Penyebab Osteoporosis yang Harus Diwaspadai Sejak Dini

penyebab osteoporosis

Penyebab osteoporosis atau pengeroposan tulang harus mulai Anda sadari dan hindari sejak usia dini. Sebab, proses pengeroposan tulang, terutama pada tulang pinggul dan punggung, bisa terjadi sejak di usia dini, seperti tidak rajin berolahraga dan jarang mengonsumsi asupan yang kaya akan kalsium dan vitamin D.

 

Go Dok – Salah satu ketakutan mereka yang telah memasuki usia senja adalah harus menjalani aktivitas dengan kondisi osteoporosis atau pengeroposan tulang. Maka dari itu, dengan memahami faktor penyebab osteoporosis sejak dini, Anda bisa mengurangi risiko menderita retak pada tulang atau bahkan patah tulang di usia senja.

Kata osteoporosis sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “tulang berpori.” Seperti yang Anda ketahui, osteoporosis merupakan kondisi kesehatan yang mempengaruhi kekuatan tulang. Biasanya, bagian tulang yang paling sering terkena osteoporosis adalah tulang rusuk, pinggul, tulang di pergelangan tangan, serta tulang belakang.

Bagi Anda yang belum tahu, pada bagian dalam tulang yang sehat memiliki ruang kecil berbentu seperti sarang lebah. Nah, orang dengan osteoporosis cenderung memiliki ruang tersebut lebih renggang dan membesar, sehingga menyebabkan tulang kehilangan kekuatan dan kepadatannya. Selain itu, bagian luar tulang pun menjadi lebih lemah dan tipis.

Berikut faktor-faktor penyebab osteoporosis yang umum ditemukan!

– Jenis kelamin

Perempuan jauh lebih mungkin terkena osteoporosis daripada laki-laki.

– Usia

Semakin tua usia Anda, semakin besar risiko Anda terkena osteoporosis.

– Ras

Anda berisiko terkena osteoporosis jika Anda berkulit putih atau keturunan Asia.

– Sejarah keluarga

Bagi yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengalami osteoporosis meningkatkan risiko Anda terkena osteoporosis, terutama jika ibu atau ayah Anda pernah mengalami patah pada tulang pinggul.

– Steroid dan obat-obatan lainnya

Penggunaan obat kortikosteroid oral atau suntikan jangka panjang, seperti prednison dan kortison, mengganggu proses regenerasi sel pada tulang.

– Kondisi medis

Risiko serangan osteoporosis lebih tinggi kepada seseorang yang memiliki masalah medis tertentu, seperti penyakit celiac, penyakit radang usus, penyakit ginjal atau hati, kanker, lupus, multiple myeloma, dan radang sendi.

– Pilihan gaya hidup

Beberapa kebiasaan buruk dapat meningkatkan risiko osteoporosis, seperti lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk daripada bergerak aktif, mengonsumsi alkohol berlebihan dan merokok.

– Kadar hormon

Mungkin ini faktor yang jarang kita ketahui bersama, namun nyatanya osteoporosis dapat menyerang karena adanya perubahan hormon pada tubuh seseorang. Seorang wanita yang mulai memasuki fase menopause akan mengalami penurunan kadar estrogen, yang kemudian melemahkan kondisi tulang.

Begitu juga dengan pria yang semakin bertambah usia akan mengalami penurunan kadar testosteron yang berdampak pada kepadatan tulang. Terlalu banyak hormon tiroid juga dapat menyebabkan pengeroposan tulang. Selain itu, osteoporosis juga seringkali dikaitkan dengan kelenjar paratiroid dan adrenal yang terlalu aktif.

Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko osteoporosis?

Nah, pastikan Anda selalu menjaga asupan penuh nutrisi dengan makanan yang kaya protein, kalsium, dan vitamin D agar kepadatan tulang dapat terjaga, hingga tua nanti.

Selain itu, berolahraga secara teratur juga dapat melatih otot Anda dalam menarik tulang sehingga dapat merangsang proses regenerasi sel-sel pada tulang. Dengan begitu, kepadatan tulang pun tetap terjaga. Anda bisa mencoba olahraga kardio seperti jalan cepat, aerobik, berlari, dan sejenisnya.

Bagi Anda yang sudah lanjut usia, coba membiasakan berjalan santai setiap pagi untuk menjauhkan dari risiko terserang osteoporosis.

Itulah faktor-faktor penyebab osteoporosis yang umum ditemukan. Sejumlah faktor tidak bisa Anda hindari, seperti faktor keturunan. Namun faktor lainnya seperti membiasakan untuk berolahraga secara teratur bisa Anda ubah demi menjauhkan diri dari risiko osteoporosis. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Selalu gunakan aplikasi Go Dok untuk mendapatkan akses tanya dokter online yang selalu siaga 7 x 24 jam langsung dari smartphone Anda. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

TS/PJ/TP

Referensi