Penggunaan Kondom Berbagai Rasa; Berbahayakah Bagi Kesehatan?

penggunaan kondom berbagai rasa

Penggunaan kondom berbagai rasa bertujuan untuk menghangatkan percintaan secara oral, alias oral sex.  Berniat untuk menggunakannya?  Sebaiknya,membaca keterangan pada bungkus kondom terlebih dulu untuk memastikan keamanan kandungan kondom tersebut.  

Go Dok- Tentunya, banyak dari Anda yang sudah mengetahui bahwa beberapa perusahaan kondom sejak beberapa tahun lalu mengeluarkan produknya dalam berbagai rasa. Jenis kondom ini popularitasnya kian meningkat di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Seperti ingin mengalahkan Kacang Segala Rasa Bertie Bott kepunyaan dunia Harry Potter, kondom berbagai rasa kini juga hadir dalam banyak varian; mulai dari yang standar seperti jeruk dan stroberi, hingga yang sedikit aneh seperti rasa terong dan acar. Nah, dengan semakin maraknya industri kondom berbagai rasa, tentu muncul pertanyaan mengenai keamanan dari penggunaannya, jika ditinjau dari sisi medis. Untuk menjawab pertanyaan ini, mari simak penjelasan lengkap mengenai bahayakah penggunaan kondom berbagai rasa berikut ini!

Mengapa industri kondom memproduksi kondom berbagai rasa?

Bagi Anda yang belum tahu, tujuan utama dari dikeluarkannya kondom berbagai rasa adalah untuk menghangatkan percintaan secara oral, alias oral sex. Rasa yang ada pada kondom jenis ini dapat membantu membuat rasa lateks, atau polyisoprene (bahan dasar kondom) menjadi lebih baik dan tidak membuat mual. Selain itu, kondom berbagai rasa dapat pula mencegah penularan penyakit seksual yang seringkali juga terjadi melalui oral sex.

Alasan lainnya adalah, industri kondom menghasilkan lebih banyak keuntungan dengan produk ini. Pasalnya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondom berbagai rasa mendominasi 50 – 70 persen industri kondom. Artinya, masyarakat lebih berminat membeli produk ini dibandingkan kondom biasa. Lebih lanjut, di India, sebelumnya penggunaan kondom tidak sepopuler sekarang, meskipun barang ini sangat penting bagi kesehatan pelaku seks bebas. Sebagian besar pengguna kondom baru tertarik menggunakannya saat produk kondom berbagai rasa diterbitkan. Perusahaan penghasil kondom merasa produk tersebut meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan kondom saat melakukan seks oral, yang bisa mencegah penularan penyakit kelamin (HIV/AIDS, STD, gonorea, sifilis) saat aktivitas bercinta dilakukan.

Lalu, amankah penggunaan kondom berbagai rasa?

Seperti yang telah Anda ketahui, kegunaan utama kondom adalah untuk mencegah kehamilan dan mencegah penularan penyakit seksual atau STD. Tentu beberapa kondom berbagai rasa sudah memenuhi standar dari U.S Food and Drug Administration untuk digunakan secara efektif dalam mencegah kedua hal tersebut. Namun, sebagian besar dari produk ini belum memenuhi standar dan hanya diproduksi semata-mata untuk menambah rasa saat Anda bercinta secara oral. Karenanya, akan jauh lebih baik bagi Anda untuk membaca keterangan pada bungkus kondom terlebih dulu untuk memastikan hal tersebut sebelum menggunakannya.

Fakta lainnya dari penggunaan kondom berbagai rasa adalah, meski beberapa kondom berbagai rasa telah memenuhi standar untuk senggama (percintaan non-oral), namun bahan kimiawi yang digunakan untuk menambah rasa pada kondom jenis ini dapat menyebabkan iritasi, bahkan memicu alergi bagi beberapa orang. Iritasi dan reaksi alergi dapat terjadi pada jaringan-jaringan mukosa halus di area vagina atau anus Anda. Tak hanya itu, pemanis yang digunakan untuk produk ini (mungkin termasuk gliserin, aspartame, atau saccharine), dapat mengacaukan keseimbangan pH dalam vagina Anda, sehingga membuat risiko terkena yeast infection, menjadi meningkat.

Jadi, setelah menilik bahaya dan sisi negatif dari penggunaan kondom berbagai rasa, ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali penggunaan produk ini, baik untuk percintaan oral maupun non-oral. Baca pula aturan pakai serta kandungan kondom ini pada bungkusnya sebagai bahan pertimbangan. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Ingin tips sehat seputar seks lainnya? Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk konsultasikan seputar tipsnya dengan dokter Go Dok, GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi