Penasaran dengan Cara Kerja Cuci Darah?

Cara kerja cuci darah

Dalam dunia medis, ada dua jenis cuci darah, yakni hemodialisis dan peritoneal dialisis. Cara kerja cuci darah sama seperti ginjal dan seseorang yang menderita gagal ginjal harus tetap menjalani prosedur cuci darah hingga fungsi ginjalnya kembali normal.

 

Go DokSeperti yang kita ketahui bersama, cuci darah atau dialisis erat kaitannya dengan pasien yang memiliki masalah ginjal karena cara kerjanya yang sama dengan ginjal sehat pada umumnya. Tugas utama ginjal ialah untuk membersihkan darah dengan menyaring kotoran dan kelebihan yang ada didalamnya cairan untuk dikeluarkan dalam bentuk urin. Selain itu, ginjal juga memproduksi sejumlah enzim yang menjaga tubuh Anda tetap bugar.

Maka dari itu penting untuk menjaga kesehatan fungsi ginjal. Walaupun Anda masih bisa hidup hanya dengan satu ginjal, tetap penting untuk menjaga kesehatan ginjal agar keduanya bisa berfungsi normal sepanjang hidup. Jika ginjal Anda bermasalah atau bahkan rusak, aktivitas membersihkan darah dari zat-zat bersifat toksin harus dilakukan secara manual dengan cuci darah.

Penasaran dengan cara kerja cuci darah sebenarnya? Khusus untuk Anda, cek penjelasannya berikut ini, yuk!

Jenis-jenis cuci darah

Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara kerja cuci darah, ada baiknya Anda mengetahui tipe-tipe cuci darah yang biasa dilakukan oleh pasien gagal ginjal. Dalam dunia medis, ada dua jenis cuci darah, yakni hemodialisis dan peritoneal dialisis.

Hemodialisis dilakukan jika fungsi ginjal belum berhenti secara total, sehingga darah masih mengandung kotoran dan cairan yang berlebihan. Prosedur ini biasa dilakukan ketika fungsi ginjal hanya berkisar 10 atau 15 persen. Saat ini terjadi, mungkin Anda akan lebih sering merasa kelelahan, pembengkakan, mual, hingga muntah. Sementara itu, peritoneal dialisis dijalani oleh pasien yang kehilangan hampir seluruh fungsi ginjalnya.

Cara kerja cuci darah

Dialisis atau cuci darah harus dilakukan dengan bantuan mesin dialyzer yang berfungsi seperti ginjal. Mesin ini bekerja menggunakan prinsip osmosis dan difusi. Osmosis merupakan proses di mana mesin ini memisahkan cairan berlebih pada darah dengan menyesuaikan konsentrasi partikelnya. Sementara itu, difusi merupakan pemisahan partikel tertentu pada darah. Dengan begini, fungsi ginjal untuk membersihkankan darah bisa tergantikan, kan?

Pasien dialisis biasanya memerlukan tiga hingga empat kali cuci darah dalam satu minggu, dengan sekali perawatan dapat memakan waktu hingga empat jam. Untuk biayanya, hmm, harus siap-siap mengeluarkan kocek yang cukup dalam, lho. Tim dialisis Anda akan melakukan prosedur sesuai dengan resep dokter.

Pengganti cuci darah

Nah, banyak pasien dialisis mengeluhkan biaya prosedur yang terlalu  memberatkan sehingga muncul pertanyaan mengenai alternatif dari proses cuci darah. Sayangnya, hingga saat ini jawabannya masih belum ada. Cara kerja cuci darah sama seperti ginjal dan seseorang yang menderita gagal ginjal harus tetap menjalani prosedur cuci darah hingga fungsi ginjalnya kembali normal. Beberapa kasus menunjukkan bahwa sebagian pasien yang “beruntung”, bisa memperoleh kembali fungsi ginjalnya jika kerusakan pada ginjal tidak terlalu parah. Namun bagi sebagian yang kurang beruntung, yang ginjalnya sudah tidak bisa kembali normal, maka cuci darah harus tetap dilakukan, kecuali sang pasien mendapatkan transplantasi ginjal.

Nah, kini Anda sudah tidak penasaran dengan cara kerja cuci darah, kan? Setelah membaca penjelasan di atas, semoga dapat meningkatkan kesadaran Anda terhadap kesehatan fungsi ginjal. Yuk, mulai sama-sama menjaga kesehatan fungsi ginjal dengan membiasakan minum air putih yang cukup, ya!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini

RZ/TP/PJ

Referensi