Pembungkus Makanan yang Berbahaya Selain Styrofoam

pembungkus makanan yang berbahaya

Go Dok- Pembungkus makanan yang berbahaya- Di tahun 2016 kemarin, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengumumkan atas larangan penggunaan styrofoam dalam pembungkus makanan dan minuman. Mengapa dilarang? Hal ini dikarenakan, menurut penelitian styrofoam mengandung karsinogen atau bahan kimia berbahaya yang menyerang sistem endokrin atau sistem dalam tubuh manusia yang bertugas memproduksi hormon pengatur seluruh kegiatan organ-organ dalam tubuh. Bahkan jika sering digunakan dalam waktu lama bahaya styrofoam akan menyebabkan timbulnya kanker.

Menyeramkan bukan? Namun sayangnya, styrofoam bukan satu-satunya pembungkus makanan yang berbahaya . Masih ada 3 jenis pembungkus makanan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda, lho. Ingin tahu apa saja?

Yuk simak pembungkus makanan yang berbahaya bagi tubuh selain styrofoam!

1. Kertas

Siapa sangka jika kertas menjadi salah satu pembungkus makanan yang berbahaya bagi tubuh Anda. Pasalnya kertas seperti majalah atau koran yang biasa menjadi alternatif untuk pembungkus makanan terdeteksi mengandung bahan kimia lead (Pb) –timbal yang berbahaya bagi tubuh. Ringkasnya, lead yang masuk ke dalam tubuh melalui sistem pencernaan, akan merusak organ tubuh penting lainnya seperti, ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Ciri-ciri keracunan lead pada orang dewasa dapat dilihat melalui tiga gejala yaitu, 3P yang dikenal dengan pallor (pale) atau kepucatan pada wajah, pain atau dirasakannya rasa sakit pada tubuh dan paralysis atau kelumpuhan.

Cara menanggulanginya?

Bawalah container atau tempat makan Anda sendiri yang aman bagi tubuh ketika membeli makanan dipinggir jalan yang menggunakan kertas sebagai pembungkusnya!

2. Timah atau Kaleng

Pada umumnya, menggunakan kaleng untuk mengemas produk makanan akan mengurangi rasa dan nutrisi darinya, akibat pemprosesan suhu tinggi kemasan tersebut. Hati-hati, jenis pembungkus ini menjadi salah satu pembungkus makanan yang berbahaya bagi tubuh Anda. Pasalnya, bakteri Clostridium botulinum (bakteri penghasil racun) berpotensi tumbuh dalam makanan yang dikemas pada kaleng. Berbahaya bukan?

Cara menanggulanginya?

Jika bisa, hindari makanan kaleng. Namun, apabila Anda menginginkannya, berhati-hati lah dalam memilihnya. Kaleng harus dalam keadaan baik dan tidak ada kebocoran. Mengapa? Karena bakteri tadi, berkembang biak dalam makanan kaleng yang pemrosesannya tidak sempurna atau mengalami kebocoran.

3. Plastik

Hampir setiap hari manusia menggunakan plastik untuk segala kebutuhan sehari-hari. Namun, di balik ke praktisannya, bahan pada plastik umumnya tidak tahan panas. Sehingga jika digunakan untuk barang yang sifatnya panas dalam hal ini makanan dapat mengakibatkan berpindahnya komponen monomer pada plastik seperti polyethylene, polyvinyl, dan chloride polypropilen. Komponen inilah yang dapat menyebarkan toksin dioksin atau toksin yang dapat menyebabkan kanker dan mengurangi sistem kekebalan tubuh. Itulah alasan mengapa plastik menjadi salah satu pembungkus makanan yang berbahaya bagi tubuh Anda. Selain untuk tubuh, penggunaan plastik juga tidak lah ramah lingkungan karena bahannya yang sulit untuk di daur ulang secara cepat dan natural.

Cara menanggulanginya?

Jika mendesak, Anda bisa memilihlah plastik yang dibuat dari bahan yang aman bagi tubuh dan ramah lingkungan. Selain itu, Dr. Haryadi pakar dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB menambahkan, untuk memastikanya aman, pilihlah plastik bertuliskan Food Grade atau Approved by FDA.

Itulah 3 bahan pembungkus makanan yang berbahaya bagi tubuh selain styrofoam yang sebaiknya Anda hindari. Ingat dengan mengurangi penggunaan pembungkus makanan berbahaya dapat menjauhkan tubuh dari penyakit berbahaya, sekaligus menyelamatkan lingkungan, bukan?

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.