normal, ya.

Mucus atau yang kita kenal sebagai keputihan, umumnya tidak berbau. Warnanya berkisar antara bening hingga putih kekuningan. Keputihan yang tercampur dengan darah biasanya berwarna kuning kecoklatan. Darah ini juga normal, lho.

Biasa terjadi setelah menstruasi berakhir atau di saat-saat pertama kehamilan. Kalau Anda menemukan bau yang tidak sedap pada keputihan, itu bisa saja menjadi pertanda suatu penyakit dalam tubuh.

Perbedaan Keputihan tanda kehamilan dan menstruasi

Kehamilan terjadi saat sel telur yang dilepas saat ovulasi berhasil dibuahi oleh sperma.  Saat kehamilan terjadi, muncul gejala-gejala seperti sakit kepala, payudara membesar dan sensitif, gejolak emosi, konstipasi, sering buang air kecil, dan keputihan.

Namun kehamilan memiliki tanda-tanda khusus yang tidak dapat ditemukan saat pra menstruasi.

  • Telatnya menstruasi. Umumnya siklus menstruasi terjadi sebulan sekali atau 15-28 hari sekali pada wanita. Jika Anda melihat tanda-tanda kehamilan namun menstruasi tak kunjung datang dalam tenggat waktu yang seharusnya, ada  baiknya untuk melakukan tes kehamilan.
  • Keputihan berwarna coklat. Salah satu tanda-tanda kehamilan adalah adanya bercak darah yang keluar lewat vagina. Bercak darah ini seringkali tercampur dengan keputihan berwarna putih kental yang juga keluar pada saat itu. Sehingga warna lendir menjadi kuning kecoklatan.
  • Menghitamnya kulitPada masa kehamilan awal, area puting cenderung menghitam dan membesar. Hal ini biasanya terjadi pada minggu pertama dan kedua kehamilan.  Jika anda berada dalam masa pra menstruasi, tentu hal ini tidak akan terjadi.

Pada masa menstruasi maupun kehamilan, tubuh berada dalam kondisi yang cukup rentan sehingga asupan nutrisi yang seimbang sangat diperlukan oleh tubuh.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

ZF/JJ/MA

Referensi