Parafimosis; Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Parafimosis

Parafimosis merupakan sebuah kelainan pada kulit penutup penis yang tidak bisa ditarik kembali ke posisi semula pada pria yang tidak disirkumsisi (sunat). Kelainan ini terjadi akibat kesalahan prosedur medis dan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang mengalir ke kepala penis.

Mengenal Parafimosis

Parafimosis merupakan keadaan darurat urologis dimana kondisi kulit khatan (kulit yang menutupi penis) tidak dapat ditarik kembali ke posisinya semula. Parafimosis hanya terjadi pada pria yang tidak disunat. Parafimosis ini dapat dicegah dengan mengembalikan kulit khatan untuk menutupi kepala penis. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, parafimosis bisa berakibat parah.

Penyebab

Penyebab parafimosis paling sering adalah akibat kesalahan medis. Kondisi ini sering terjadi setelah dilakukan pemeriksaan terhadap  penis, kateterisasi uretra atau sistoskopi. Parafimosis biasanya terjadi setelah pemasangan kateter. Selama pemasangan kateter, kulit khatan ditarik untuk mempersiapkan masuknya kateter.

Ketika kulit khatan terjebak di balik korona (lingkar kepala penis) untuk waktu yang lama, dapat  terbentuk jaringan yang mengencang dan menyempit. Cincin jaringan yang melingkar ini dapat mengganggu aliran darah dan aliran limfatik ke dan dari kepala penis serta kulit khatan.

Sebagai hasil dari kurangnya pasokan darah ke penis serta  terjadi pembengkakan pembuluh darah, maka kepala penis bisa menjadi bengkak (edematous). Jika tidak segera diobati, dapat terjadi matinya sel-sel penis (gangren penis) dan penis dapat teramputasi dengan sendirinya (autoamputasi) dalam beberapa hari atau dalam hitungan minggu.

Gejala

Seseorang  dengan parafimosis biasanya sering mengalami rasa sakit pada penis. Berikut ini adalah gejala dari parafimosis:

  • Adanya rasa sakit
  • Kepala penis tampak membesar dan sesak
  • Kulit khatan bengkak di sekitar lingkar kepala penis
  • Ditemukannya jaringan yang membengkak di belakang kepala penis
  • Bayi dan anak-anak dengan parafimosis dapat hadir dengan gejala sulit BAK dan dapat terjadi terhambatnya (obstruksi) urin yang bersifat akut dan berat.
Diagnosis dan Pemeriksaan

Saat mengevaluasi pasien dengan dugaan parafimosis, riwayat terperinci harus diperoleh mengenai :

  • Pernahkah ada riwayat penggunaan alat pada penis atau operasi laparaskopik kandung kemih atau uretra.
  • Setiap riwayat pencabutan alat seperti kateter juga harus ditanyakan.
  • Pasien harus ditanya apakah dia telah disunat atau belum.

Pemeriksaan fisik harus fokus pada penis, kateter uretra (jika ada), dan skrotum. Bagian penis yang harus diperiksa, yaitu kulup, warna kelenjar, tingkat penyempitan di sekitar korona penis, dan turgor dari preputium.

Perlu diingat, tidak adanya kulup tidak termasuk diagnosis parafimosis. Rona merah muda seperti daging salmon pada kelenjar mengindikasikan adanya suplai darah yang baik. Jika glans atau preputium tampak hitam, artinya autonekrosis (kematian sel) telah dimulai. Palpasi kelenjar dapat memberikan informasi tambahan tentang kelangsungan “hidup” kelenjar.

Kelenjar yang normal dapat diraba lembut dan lunak karena itu apabila kelenjar terasa kencang dan tidak elastis terlebih lagi disertai dengan adanya daerah yang berwarna kehitaman, nekrosis penis harus dicurigai.

Pasien dengan parafimosis sering ditemukan dalam kondisi masih memakai kateter uretra. Menarik kembali kateter sebelum mengambil tindakan medis pada penis akan membantu mengurangi bengkak pada bagian kepala. Kulit skrotum juga harus diperiksa untuk warna, tekstur dan turgor (tekanan) kulit. Isi skrotum harus diraba apakah juga ditemukan hidrokel atau tumor.

Penanganan

Penanganan sering dimulai dengan pengurangan bengkak/edema, dengan berbagai pilihan, termasuk kompresi mekanis, terapi farmakologis, teknik “tusukan”, dan celah dorsal. Pencegahan dan intervensi dini merupakan elemen kunci dalam pengelolaan parafimosis. Berikut ini adalah penanganan parafimosis:

  1. Pengurangan edema/bengkak penis dengan suntikan anestesi

Dilakukan untuk mengembalikan kulit khatan ke posisi asalnya, baik dengan metode invasif maupun non-invasif. Karena nyeri yang ekstrem, pasien mungkin memerlukan suntikan lidokain untuk blok saraf penis saat manipulasi penis dilakukan.

Pada bayi dan anak-anak, obat bius oles seperti gel Lidokain 2% atau 2,5% Prilokain dan 2,5% Lidokain dapat dioleskan ke kulit selama beberapa menit sampai satu jam sebelum manipulasi penis dikerjakan.

  1. Kompres dengan es

Berguna dalam mengurangi pembengkakan penis dan kulit khatan. Untuk mengurangi edema, dressing elastis dipasang pada penis lalu dibungkus melingkar mengelilingi penis dari kelenjar ke pangkal.

Pembalutan ini harus dibiarkan selama lima sampai tujuh menit dan penis harus diperiksa secara berkala untuk memantau perbaikan pembengkakan. Setelah pembengkakan telah mereda maka dressing harus dilepas.

  1. Terapi farmakologi

Injeksi Hyaluronidase ke dalam kulit khatan yang bengkak efektif dalam mengatasi pembengkakan. Degradasi asam hyaluronic oleh hyaluronidase akan meningkatkan difusi cairan yang terperangkap di antara jaringan-jaringan untuk mengurangi pembengkakan kulit khatan. Hyaluronidase sangat cocok digunakan pada bayi dan anak-anak.

  1. Terapi minimal invasi

Teknik “tusukan” adalah terapi minimal invasif dimana jarum suntik digunakan untuk menusuk area yang membengkak secara langsung. Tempat tusukan memungkinkan evakuasi yang aman dan efektif dari cairan yang terperangkap.

Drainase eksternal dari cairan yang terperangkap memungkinkan pengurangan parafimosis secara manual. Teknik ini hanya boleh dilakukan oleh dokter berpengalaman dalam melakukan prosedur ini.

  1. Terapi bedah

Jika jaringan yang mengalami penyempitan ternyata sangat kencang dan menghalangi semua bentuk terapi invasif atau minimal invasif, maka pembedahan harus dilakukan. Prosedur ini harus dilakukan dengan menggunakan bius lokal oleh dokter yang berpengalaman dengan teknik ini.

  1. Penyunatan

Sunat sebagai terapi definitif, harus dilakukan di kemudian hari untuk mencegah kekambuhan berulang, terlepas dari metode pengurangan pembengkakan apapun yang digunakan.

 

 

Baca juga:

 

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

 

VH/PJ/TP

Referensi