Penyebab Keguguran yang Paling Umum

Penyebab keguguran

Penyebab keguguran paling umum karena gangguan pada rahim seperti pertumbuhan tumor di dalam rahim serta bentuk rahim yang tidak normal. Gangguan pada plasenta juga dapat terjadi, yang menyebabkan plasenta tidak berfungsi semestinya dan menyebabkan fetus kekurangan asupan nutrisi, oksigen, serta zat-zat lain yang dibutuhkan.

Go DokKeguguran kandungan merupakan salah satu kejadian yang bisa membuat pedih hati, terutama jika Anda sudah lama berusaha untuk mengandung. Tidak sedikit wanita yang menyalahkan dirinya sendiri ketika tiba-tiba mengalami musibah ini.

Padahal, sebagian besar penyebab keguguran tidaklah dapat dicegah dan di luar kontrol Anda. Terutama pada keguguran di usia-usia awal kehamilan, di mana wanita bahkan belum mengetahui bahwa dirinya telah mengandung.

Nah, apa saja sih penyebab keguguran yang paling umum?

1. Chromosomal abnormalities

Abnormalitas pada kromosom kerap dikatakan sebagai penyebab keguguran yang paling umum terjadi. Hal ini berarti keguguran yang Anda alami disebabkan oleh suatu gangguan pada kromosom-kromosom sel telur atau sperma selama pembentukan embrio.

Keabnromalan pada pembentukan kromosom juga merupakan hal yang menyebabkan tipe Down Syndrome paling umum. Hanya saja, dalam beberapa kasus, keabnormalan ini tidak sesuai untuk hidup, sehingga terjadilah keguguran. Keguguran dengan penyebab yang satu ini paling sering terjadi pada wanita di atas umur 35 tahun.

2. Gangguan pada rahim dan plasenta

Gangguan dan keabnormalan pada rahim juga dapat menjadi salah satu penyebab keguguran yang cukup umum. Gangguan yang muncul antara lain adalah :

  • Pertumbuhan tumor di dalam rahim, yang disebut fibroids.
  • Bentuk rahim yang tidak normal.

Selain itu, gangguan pada plasenta juga dapat terjadi, yang menyebabkan plasenta tidak berfungsi semestinya dan menyebabkan fetus kekurangan asupan nutrisi, oksigen, serta zat-zat lain yang dibutuhkannya. Keguguran karena kedua hal ini umumnya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan.

3. Gangguan pada organ reproduksi lain

Terkadang, penyebab keguguran karena adanya kelemahan pada serviks, alias leher rahim Anda. Kelemahan ini didefinisikan sebagai ketidakmampuan leher rahim dalam menopang kehamilan.

Biasanya, kelemahan ini dapat dideteksi sedari awal lewat pemeriksaan rutin, dan ditangani langsung oleh dokter. Meskipun begitu, tak sedikit penanganan yang gagal dan menyebabkan keguguran pada trimester kedua kehamilan.

Selain itu, keguguran juga bisa disebabkan oleh Polycystic ovary syndrome (PCOS), yang merupakan suatu kondisi di mana ovarium (indung telur) Anda berukuran lebih besar dari normal. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormon di dalam ovarium, dan dapat menurunkan kualitas sel telur yang dihasilkan wanita.

4. Gaya hidup

Beberapa gaya hidup yang tidak sehat, seperti penggunaan obat-obatan terlarang, mengonsumsi minuman beralkohol, serta merokok bisa menyebabkan keguguran, baik di awal kehamilan maupun di trimester akhir.

Tak hanya itu, pola dan menu makan juga bisa membuat janin gugur sebelum lahir. Pilihan makanan setengah matang, seperti daging atau telur setengah matang, tidak direkomendasikan untuk wanita hamil dan jika diteruskan bisa menyebabkan keguguran.

5. Adanya penyakit tertentu

Salah satu penyebab keguguran yang juga cukup umum adalah Anda memiliki penyakit tertentu yang memengaruhi kehamilan. Beberapa kondisi kesehatan yang potensial dalam menyebabkan keguguran adalah :

  • Diabetes, jika tidak dilakukan kontrol dengan baik
  • Hipertensi yang sudah mencapai tahap parah
  • Lupus, penyakit autoimun yang diketahui memperbesar risiko keguguran pada wanita
  • Penyakit ginjal
  • Antiphospholid syndrome(APS).

6. Infeksi

Baik infeksi virus maupun infeksi bakteri pada wanita hamil ternyata dapat meningkatkan risiko keguguran, dan bahkan menyebabkan terjadinya keguguran.

Berikut adalah beberapa jenis infeksi yang dapat menigkatkan risiko keguguran :

7. Kelainan kelenjar tiroid

Jika terdapat kelainan pada kelenjar tiroid dalam tubuh Anda, baik itu produksinya terlalu tinggi maupun terlalu rendah, hal ini bisa menyebabkan kemandulan serta keguguran yang berulang.

Pasalnya, saat fungsi tiroid wanita hamil rendah, tubuh Anda akan mencoba menanganinya dengan memproduksi hormon-hormon yang justru dapat menekan ovulasi. Sementara tiroid yang memproduksi hormon terlalu banyak justru dapat mengintervensi kemampuan estrogen untuk mempersiapkan uterus dalam mengandung janin. Hal ini bisa berujung pendarahan uterus dan keguguran.

Nah, itu dia 7 penyebab keguguran yang bisa dikatakan paling umum terjadi. Semoga bermanfaat, ya!

 

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/JJ/MA

Referensi