Penyakit Pasca Tsunami dan Cara Mencegahnya

penyakit pasca tsunami

Pasca tsunami biasanya akan menyebabkan penyebaran penyakit yang berbahaya seperti kolera, malaria, infeksi saluran pernapasan, infeksi vagina, typhoid, disentri dll. Untuk itu, sangat penting membekali diri dengan mengetahui cara mencegahnya agar terhindar dari ancaman penyakit yang berbahaya tersebut.

Go Dok Insiden bencana alam Tsunami yang terjadi di Palu beberapa hari silam tidak hanya merusak bangunan serta fasilitas yang ada tetapi juga menyebabkan penyebaran penyakit berbahaya yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Untuk itu, mari mengenal penyakit yang umum terjadi pasca tsunami dan pencegahannya.

Berikut beberapa penyakit pasca tsunami yang mengancam kesehatan Anda!

1. Kolera

Kolera jadi salah satu penyakit pasca tsunami yang harus diwaspadai. Penyakit ini pada umumnya adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala kolera sendiri biasanya ditandai dengan dehidrasi yang disebabkan oleh diare. Gejala lanjutan termasuk mual, muntah dan keram perut merupakan tanda tanda lainya.

Kolera sendiri dapat ditangani dengan mengonsumsi oralit, ataupun air yang mengandung garam beriodium. Selain itu, kebersihan dari air dan makanan yang kita makan dan minum juga merupakan faktor utama dalam menyembuhkan kolera.

2. Malaria

Dikutip dari salah satu jurnal kesehatan Dr. Lee D Jacobs di NCBI, saat Tsunami di Aceh pada tahun 2005 yang lalu, lebih dari 250.000 penangan malaria dilaksanakan.

Malaria sendiri merupakan penyakit yang menular dan menyebar melalui gigitan nyamuk. Gejalanya sendiri terdiri dari demam tinggi, badan lemas, sakit kepala yang berlebih, dan juga muntah-muntah. Gejala malaria tersebut biasanya timbul setelah 15 hari pasca gigitan.

Pencegahan penyakit ini biasanya dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida dikawasan posko korban tsunami. Para Volunteer juga disarankan untuk mengonsumsi obat profilaksis ketika berada dikawasan tersebut agar meminimalisir penyebaran wabah.

3. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi dada merupakan penyakit pasca tsunami yang paling sering terjadi. Infeksi ini bisa dimulai dengan penyakit pernapasan ringan (batuk, asma) sampai dengan yang berat bronchitis akut, pneumonia). Gejala bisa berupa batuk kering, batuk berdahak (hijau atau kekuning-kuningan), sesak napas, demam tinggi, batuk berdarah, dan juga lemas badan.

Infeksi ini dapat dicegah dengan akses ke tempat berlindung yang layak dan mendapatkan pakaian maupun tempat berlindung yang hangat, sedangkan gejala dapat disembuhkan secara perlahan dengan antibiotik dan obat antivirus yang efektif selama penderita beristirahat dengan cukup.

4. Infeksi Vagina

Penyakit yang biasanya terjadi pada wanita pasca tsunami ini disebabkan oleh bakteri yang ada pada air yang tercemar. Gejalanya dapat dilihat jika vagina Anda mengeluarkan cairan atau keputihan. Jika hal ini terjadi Anda harus segera memeriksakanya karena infeksi ini dapat menyebabkan kemandulan.

Disisi lain Anda dapat mencegah terjadinya infeksi dengan segera membersihkan badan Anda dan jika ada cairan yang keluar, segera oleskan betadine atau krim antibiotik agar bakteri tidak menyebar terlalu dalam.

5. Typhoid

Demam Typhoid merupakan demam yang terjadi akibat bakteri S Typhi yang terdapat pada makanan atau minuman yang kita konsumsi. Biasanya demam typhoid terjadi akibat sanitasi yang buruk dan kurangnya kebersihan di area yang kita tinggali.

Gejalanya sendiri terdiri dari demam, sakit kepala berkelanjutan, kehilangan nafsu makan, diare, dan juga mual berlebih.

Salah satu pencegahan terbaik typhoid yaitu dengan menjaga kesterilan minuman dan makanan, termasuk kebersihan jasmani. Usahakan untuk mandi dengan air bersih ketika berada di kawasan aman dan selalu mendidihkan air sampai matang dan membersihkan pakaian maupun barang-barang Anda dengan air mendidih.

6. Disentri

Disentri merupakan salah satu penyakit pasca tsunami yang umum terjadi. Gejala utama disentri adalah diare. Penyakit ini memiliki gejala lain seperti panas tinggi, mengigil, sakit perut, kram, hilang nafsu makan, dan masih bayak lagi.

Hidup di negara yang rentan terkena bencana alam seharusnya bisa membuat kita lebih siap menghadapi bencana dan menanggulangi dampak yang mungkin terjadi setelahnya, salah satunya penyakit. Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.